Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 21.4 ° C

Raihan Indonesia Menyentuh 30 Emas Asian Games 2018, Membanggakan Sekaligus Mengejutkan

Wina Setyawatie
PASANGAN pesilat Indonesia peraih medali emas Ayu Sidan Wilantari (kiri) dan Ni Made Dwiyanti (kanan) berpose usai upacara penyerahan medali nomor ganda putri pencak silat seni Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Rabu 29 Agustus 2018.
PASANGAN pesilat Indonesia peraih medali emas Ayu Sidan Wilantari (kiri) dan Ni Made Dwiyanti (kanan) berpose usai upacara penyerahan medali nomor ganda putri pencak silat seni Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Rabu 29 Agustus 2018.

JAKARTA, (PR).- Perolehan medali Indonesia akhirnya menyentuh 30 emas pada pukul 18.00 WIB, Rabu 29 Agustus 2018 dan berada di posisi empat besar. Pencapaian di Asian Games 2018 tersebut dinilai membanggakan dan sekaligus sedikit mengejutkan. Mengingat ini kali kedua Indonesia bisa menyentuh kembali lima besar Asian Games. 

Komandan Kontingen Indonesia, Syafruddin mengatakan hal tersebut dalam jumpa pers di Main Press Center (MPC), JCC Senayan, Jakarta, Rabu 29 Agustus 2018. Terakhir kali Indonesia meraih prestasi tertinggi di multieven olahraga se-Asia tersebut adalah pada 1962, ketika menjadi tuan rumah. Saat itu, dengan perolehan 11 emas, Indonesia menjadi terbaik kedua setelah Jepang. 

Selepas Asian Games keempat tersebut, prestasi Indonesia belum bisa kembali menyamai pencapaian itu. Baru kali ini, akhirnya Indonesia bisa kembali menyentuh empat besar Asia. 

"Ini tentu prestasi yang membanggakan, tapi juga sedikit mengejutkan. Karena kemarin beberapa kali Asian Games (di 10 tahun terakhir) pencapaian Indonesia selalu diluar 10 besar. Terlebih, sebelumnya dari hasil dana analisis selama 1 tahun yang kami lakukan dari hasil TC dan try out keluar negeri, perolehan SEA Games, dan Asian Games sebelumnya, serta pencapaian di kejuaraan level Asia dan dunia, apa yang diperlukan guna memenuhi target 10 besar Asia, hanya 16 emas. Jadi ini lebih banyak," katanya. 

Ada juga target yang meleset



Menurut dia, apa yang dicapai Indonesia hingga kemarin masih akan terus berlanjut. Dia optimis masih akan ada tambahan medali lagi di 3-4 hari ke depan. Mengingat masih ada beberapa cabang olah raga yang masih bertanding dan dinilainya sangat berpeluang medali. 

"Ke depan mudah-mudahan masih akan ada 2-3 medali lagi dalam 3-4 hari ke depan. Harapannya emas, tapi kalau tidak emas, ya perak atau perunggu. Cabor yang masuk probabilitas emas untuk tambahan di hari-hari terakhir ini adalah bridge, kano/kayak, serta olah raga air lainnya yang diharapkan bisa memberikan kejutan," ucap mantan Wakapolri  tersebut. 

Dari 40 cabang yang diikuti oleh Indonesia, hampir semua cabor dinilainya bisa memenuhi target medali yang diminta. Bahkan beberapa cabor, ujarnya memberikan kejutan seperti pencak silat yang awalnya hanya 5 medali emas, ternyata bisa melebihi hingga 14 emas dari 16 nomor yang dipertandingkan. 

"Kemudian yang mengejutkan lainnya adalah balap sepeda MTB dan panjat tebing yang juga bisa melebihi target. Tapi ada juga cabang yang juga meleset dalam pencapaian targetnya. Ya misalnya yang targetnya satu emas, ternyata hanya membukukan satu perak dan satu emas. Namun, bisa dibilang secara keseluruhan tidak ada yang meleset terlalu jauh," ucapnya. 

Syafruddin ingin agar momentum Asian Games ini bisa menjadi kebangkitan bagi olahraga Indonesia. Dia meminta agar apa yang sudah dicapai ini ini bisa dijaga oleh seluruh stakeholder olahraga, Kemenpora, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Komite Olimpiade Indonesia (KOI), dll. Agar prestasi yang telah dihasilkan di 2019 tidak kembali jeblok lagi. 

"Seluruh stakeholder harus solid saling menjaga, karena dalam waktu dekat kita akan menghadapi SEA Games 2019 dan Olimpiade 2020. Jangan berikan ruang waktu sedikitpun untuk tidak memberikan perhatian. Jangan sampai dielu-elukan sekarang, di 2019 prestasinya justru jeblok. Bangun formula dan manajemen yang kokoh, sebab di 2019 kita harus juara SEA Games tidak ada alasan lagi, karena sekarang tidak bisa dipungkiri," kata dia.***

Bagikan: