Pikiran Rakyat
USD Jual 14.558,00 Beli 14.460,00 | Umumnya berawan, 24.6 ° C

Skateboarder Asal Bandung Harus Puas dengan Medali Perunggu di Asian Games 2018

Ari Nursanti
SKATEBOARDER Indonesia Pevi Permana Putra melakukan gerakan trik pada final taman putra Asian Games 2018 di arena roller sport Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu 29 Agustus 2018.
SKATEBOARDER Indonesia Pevi Permana Putra melakukan gerakan trik pada final taman putra Asian Games 2018 di arena roller sport Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu 29 Agustus 2018.

BANDUNG,(PR).- Skateboarder asal Bandung, Pevi Permana Putra, harus mengakui kekalahan dari sesama skateboarder Indonesia, Jason Dennis Lijnzaat, dan skateboarder Jepang, Kensuke Sasaoka dalam pertandingan final yang digelar di Skate Park Jaka Baring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu 29 Agustus 2018.

Pevi, pemuda asal Bandung itu harus puas dengan perolehan medali perunggu. Atlet Indonesia lainnya yang juga menyumbangkan medali di nomor yang sama yakni Jason Dennis Lijnzaat, yang harus puas dengan medali perak di Asian Games 2018.

Dari tiga run yang dilakukan, Jason mampu meraih poin terbaik 68,33, sedangkan Pevi meraih poin terbaik  67,00. Sedangkan sang juara, Kensuke Sasaoka memperoleh poin tertinggi 76,00.

Cabang olahraga skateboard baru pertama kali diikutsertakan dalam Asian Games yakni pada  Asian Games 2018 di Indonesia ini. Pada penyelenggaraan pertamanya, skater Indonesia harus mengakui kehebatan skater Jepang pada nomor taman.

Skateboarder berhijab sumbang medali



Sementara itu, pada hari yang sama, atlet 12 tahun dari Indonesia, Bunga Nyimas Cinta menjadi satu-satunya skateboarder berhijab yang meraih medali di final nomor street (jalanan) cabang olahraga skateboard Asian Games 2018, di Jakabaring Sport City, Palembang,Sumsel.

Dikutip dari Kantor Berita Antara, dengan mengenakan hijab warna putih, Bunga mendapat medali perunggu dengan 19,8 poin. Peraih medali emas adalah Margielyn Didal dari Filipina dengan 30,4 poin dan Kaya Isa dari Jepang dengan 25,00 poin. Meski berada di peringkat tiga, pencapaian ini sudah cukup bagus untuk Bunga karena dua peraih medali lainnya adalah atlet yang sudah punya jam terbang lebih tinggi. Margielyn sudah berumur 19 tahun dan Kaya Isa berumur 17 tahun.

Dengan sumbangan perak dari Jason, kini Indonesia mengumpulkan perak 20, dan perunggu dari Pevi serta Bunga menjadikan Indonesia mengumpulkan 32 keping perunggu.***

Bagikan: