Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 20.9 ° C

Sehari Jelang Penutupan Asian Games 2018, Indonesia Tambah 5 Medali

Wina Setyawatie
ATLET kayak/kano Indonesia, Reski Wahyuni.
ATLET kayak/kano Indonesia, Reski Wahyuni.

JAKARTA, (PR).- Satu hari jelang penutupan Asian Games 2018, Indonesia ternyata masih bisa menambah pundi-pundi medali. Sabtu 1 September 2018, hingga pukul 20.00 WIB, Indonesia bisa membukukan lima medali tambahan. 

Kelima medali tersebut dipersembahkan lewat empat cabang olahraga, yakni bridge, kano/kayak, sepak takraw, dan soft tenis. Pencapaian tertinggi datang dari sepak takraw yang sukses mempersembahkan medali emas lewat nomor men quadrant. Husni Uba, Rizky Abdul Rahan, Nofrizal, M. Hardiansyah, Abdul Halum Radju, dan Saiful Rijal sukses menundukkan Jepang 2-1 (15-21, 21-14, 21-16) dalam partai final yang berlangsung di Ranau Hall, Jakabaring Sport Center. 

Sementara cabang kano/kayak mempersembahkan medali perak dari nomor canoe single (C1) 200 meter putri final A. Riska Andriyani mendapatkan perak setelah mencatatkan waktu 49,086 detik atau selisih tipis 0,016 lebih lambat dari peraih emas asal Tiongkok Mengya Sun. Perunggu di nomor ini direbut oleh Yuka Ono dari Jepang dengan waktu 43, 092 detik. 

Lalu tiga medali tambahan lainnya adalah perunggu yang berasal dari nomor men pair final 2 dan mixed pair final 2 dari bridge, serta nomor tim putra cabang soft tenis atas nama Prima Simpati Aji, Albert Sie, Irfandi Hendrawan, M. Hemat Bhakti, Gusti Jaya Kusuma. 

Tim Merah Putih mendapatkan perunggu setelah langkahnya terhenti di babak semifinal. Melawan Korea Selatan, Indonesia takluk 2-0. Dimana Kim Beomjun-Kim Donghoon menang 5-0 (5-3, 4-1, 4-2, 4-2, 4-2) atas Irfandi-Prima dan Albert Sie kandas di tangan Kim Jinwoong 2-4 (3-5, 3-5, 4-0, 4-6, 4-0, 2-4). 

Akuatik



Sayangnya, nomor olimpik cabang akuatik kembali belum bisa mempersembahkan medali di Asian Games 2018 ini. Sama dengan tiga disiplin lainnya, di renang, polo air, dan renang indah, nomor loncat indah juga masih belum bisa berbicara banyak di level Asia.

Di nomor 3 meter papan putri, dua wakil Indonesia Linadini Yasmin dan Maria Natalie Dinda hanya menempati rangking 10 dan 11 dari 12 atlet yang bersaing di nomor ini. Linadini mencatatkan poin tertingginya 205.05 setelah lima kali loncatan. Sedangkan Dinda berada di bawahnya dengan poin 202.15. Wakil Macau Lam Chan menjadi juru kunci di nomor ini dengan catatan 192.60 poin. 

Tiongkok mendominasi di nomor ini, setelah dua perenangnya mencatatkan poin tertinggi dengan 389.40 atas nama Shi Tingmao untuk emas dan Wang Han 383.40 untuk medali perak. Perunggu di nomor ini direbut oleh Nur Dhabitah Sabri dengan hasil poin 330.75.

Meskipun belum medali, tapi pelatih loncat indah Indonesia, Herly Rahmayani menilai pencapaian loncat indah Indonesia cukup baik progresnya. "Kita memang ada 10 nomor, tapi memang yang ditargetkan adalah di menara 10 meter putra, ternyata nyaris. Akuatik ini cabang olimpik jadi yang datang pesertanya level dunia, Korea, Jepang, Tiongkok, dan Malaysia. Tapi di menara sinkro putra itu kita hampir di posisi tiga besar, tapi di loncatan terakhir kita kalah dengan Korea. Mereka melakukan loncatan dengan tingkat kesulitan tinggi 4,5 salto sementara kita 3,5 salto. Sebenarnya cuma kalah di faktor kesulitan. Tiga besar sudah levelnya dunia, meski kita keempat tapi cukup bagus. Jadi bisa dibilang posisi kita secara umum di posisi empat besar Asia," imbuhnya.

Gagal mempersembahkan medali, akuatik sebagai cabang olimpik yang memiliki banyak nomor diminta Menpora Imam Nahrawi untuk melakukan evaluasi besar-besaran. Hal itu didasari keinginannya agar akuatik bisa mempersembahkan medali lagi suatu saat nanti di level Asia. Dia pun meminta PRSI belajar dari Malaysia dan Tiongkok. 

"Setelah ini saya minta kepada PRSI untuk melakukan evaluasi, apa yang menjadi kendala. Pelajari apa yang telah dilakukan Malaysia hingga bisa menghasilkan medali. Lalu pelajari juga cara Tiongkok untuk bisa meraih hasil luar biasa. Harus ada keseimbangan antara venue yang megah dan prestasi tentunya," kata Imam. 

Pada cabang akuatik, Tiongkok memang masih rajanya. Dari empat disiplin cabor, mereka telah meraih total 31 medali emas. Medali terbanyak datang dari cabang renang dengan 19 emas, lalu loncat indah dengan 19 emas, renang indah 2 emas, dan polo air 1 emas dari nomor putri.***

Bagikan: