Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Hujan petir singkat, 21.4 ° C

Hanifan dan 13 Mahasiswa STKIP Pasundan Peraih Medali Asian Games 2018 Diberi Beasiswa Kuliah Gratis

Ririn Nur Febriani
ATLET silat peraih medali emas Asian Games 2018, Hanifan Yudani Kusumah, berfoto bersama para mahasiswa baru di Kampus STKIP Pasundan, Jalan Permana, Kota Cimahi, Selasa, 4 September 2018. Hanifan diberikan beasiswa selama berkuliah di kampus tersebut.*
ATLET silat peraih medali emas Asian Games 2018, Hanifan Yudani Kusumah, berfoto bersama para mahasiswa baru di Kampus STKIP Pasundan, Jalan Permana, Kota Cimahi, Selasa, 4 September 2018. Hanifan diberikan beasiswa selama berkuliah di kampus tersebut.*

CIMAHI, (PR).- Euforia sambutan terhadap para atlet penyumbang medali Asian Games 2018 berlanjut. STKIP Pasundan dibawah naungan Paguyuban Pasundan memberikan sambutan hangat hingga beasiswa bagi para atlet yang berprestasi tersebut karena mengharumkan nama Indonesia sekaligus kampus tempat mereka menimba ilmu. 

Sebanyak 14 atlet Asian Games 2018 beserta dosen yang menjadi pelatih, official hingga wasit mendapat sambutan hangat saat dihadirkan pada acara Bimbingan Akademik dan Sosialisasi Institusi (BASIS) mahasiswa baru di kampus STKIP Pasundan Cimahi Jalan Permana Kota Cimahi, Selasa 4 September 2018. 

Dalam acara yang dihadiri Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan, Didi Turmudzi dan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat Brigjen TNI Ahmad Saefudin, yang menjadi pusat perhatian terutama Hanifan Yudani Kusumah, atlet pencak silat peraih medali emas Asian Games 2018 yang merupakan mahasiswa STKIP Prodi PJKR semester 3 angkatan 2017.

Dia mengalahkan pesilat Vietnam Nguyen Thai Linh pada laga final hingga berhak meraih medali emas. Yang paling melekat terutama aksi selebrasi kemenangannya yaitu membawa bendera Merah Putih menyambangi area kursi VVIP serta memeluk Presiden Joko Widodo dan Ketua IPSI Prabowo Subianto yang merupakan penantang Jokowi dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 secara sekaligus.

Ada juga Tanzil Hadid dan Romdhon Mardiana yang turut menyumbangkan medali emas untuk Indonesia pada cabang olahraga dayung. Mereka bahkan menyambangi mahasiswa baru untuk ber-swafoto yang mengundang keriuhan.

STKIP Pasundan juga memberikan penghargaan kepada para dosen yang menjadi pelatih atlet di Asian Games, official, wasit, hingga kedua orangtua Hanifan yaitu Dani Wishnu dan Dewi Yanti yang juga pernah menjadi juara dunia pencak silat pada tahun 80an dan 90an.



 

Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan Didi Turmudzi mengatakan, sebagai apresiasi bagi para atlet berprestasi, pihaknya memberikan penghargaan berupa kuliah gratis. 

"Mahasiswa berprestasi peraih medali di Asian Games memberikan kami kebanggaan sehingga mereka berhak atas beasiswa pendidikan hingga lulus. Bagi mereka yang diluar emas, kita akan bebaskan apabila dia mau kuliah di lingkungan Pasundan untuk dapat pelayanan pendidikan. Kemudian S3 kami akan perlakukan berbeda dari mahasiswa lainnya dari sisi pembiayaan," tuturnya.

Menurut Didi, dorongan dan penghargaan bagi atlet berprestasi sangat dibutuhkan untuk keberlangsungan hidup mereka. Pihaknya berharap perhatian yang didapat para atlet bukan hanya sesaat.

"Tentu kita akan mendorong dan membantu menyiapkan masa depan mereka sehingga punya bekal memadai.  Jangan sampai kehidupan selanjutnya mereka tidak siap," ujarnya.

Para mahasiswa baru harus menyerap nilai-nilai positif dari para atlet berprestasi tersebut. "Harus memiliki ilmu tinggi, karakter asertif, serta pantang menyerah pemberani dan jiwa petarung. Seperti ayat kesundaan 'Cadu mundur pantrang mulang'," katanya.

Menyatukan perselisihan



Didi pun sangat mengapresiasi tindakan Hanifan yang mengejutkan dalam selebrasi kemenangannya. Apalagi, di tengah suhu kebangsaan saat ini sangat tidak kondusif terutama menjelang Pilpres 2019.

"Penyadaran bagi elit politik dan pemimpin bangsa bahwa olahraga bisa menyatukan perbedaan dan perselisihan.

Pembelajaran yang mengharukan. Saya tidak pernah membayangkan aksi Hanifan, saya yakin tidak ada yang mendorong atau menyuruh. Mungkin kado dari Allah SWT agar Indonesia bersatu dan damai. Kisruh elite politik jangan sampai menurun hingga ke masyarakat, " ucapnya

Kebanggaan serupa diungkapkan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat Brigjen TNI Ahmad Saefudin. "Terimakasih para atlet Jabar yang membela Indonesia hingga meraih prestasi. Apalagi, kebanggaan tersendiri kesejukan Indonesia ditunjukkan oleh atlet dari tatar Jabar," ungkapnya.

Sementara itu, Hanifan mengakui, aksinya merangkul Jokowi-Prabowo secara bersamaan sama sekali tidak direncanakan.

"Spontan saja,  Sebuah kebahagiaan. Hanya berpikir, meski keduanya lawan politik pada Pilpres 2014 dan 2019, tapi tetap harus mengedepankan persatuan bangsa," ucapnya.

Dia dan rekan-rekannya sesama atlet sangat mengapresiasi sambutan dan penghargaan yang diberikan STKIP Pasundan Cimahi. Hanifan berharap, prestasi yang diraih dirinya serta atlet lain bisa menjadi motivasi bagi generasi bangsa.***

Bagikan: