Pikiran Rakyat
USD Jual 14.007,00 Beli 14.105,00 | Umumnya berawan, 27.3 ° C

Kegigihan Libero Vietnam Dianggap Jegal Langkah Aprilia Manganang dkk. di Asian Games 2018

Wina Setyawatie
Bola Voli Asian Games 2018 di Voli Indoor Senayan, Jakarta, Jumat 31 Agustus 2018.
Bola Voli Asian Games 2018 di Voli Indoor Senayan, Jakarta, Jumat 31 Agustus 2018.

JAKARTA, (PR).- Tim voli putri Indonesia harus memendam asa untuk naik level di Asian Games 2018 ini. Harapan Aprilia Manganang dkk. untuk bisa finis di posisi 5/6 gagal tercapai setelah ditaklukan Vietnam dalam pertandingan perebutan posisi yang berlangsung di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Jumat 31 Agustus 2018. 

Indonesia kalah 1-3 (29-27, 18-25, 25-22, 25-22) dalam pertandingan tersebut. Hasil tersebut, akhirnya membuat Indonesia harus menghadapi Filipina untuk perebutan peringkat 7/8. Filipina pun terlempar dalam persaingan 5/6 setelah takluk atas Kazakhstan 2-3 (11-25, 25-22, 15-25, 25-22, 14-16).

Di peringkat 9 sendiri, akhirnya ditempati oleh Taiwan yang kemarin dalam perebutan peringkat 9/10 menang atas India 3-0 (25-21, 25-16, 25-15,). India pun di rangking ke-10. 

Kendati finis di posisi kedelapan pun di laga nanti, tetap catatan voli putri Indonesia lebih baik di Asian Games. Pasalnya tahun lalu, Indonesia bahkan tidak lolos kualifikasi untuk masuk ke Asian Games 2018. Di awal pun menurut Kapten tim Indonesia Amalia Fajrina Nabila, mereka hanya ditargetkan hingga 8 besar. 

Gagal manfaatkan momentum



Pada pertandingan tersebut, Indonesia kehilangan poin di set pertama setelah kalah tipis. Namun, di set kedua, Aprilia Manganan dkk. sukses membalaskan kekalahan sebelumnya untuk menyamakan kedudukan 1-1. Sayangnya di set ketiga, sudah unggul 13-9 Indonesia gagal memanfaatkan momentum. Koordinasi kurang bagus di lapangan tengah, membuat pertahanan kosong dan sering kali dimanfaatkan lawan dengan mulus. Hingga akhirnya mereka mampu menyamakan kedudukan 16-16. 

Koordinasi yang kurang bagus di tengah, kembali membuat blunder. Hingga Indonesia pun langsung tertinggal dua angka, 18-16. Timnas sempat menahan lewat servis bagus dari Novia Andriyanti. Hal itu membuat poin Indonesia bertambah 19-20. 

Tapi kegigihan libero Vietnam Nguyen Thi Kim Lien dalam mengejar bola membuat Indonesia kesulitan untuk mematikan pertahanan lawan. Hingga terjadi selisih angka yang tipis 21-20 meski tetap untuk keunggulan Vietnam. Akhirnya, pertahanan tengah Indonesia yang kopong kembali jadi bulan-bulanan mereka. Hingga akhirnya kalah 22-25. 

Pada set penentuan, beberapa kali Smes Aprilia Manganan menjadi penyelamat Indonesia. Namun, sayangnya lagi-lagi lini tengah pertahanan Indonesia yang kosong jadi bulan-bulanan dan membuat Indonesia akhirnya kalah di set ini. 

"Lini tengah banyak kosong, ya tadi mungkin kurang bisa membaca lawannya. Kurang cepat bawa laman, jadi harusnya yang jadi patokan dia (pemain) untuk diem disitu, malah berubah satu kesana, satu kesini hingga tengah malah bolong. Salah satu kelemahan kita kemarin kan memang di blok ya, mereka melihat celah kita, begitu main jangkit mereka langsung main open terus," tuturnya. 

Banyak blunder



Berbicara soal hasil dan evaluasi penampilan Timnas voli Putri Indonesia, Pelatih tim putri Anshori tidak mengatakan banyak hal. Namun, yang menjadi sorotannya adalah kalah fisik dan emosinal. 

"Ya, sabar saja. Kita evaluasinya memang banyak kalah di fisik ya. Ya ke depannya lebih ditingkatkan. Kalau pun nanti kita hanya finis 8 besar, ya tetap hasil itu yang teralistis. Yang penting buat kami, target sudah tercapai dan mereka main luar biasa. Semua penonton juga tahu kalau kita main bukan main-main saja. Apa yang kita punya dituangkan semua," ucapnya. 

Kekalahan atas Vietnam sendiri pun dinilainya disebabkan pemainnya tidak bisa menjaga emosinalnya. Karena terlalu bersemangat, dan ada sorakan dari penonton yang akhirnya membuat blunder sendiri," katanya.***

Bagikan: