Pikiran Rakyat
USD Jual 14.619,00 Beli 14.521,00 | Berawan, 21.8 ° C

Lahirkan Atlet Peraih Emas Asian Games 2018, Putra Siliwangi Pusat Butuh Perhatian Pemerintah

Miradin Syahbana Rizky

JAKARTA, (PR).- Mampu menghasilkan pesilat yang berprestasi di level dunia dan Asia, Padepokan Seni Bela Diri Pencak Silat Putra Siliwangi Pusat merasa bahwa pemerintah masih abai terhadap olahraga para pendekar silat ini. Menurut Pendiri padepokan Taufik Mahmud, baik pemerintah daerah, provinsi hingga pusat seperti kurang paham bagaimana cara melestarikan serta mengembangkan potensi seni beladiri terutama di Padepokan Seni Bela Diri Pencak Silat Putra Siliwangi Pusat Kabupaten Garut.

“Tidak ada perhatian dari pemerintah Kabupaten Garut, Pemprov Jabar dan pemerintah pusat terhadap kami. Padahal, kami adalah salah satu padepokan seni bela diri pencak silat yang mampu menyumbangkan atlet Indonesia untuk berprestasi di level Asia dan dunia,” ucap Taufik yang ditemui usai memberikan selamat kepada tiga pesilat asal Kabupaten Garut yang mampu meraih medali emas Asian Games, di TMII, Jakarta, Selasa 28 Agustus 2018.

Dia menambahkan, saat ini pihaknya tak membutuhkan perhatian yang berlebih dari pemerintah. Taufik hanya ingin pemerintah membantu Padepokan Seni Bela Diri Pencak Silat Putra Siliwangi Pusat di Kabupaten Garut agar memiliki fasilitas lengkap untuk berlatih. “Kondisi kami saat ini belum layak. Karena kami masih minim fasilitas untuk berlatih. Minim saja mampu menlahirkan pesilat berprestasi bagaimana jika nanti pemerintah mampu memberikan bantuan tersebut. Insya Allah kami akan terus melahirkan pesilat berbakat,” tuturnya.

Selain soal fasilitas, Taufik berharap ada perhatian dari segi perhatian kepada para atlet dan pelatihnya. Menurut dia, tak sedikit tawaran dari daerah lain agar para atlet berprestasi ini mau bergabung. “Kalau kami mau menjual tanda kutip mereka ke daerah lain tentu bisa. Tapi karena demi Kabupaten Garut maka kami terus pertahankan mereka sehingga mereka masih tetap bertahan,” ujarnya.

Menurut dia, tak mudah untuk membina seorang pesilat menjadi seorang yang berprestasi. Namun, berkat kegigihan semuanya para pesilat Kabupaten Garut yang tergabung di tim seni regu putra dan regu putri Indonesia mampu berprestasi di kancah Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. “Yang membina mereka dari awal adalah kami. Padepokan mendidik mereka bisa menjadi pesilat tangguh tanpa mengeluarkan separakpun. Tapi, yang sulit adalah ketika harus mempertahankan prestasi yang sudah baik jangan sampai turun begitu saja,” tuturnya.

Harapan perhatian pemerintah



Untuk itu, dia berharap kedepannya ada perhatian lebih dari pemerintah. Sebab, pencak silat adalah budaya lokal yang memang perlu dilestarikan dan dikembangkan. Terlebih, ada rencana pencak silat siap mendunia melalui pesta olahraga seperti Olimpiade. “Pencak silat sudah mendunia. Untuk itu, kita harus siap dengan fasilitas dengan level internasional. Jangan sampai orang luar negeri yang ingin datang kesini untuk menimba ilmu pencak silat tidak mendapatkan fasilitas yang memadai,” ucapnya.

Sebelumya, tiga wakil Indonesia asal Kabupaten Garut yakni Nunu Nugraha, Asep Yuldan Sani dan Anggi Faisal Mubarok mampu meraih poin tertinggi dan berhak atas medali emas di Asian Games 2018 di kategori seni tim putra. Selain mereka, Padepokan Seni Bela Diri Pencak Silat Putra Siliwangi Pusat juga berpeluang mencatat sejarah lagi jika tiga wakilnya yakni Lutfi Nurhasanah, Pramudita Yuristya dan Gina Tri Lestari mampu menyumbangkan emas bagi Indonesia di Asian Games 2018 kategori seni tim putri. ***

Bagikan: