Pikiran Rakyat
USD Jual 14.503,00 Beli 14.405,00 | Umumnya berawan, 23.9 ° C

Hanifan Mengaku Spontan Peluk Jokowi-Prabowo

Siska Nirmala (error)
PESILAT Indonesia, Hanifa Yudani Kusumah (tengah) saling berpelukan bersama Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Ketua IPSI Prabowo Subianto usai bertanding melawan pesilat Vietnam,  Thai Linh Nguyen s pada final nomor Tarung Putra Asian Games 2018  di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Rabu, 29 Agustus 2018. Hanifa berhasil mengalahkan lawannya dengan skor 3-2 sehingga menambah raihan emas bagi Indonesia.*
PESILAT Indonesia, Hanifa Yudani Kusumah (tengah) saling berpelukan bersama Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Ketua IPSI Prabowo Subianto usai bertanding melawan pesilat Vietnam, Thai Linh Nguyen s pada final nomor Tarung Putra Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Rabu, 29 Agustus 2018. Hanifa berhasil mengalahkan lawannya dengan skor 3-2 sehingga menambah raihan emas bagi Indonesia.*

JAKARTA, (PR).- Pesilat Indonesia Hanifan Yudani Kusumah mengaku refleks saat menyatukan Presiden Joko Widodo dan Ketua PB IPSI Prabowo Subianto dalam pelukan bersama usai meraih emas cabang olahraga pencak silat Asian Games 2018.

"Saya refleks saat memeluk Pak Jokowi dan Pak Prabowo, kemudian berpelukan bersama," ujarnya ditemui usai laga final di Padepokan Pencak Silat di TMII, Jakarta Timur, Rabu, 29 Agustus 2018, seperti dilansir kantor Berita Antara.

Pesilat kelahiran Bandung, 25 Oktober 1997 tersebut memeluk Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto secara bersama-sama usai di tribun kehormatan sembari berbalut bendera Merah Putih.

Usai merayakan kemenangan atas pesilat Vietnam, Thai Linh Nguyen, Hanifan yang turun di kelas C putra 55kg-60kg tersebut menaiki tribun kehormatan dan bersalaman dengan pejabat negara yang hadir.

 

Momentum tersebut tak disangkanya menjadi sorotan publik Tanah Air karena ia mengaku spontanitas dan dilakukan demi membuktikan kepada masyarakat bahwa pencak silat tidak ada politik.

"Niatannya silaturahim dan semoga Indonesia rukun dan selalu damai. Di pencak silat juga tidak ada politik-politikan," ucap putra pasangan Dewiyanti dan Dani Wisnu tersebut.

Selain sukses di Asian Games 2018, Hanifan adalah peraih medali emas PON Jawa Barat 2016, kemudian menjadi yang terbaik pada "World Champions" di Bali pada 2016, serta Malaysia Terbuka di Pinang dan Sabah. 

Sementara itu, atas raihan yang diraih, ia mengaku bersyukur dan bangga karena bisa membawa harum nama bangsa, sekaligus menambah koleksi medali emas kontingen Indonesia.

"Terima kasih kepada semua pihak yang membantu dan mendoakan. Medali ini untuk keluarga, pelatih, dan masyarakat Indonesia," katanya sembari mengaku belum memikirkan penggunaan uang Rp1,5 miliar yang akan diterimanya sebagai bonus dari pemerintah.***

Bagikan: