Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Berawan, 21.4 ° C

Usai Pecahkan Rekornas Jalan Cepat 50 Km, Hendro Yap Tatap SEA Games Optimistis

Wina Setyawatie
ATLET Indonesia Hendro Yap saat tampil pada nomor Jalan Cepat 50 Kilometer Putra Asian Games 2018 di jalan Asia Afrika Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis 30 Agustus 2018.*
ATLET Indonesia Hendro Yap saat tampil pada nomor Jalan Cepat 50 Kilometer Putra Asian Games 2018 di jalan Asia Afrika Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis 30 Agustus 2018.*

JAKARTA, (PR).- Cabang atletik kembali belum bisa menyumbangkan emas di Asian Games 2018. Kamis 30 Agustus 2018 satu-satunya wakil Indonesia di nomor jalan cepat 50 km, Hendro Yap hanya bisa finis di posisi kelima. Meskipun tak medali, namun, Hendro sukses memecahkan rekor nasional. 

Pada perlombaan tersebut, dia mencatatkan waktu terbaiknya  4 jam 32,20 menit. Waktunya tersebut memecahkan rekor nasional atas nama Sutrisno dengan catatan waktu 4 jam 32 menit 30 detik yang tercipta pada 1997.

Untuk podium, atlet Jepang kembali merajai nomor atletik jarak jauh ini. Kali ini, Hayato Katsuki yang menghasilkan waktu tercepat 4 jam 03,30 menit yang berhak atas emas. Lalu, diikuti oleh Wang Qin dari Tiongkok yang merebut perak dengan selisih waktu 3,18 menit dari Katsuki. Perunggu di nomor ini menjadi milik wakil Korea, Joo Hyunmyeong dengan waktu 4 jam 10,21 menit.

Usai perlombaan, Hendro Yap kepada wartawan mengaku jika ini merupakan kali pertama di tampil di nomor tersebut. Biasanya dia hanya turun di nomor 20 km, seperti di SEA Games 2017 lalu. 

"Ini pertama kalinya turun di 50 km. Ya hasil ini termasuk Rekornas juga, ini sesuai harapan pelatih. Tapi bagi target pribadi masih jauh. Karena saya mungkin terlalu naif ingin mematok bisa berjalan 4 jam 10 menit dengan hanya latihan selama lima bulan. Saya baru fokus persiapan ke 50 km pada Maret ke Agustus," katanya. 

Kali ini diakuinya, memang terlihat terlalu memaksakan. Apalagi diakuinya persiapannya kurang maksimal. Mengingat beberapa bulan lalu saat dalam tahap persiapan di Yogyakarta dia mengalami kram otot. 

"Saya sempat kram di otot karena waktu training camp di Jogja saya kesulitan mencari masseur, dan tenaga medis. Jadi hanya memanfaatkan nutrisi makanan dengan vitamin-vitamin lokal dan menurut saya masih kurang sekali untuk 50 km. Jadi ya jujur, saya pribadi kecewa. Tapi saya sudah berbuat maksimal, meskipun usaha saya belum berbuah maksimal," ucapnya. 

Optimistis persiapkan SEA Games



Dia berharap ke depannya ada keajaiban, mengingat kini  masih berkutat dnegan cedera ACL. 

"Saya berharap Tuhan masih memberikan mukzijat dan keajaibannya, dan saya bisa sembuh. Karena menurut dokter saya sudah harus berhenti karena jika tidak vonisnya adalah lumpuh karena ini menyangkut tulang ekor. Tapi saya masih ingin merasakan keberhasilkan lebih lama lagi, saya tidak mau pensiun diri," katanya. 

Setelah Asian Games 2018 ini ia berharap masih bisa tampil di SEA Games 2019 mendatang. Dia mengaku masih memiliki target pribadi untuk bisa mencapai 1 jam 24 menit dalam 20 km. 

Saat ini sebagai langkah menanganan cederanya, menurut Hendro dia tengah menjalani terapi dengan bantuan seseorang. Sebelum adanya bantuan, kata Hendro jangankann terapi untuk dana pendidikan saja, dirinya gunakan dana sendiri. 

"Tetapi saya sudah bersyukur walau saya tidak dibiayai atau cederanya, tapi saya ditanggung makan oleh PB PASI, itu sudah cukup. Kalau masalah fisioterapi saya akan menggunakan taungan saya," ucapnya.***

Bagikan: