Pikiran Rakyat
USD Jual 14.503,00 Beli 14.405,00 | Umumnya berawan, 23.9 ° C

Jepang Keempat Kalinya Sabet Penghargaan Atlet Terbaik Asian Games 2018

Wina Setyawatie

JAKARTA, (PR).- Jepang untuk kali keempat berhasil menyabet penghargaan untuk "Atlet Terbaik" (MPV) pada Asian Games. Berdasarkan torehan prestasi yang dicatatkan pada Asian Games 2018, Dewan Olimpiade Asia (OCA) akhirnya memilih perenang putri berusia 18 tahun, Ikee Rikako.

Wakil Presiden Kehormatan OCA, Raja Randhir Singh sebagai Ketua Komite MPV Award dalam jumpa pers di Main Press Center (MPC) mengumumkannya. Bahwa Ikee terpilih sebagai MPV karena prestasinya di ajang Asian Games kali ini.

"Seperti sebelum-sebelumnya, MPV diberikan kepada atlet yang telah mencatatkan maksimum medali. Kami merasa terhormat untuk memberikan penghargaan ini kepada pencetak enam rekor Asian Games 2018, Ikee Rikako," ujarnya. 

Sebagai  MPV, Ikee pun diberikan trophy kristal dan uang tunai sebesar 50.000 US dolar. Dia juga menerima souvenir pin Asian Games mulai dari penyelenggaraan pertama pada 1951 di New Delhi, India hingga pelaksaaan ke-18 ini di Jakarta-Palembang.

  

Enam rekor Asian Games 2018 yang dibukukan oleh Ikee sendiri datang dari nomor 100 meter gaya kupu-kupu, 100 meter gaya bebas, estafet 4x100 meter gaya bebas, estafet 4x100 meter gaya ganti, 50 meter gaya kupu-kupu, dan 50 meter gaya bebas.

Bagi Jepang, ini merupakan prestasi sekaligus sejarah tersendiri. Mengingat bukan hanya untuk kali keempat atletnya kembali terpilih, tapi juga karena kali ini adalah atlet putri yang sukses menyabet gelar MPV ini. 

Ini adalah penghargaan MPV keenam yang diberikan oleh OCA. Di awal diperkenalkan penghargaan ini di 1998 lalu di Asian Games Bangkok, hingga 2014 lalu di Incheon, semua peraih MPV adalah laki-laki. Di 1998 lalu ada perenang Jepang Koji Ito yang terpilih sebagai MVP, lalu di 2014 kembali dari cabang renang, Jepang meraih gelar yang sama lewat Kosuke Kitajima. 

Pada 2006 giliran atlet Korea Park Tae Hwan juga dari renang yang berkesempatan mendapatkan gelar tersebut. Di Doha 2010, bulutangkis yang gantian berjaya. Lin Dan (Tiongkok) pun dinobatkan sebagai atlet terbaik ketika itu. Hingga akhirnya empat tahun lalu, gelar MPV kembali lagi ke Jepang, lagi-lagi dari cabang renang, Kosuke Hagino. 

Kenangan manis



Ikee saat menerima penghargaan mengatakan bahwa dirinya tidak menduga dirinya bisa menerima penghargaan ini. Dia pun mengaku senang karena dia berhasil menjadi atlet putri pertama yang menerima penghargaan tersebut. 

"Perasaan saya sangat senang dan berterima kasih. Saya sendiri terkejut saat mendengar bahwa saya yang akan menerima penghargaan ini, apalagi ini penampilan perdana saya di Asian Games," ujarnya. 

Menurut dia, dia sebelumnya sudah kembali ke Jepang setelah perlombaan renang kemarin. Jadi dia mengaku benar-benar tidak menduga bisa kembali lagi ke Jakarta dan menerima pengharaan ini. Buatnya Indonesia memberikan kenangan yang manis, karena disini dirinya sukses mencatatkan enam medali emas. 

"Saya senang kembali lagi dan malam ini saya akan menikmati pertunjukkan malam ini," katanya.

Dia mengaku bahwa Asian Games 2018 ini adalah bagian dari perjalanannya menuju Olimpiade 2020. Dalam dua tahun ini, dirinya mengaku akan mempersiapkan diri.

Ketua Komite Olimpiade Jepang, Tsunekazu Takeda menuturkan bahwa ini merupakan kebanggan bagi dirinya, karena kembali atlet Jepang terpilih sebagai "best performance" di Asian Games 2018. "Ini hal yang besar buat saya," tuturnya.

Youtuber muda



Selain memberikan penghargaan untuk MPV, OCA juga memberikan penghargaan kepada para youtuber muda yang secara kreatif telah mencover "Theme song" Asian Games 2018 lewat media sosial tersebut. Keempat youtuber muda tersebut berasal dari Thailand, India, Tiongkok, Indonesia, Jepang, dan Arab. 

Kepada keenam youtuber muda tersebut, mereka diberikan penghargaan berupa pin asian games mulai dari Asian Games pertama 1951 hingga Asian Games 2018 ini. Pin tersebut menurut Direktur OCA, Husain Al Musallam adalah sebuah sejarah untuk Asia.

Ide baru



Al Musallam mengatakan kedepan untuk pelaksanaan selanjutnya ada dua tantangan besar untuk OCA, pertama Beijing Olympic Winter Games dan Doha World Cup dimana keduanya berada di OCA. Hingga menurutnya agar tidak ada kalah bersaing dengan kedua event besar tersebut, maka Asian Games selanjutnya harus memiliki ide yang unik. 

"Ide baru adalah harus high tech, berbeda dengan lainnya. Mulai sekarang kita mulai, music culture apa yang dibutuhkan untuk bisa menarik anak muda," ucapnya. Ditambahkannya, bahwa Asian Games bukan hanya sekedar bisnis dan olahraga saja, tapi bagaimana membuat seluruh masyarakat Asia bersatu, meskipun ada perbedaan.***

Bagikan: