Pikiran Rakyat
USD Jual 14.558,00 Beli 14.460,00 | Sebagian berawan, 20.4 ° C

Pencak Silat Tambang Emas di Asian Games 2018, Ini Komentar Jokowi untuk Prabowo

Ari Nursanti
ATLET Pencak Silat Indonesia, Komang Harik Adi Putra (kiri) saat bertanding melawan atlet Malaysia, Mochammad Al Jufferi Januari pada nomor Taruna 65-70 Kg Asian Games 2018 di TMII, Jakarta, Senin, 27 Agustus 2018.Poin terakhir pertandingan tersebut 4-1 untuk Komang Harik, sehingga menambah raihan emas bagi Indonesia.*
ATLET Pencak Silat Indonesia, Komang Harik Adi Putra (kiri) saat bertanding melawan atlet Malaysia, Mochammad Al Jufferi Januari pada nomor Taruna 65-70 Kg Asian Games 2018 di TMII, Jakarta, Senin, 27 Agustus 2018.Poin terakhir pertandingan tersebut 4-1 untuk Komang Harik, sehingga menambah raihan emas bagi Indonesia.*

JAKARTA, (PR).- Pencak Silat benar-benar menjadi tambang emas kontingen Indonesia di Asian Games 2018. Dari 16 emas yang perebutkan dalam cabang olahraga Pencak Silat ini, sebanayk 14 emas disabet pesilat Indonesia. Bahkan, para pesilat Indonesia menyapu bersih enam emas nomor seni (tunggal, ganda, regu) putra dan putri.

Prestasi luar biasa pencak silat juga diapresiasi Presiden Joko Widodo yang mengucapkan selamat kepada Prabowo Subianto karena sukses mengomandani raihan 14 medali emas di Asian Games 2018.

"Selamat kepada teman baik saya, sahabat saya, Pak Prabowo Subianto selaku Ketua IPSI sekaligus mengomandani pencak silat dan sukses di Asian Games," ujar Jokowi usai menyaksikan laga final.

Menurut Presiden, dominasi medali emas di pencak silat juga tidak lepas dari doa dan dukungan rakyat Indonesia. "Total 30 medali emas sampai hari ini dan semuanya untuk Tanah Air," ucapnya.

Pencapaian medali emas itu tidak saja spektakuler, tetapi menjadi sejarah luar biasa bagi Indonesia sepanjang keikutsertaan di ajang Asian Games sejak 1951. Sejarah ini agaknya bakal sulit diulang dalam beberapa perhelatan Asian Games ke depan.

Prestasi terbaik kontingen Merah Putih sebelumnya tercatat saat menjadi tuan rumah Asian Games ke-4 tahun 1962 dengan meraih 11 medali emas dan menempati peringkat kedua. Setelah itu, Indonesia tidak pernah lagi mencapainya dan baru 56 tahun kemudian mampu melampaui perolehan medali emas tersebut, meski dari sisi peringkat tidak sama.

Dikutip dari Kantor Berita Antara, dengan 30 keping emas yang sudah dikumpulkan hingga pertandingan hari ke-11 Rabu 29 Agustus 2018, tuan rumah Indonesia masih aman di peringkat keempat klasemen perolehan medali, di bawah China (102-66-50), Jepang (51-47-63), dan Korea Selatan (37-42-50).

Prabowo: Bangga dan terimakasih



Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) Prabowo Subianto mengaku bangga bisa berperan untuk bangsa dan negara melalui prestasi medali emas yang disumbangkan dari pencak silat. "Atas nama bangsa Indonesia, saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung dan mendoakan atlet-atlet Indonesia, khususnya pencak silat," katanya.

Selain Prabowo Subianto, pertandingan hari terakhir cabang pencak silat dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi), Wakil Presiden Jusuf Kalla, Presiden ke-5 Megawati Sukarnoputri, Ketua Kontingen Indonesia Syafruddin, dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

Pemandangan menarik terjadi saat pesilat Hanifan Yudani Kusumah memeluk Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PB IPSI Prabowo Subianto secara bersama-sama di tribun kehormatan sembari berbalut bendera merah putih. Peristiwa yang mendapat aplaus ribuan penonton itu berlangsung saat Hanifan merayakan kemenangan atas pesilat Vietnam, Thai Linh Nguyen, pada final nomor tanding kelas C putra (55-60 kg).***

Bagikan: