Pikiran Rakyat
USD Jual 14.619,00 Beli 14.521,00 | Berawan, 22.6 ° C

Melebihi Target Asian Games 2018, Pemerintah Percepat Pencairan Bonus

Wina Setyawatie
ANGGOTA tim dayung Indonesia Ujang Hasbulloh memperlihatkan medali emas yang diraihnya pada Asian Games 2018 di Sukabumi, Jawa Barat, Jumat 31 Agustus 2018. Ujang Hasbulloh merupakan pemuda kelahiran Sukabumi termasuk anggota tim dayung Indonesia bersama Tanzil Hadid, Rio Rizki Darmawan, Ali Buton, Ihram, Muhad Yakin, Jefri Ardianto, Ferdiansyah, dan Ardi Isadi yang berhasil meraih medali emas Asian Games 2018 pada nomor 2000 meter beregu putra.*

JAKARTA, (PR).- Pemerintah memastikan bonus para peraih medali Asian Games 2018 akan cair pada pekan depan. Saat ini bonus yang disiapkan sementara untuk 30 emas, 23 perak, dan 39 peraih perunggu. 

Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam Nahrawi, Jumat 31 Agustus 2018, menerangkan bahwa ini keistimewaan yang diberikan karena kontingen Indonesia sukses melebihi pencapaian target yang dicanangkan pemerintah yakni 16-22 emas. Pasalnya, biasanya, dalam setiap multievent, bonus baru akan dicarikan setelah seluruh rangkaian pertandingan, hingga level Para Games selesai. 

"Contohnya SEA Games. Biasanya, setelah selesai ASEAN Para Games baru bonus dicairkan. Itu pun membutuhkan waktu 2-3 bulan untuk memprosesnya. Tapi spesial untuk Asian Games kali ini akan kami percepat. Ini sesuai instruksi dari Bapak Presiden RI Joko Widodo yang ingin segera bonus ini diberikan sebelum keringat atlet mengering. Kami pastikan pekan depan bonus-bonus untuk peraih medali ini sudah cair. Baik yang untuk atlet, pelatih, maupun oficial tim," ujar Imam menegaskan. 

Secara terperinci, dia kembali memastikan bahwa untuk peraih emas perorangan akan mendapatkan Rp 1,5 miliar. Lalu untuk emas pasangan atau ganda masing-masing akan mendapatkan Rp 1 miliar, dan untuk beregu, akan diganjar Rp 750 juta per orangnya. 

Bonus naik tak hanya bagi peraih medali emas



Kenaikan bonus ini bukan hanya untuk peraih emas saja, seperti yang pernah diberikan sebelumnya. Tapi juga untuk peraih perak dan perunggu. Untuk perak perorangan akan mendapatkan Rp 500 juta. Jumlah itu naik dari sebelumnya yang hanya Rp 200 juta. Sedangkan untuk perang ganda sebesar Rp 400 juta peratlet dan perak beregu Rp 300 juta peratlet. 

Bagi perunggu, kenaikannya cukup signifikan. Jika empat tahun lalu hanya Rp 50 juta baik nomor perorangan, maka tahun ini melonjak menjadi Rp 250 juta. Lalu perunggu ganda menjadi Rp 200 juta. Sedangkan untuk perunggu beregu yang sebelumnya hanya Rp 25 juta perorang kini menjadi Rp 150 juta perorang. 

Sementara untuk pelatih dan asisten pelatih perorangan, bonus akan diberikan Rp 450 juta untuk pencetak emas, Rp 150 juta untuk pencetak perak, dan terakhir Rp 75 juta untuk pencetak perunggu. Bagi pelatih beregu akan mendapatkan Rp 600 juta untuk pencetak emas, Rp 200 juta untuk perak, dan Rp 100 juta untuk perunggu. 

Khusus untuk pelatih yang atletnya mampu mendapatkan medali kedua dan seterusnya, maka dia akan memperoleh Rp 225 juta Rupiah untuk emas, Rp 75 juta untuk perak, dan Rp 37,5 jutauntuk perunggu.

Asisten pelatih perorangan/ganda mendapatkan Rp 300 juta untuk emas, Rp 100 juta untuk perak, dan Rp 50 juta untuk perunggu. Sedangkan para asisten pelatih beregu mendapatkan Rp 375 juta untuk emas, Rp 125 juta untuk perak, dan Rp 62,5 juta untuk perunggu. 

Bagi para asisten pelatih yang atletnya mendapatkan medali kedua dan seterusnya, mereka akan mendapatkan tambahan sebesar Rp 150 juta untuk emas, Rp 50 juta untuk perak, dan Rp 25 juta untuk perunggu. 

"Bonus akan dikirimkan langsung ke rekening masing-masing, dengan jumlah bersih tanpa di potong pajak," tegas Imam. Selain uang, pemerintah juga konsisten untuk memberikan sebuah rumah bagi para peraih medali dan pengangkatan status Pegawai Negeri Sipil (PNS) bila mereka tidak menjadi atlet lagi. 

Indonesia gelar Asian Games terbaik



Dengan pencapaian jumlah emas saat ini, pemerintah mengklaim Indonesia saat ini menjadi yang terbaik di Asia Tenggara. Ini menjadi sejarah sepanjang penyelengaraan Asian Games digelar. Pasalnya, hingga saat ini hanya Thailand yang mampu mencatatkan medali emas terbanyak di ajang Asian Games yakni 24 emas yang dihasilkan pada Asian Games 1998 di Bangkok, Thailand. 

Hal tersebut dinilai Imam sesuatu yang membanggakan. Tapi dirinya mengingatkan agar perjuangan ini tidak sampai disini saja, mengingat puncaknya nanti akan ada di Olimpiade 2020 di Tokyo. 

Dirinya meminta pelatnas langsung kontinu berjalan setelah Asian Games ini untuk mempersiapkan diri di turnamen atau kejuaraan selanjutnya untuk menuju Olimpiade Tokyo. Mengingat mulai tahun depan, setiap cabang olahraga akan menggelar kualifikasi Olimpiade 2020. 

"Jadi kan ini momentum kebangkitan bagi olahraga Indonesia. Setelah ini, mari kita evaluasi untuk bisa membuat program yang lebih baik menuju Olimpiade 2020. Mengingat tahun depan sudah ada babak kualifikasi untuk Olimpiade. Saya yakin, dengan modal positif di Asian Games ini kita bisa mendapatkan medali lebih baik lagi. Mengingat di Asian Games ini ada beberapa cabang olimpik yang punya hasil bagus, seperti angkat besi, tenis, bulutangkis, panjat tebing, dayung hingga karate," kata Imam menjelaskan. ***

Bagikan: