Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 22 ° C

Jelang Perayaan Puncak Haornas, Api Asian Para Games 2018 Tiba di Ternate

Wina Setyawatie
ATLET Paragames, Nanda Mei Sholihah (tengah) bersama Ketua INAPGOC, Raja Sapta Oktohari (kanan) membawa lentera api pada Pawai Api Obor Asian Para Games 2018 di Solo, Jawa Tengah, Rabu, 5 September 2018. Solo menjadi kota pertama mengawali delapan kota dalam pawai obor Asian Para Games 2018 yang akan berakhir 30 September 2018 di Jakarta.*
ATLET Paragames, Nanda Mei Sholihah (tengah) bersama Ketua INAPGOC, Raja Sapta Oktohari (kanan) membawa lentera api pada Pawai Api Obor Asian Para Games 2018 di Solo, Jawa Tengah, Rabu, 5 September 2018. Solo menjadi kota pertama mengawali delapan kota dalam pawai obor Asian Para Games 2018 yang akan berakhir 30 September 2018 di Jakarta.*

TERNATE, (PR).- Setelah melalui perjalanan jauh dari Solo, api Asian Para Games (APG) 2018 akhirnya tiba di tanah Ternate, Sabtu 8 September 2018. Api tiba sekitar pukul 13.00 WITA di Kedaton Kesultanan Ternate.

Api yang masih berada dalam lentera dipegang oleh Deputi III Kemenpora yang juga Wakil Ketua IV Penyelenggara Asian Para Games 2018 (Inapgoc) Raden Isnanta, sementara obor yang belum menyala dibawa oleh Sekjen Inapgoc Bayu Rahadian masuk ke dalam Kedaton Soa Sio, Ternate Utara. Lalu, api disambut oleh Cakalele, tarian perang tradisional Maluku dan seluruh perangkat Kesultanan Ternate di depan pintu gerbang. Mereka bersama-sama masuk ke dalam Kedaton lewat Kore Mie (tangga utara khusus tamu). Acara penerimaan ini sendiri bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Olah Raga Nasional (Haornas) 2018 di Kota Ternate ini. 

Di dalam Kedaton, lentera beserta obornya pun diserahterimakan kepada Jogogo Kadato (Wakil Perdana Menteri Bidang Urusan Kedaton) yang merupakan Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman dan Kie Malaha Marsaoly Kesultanan Ternate Abdul Majid. Selanjutnya mereka menyerahkan kembali kepada Fangira Soa Ngare (penjaga kedaton) di teras Kedaton dan di bawah ke ruangan khusus yang disiapkan dalam Kedaton. 

Prosesi pembacaan doa pun berjalan. Lentera dan obor didoakan oleh Khatib Mado Manyira, Sumarno bersama para modim. Khatib Mado ini sendri adalah pejabat Kedaton yang berhak dan berwenang penuh terhadap acara keagamaan.  

Lentera dan obor menginap semalam di Kedaton, sebelum pagi 9 September 2018  ini waktu setempat, akan dijemput oleh Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam Nahrawi, serta Ketua Pelaksana Asian Para Games (APG) 2018 Raja Sapta Oktohari. Sebelum di arak keliling Kota Ternate, Menpora terlebih dulu akan menyulutkan obor APG ke api yang disimpan dalam lentera. 

Pawai obor akan diiringi dengan 1.000-2.000 sepeda yang menjadi bagian dari program Menpora Goes Nusantara, lalu kemudian dibawa ke puncak acara Haornas di Stadion Rei Raha malam hari. Kota Ternate ini mengawai pawai obor APG yang akan berlangsung di 7 daerah di Indonesia. 

"Hari ini kita lihat sama-sama, api yang kita ambil dari Mrapen, Jawa Tengah dan telah melalui masuk ke Ternate. Kami telah serahkan kepada Pemerintah Kota Ternate dan Kesultanan Ternate," kata Isnanta usai proses adat berlangsung. 

Proses tersebut menandakan bahwa semangat kepedulian dan semangat kesetaraan terhadap kaum disabilitas akan berkobar dan terus menghiasi kehidupan sehari-hari di Kota Ternate. Semangat yang tubuh dari masyarakat Ternate tersebut, menurut Isnanta akan memberikan dukungan dan spirit yang kuat untuk Asian Para Games. 

"Ini sesuai dengan semangat api APG yang ingin kami sebarkan, untuk mendukung, mendoakan, dan ikut turut serta menyukseskan hajatan tingkat Asia ini di Jakarta 6-13 Oktober nanti. Semoga, dengan dukungan doa dari seluruh elemen bangsa, Indonesia kembali berjaya dan Merah Putih berkibar," tukasnya. 

Burhan menambahkan, pihaknya sangat bersyukur bahwa lentera api dan obor APG telah diserahkan panitia kepada pemerintah daerah dan kesultanan ternate untuk disemayamkan semalam di Istana Kesultanan Ternate. Dia mewakili masyarakat Ternate dan seluruh perangkat adat Kesultanan Ternate mengaku sangat bangga diberikan kepercayaan tersebut. 

"Kami, rakyat Maluku Utara, rakyat Ternate dan seluruh perangkat adat kesultanan Ternate turut berbangga dan berbahagia, terimakasih karena telah diberikan kepercayaan untuk ikut bersama sukseskan Asian Para Games. Satu perhelatan olahraga tingkat internasional ini telah memberikan pemahaman bagi kita semua, bahwa teman-teman kita disabilitas juga mempunyai kesempatan yang sama di segala bidang, termasuk dalam bidang olahraga," ungkapnya yang mengaku siap memberikan dukungan secara maksimal, mendoakan, agar disabilitas Indonesia sukses dalam multieven olahraga difabel se-Asia nanti dan selanjutnya, olahraga dapat menjadi kebanggaan bagi seluruh rakyat Indonesia.  

Diharapkan dengan suksesnya kegiatan pawai obor ini, hal itu dinilai Burhan bisa jadi motivasi besar bagi masyarakat Ternate dan Maluku Utara untuk bangkitkan olahraga di daerahnya. 

Gala desa



Kemarin, selain penyambutan api Asian Para Games, dalam rangka rangkaian peringatan Haornas, Kemenpora juga menggelar Gala Desa. Program pemberdayaan masyarakat Kabupaten/Kota lewat olahraga, dimana ini adalah tahun kedua penyelengaraannya. 

Untuk gala desa Ternate, ada empat cabang yang dipertandingkan yakni sepakbola, tenis meja, atletik, dan bulutangkis dengan peserta 136 klub. Mengapa dilaksanakan di Ternate, menurut Asisten Deputi Olah Raga Rekreasi Teguh Raharjo karena Ternate salah satu daerah di Indonesia yang memiliki potensi atlet alamiah yang bagus. 

"Jadi ini wadah untuk anak-anak di desa untuk berkompetisi sekaligus melihat kompetensi dari masing-masing kota/kabupaten untuk selanjutnya dikembangkan. Karena bagaimana punya prestasi dibidang olahraga di level internasional, kalau budayanya (olahraga) sendiri tidak dibangun secara menyeluruh," imbuhnya.

Pembukaan gala desa sendiri ditandai dengan pertandingan sepakbola antara Cardona FC melawan Binter Foodball Zcademy di Lapangan Kayu merah, Ternate. Gala desa ini salah satu program unggulan Kemenpora untuk mendorong olahraga di daerah-daerah terdepan. Dengan semakin banyak aset di daerah, maka pemerintah akan memiliki banyak bibit unggul untuk dikembangkan.***

Bagikan: