Pikiran Rakyat
USD Jual 14.503,00 Beli 14.405,00 | Umumnya berawan, 23.9 ° C

Tenis Buat Kejutan, Christoper Rungkat Lupa dengan Medali Emas

Wina Setyawatie
GANDA campuran Indonesia Aldila Sutjiadi dan Christopher Rungkat merayakan kemenangan atas petenis Thailand Luksika Kumkhum dan Sonchat Ratiwatana pada laga final tenis ganda campuran Asian Games 2018 di Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu 25 Agustus 2018.*
GANDA campuran Indonesia Aldila Sutjiadi dan Christopher Rungkat merayakan kemenangan atas petenis Thailand Luksika Kumkhum dan Sonchat Ratiwatana pada laga final tenis ganda campuran Asian Games 2018 di Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu 25 Agustus 2018.*

PALEMBANG, (PR).- Tenis mempersembahkan emas ke-10 bagi Indonesia di ajang Asian Games 2018. Emas ke-10 datang dari nomor ganda campuran lewat pasangan Christoper Rungkat-Aldilla Sutjiadi.

Di final yang berlangsung di Jakabaring Tennis Center Palembang, Sabtu 25 Agustus 2018, Christoper Rungkat-Aldilla Sutjiadi sukses mengemas kemenangan 2-1 atas ganda Thailand Luksika Kumkhum-Ratiwatana Sonchat lewat super tie break dengan skor akhir 6-4, 5-7 (10-7)  dalam pertandingan berdurasi lebih dari dua jam.

Raihan itu menjadi medali emas kedua bagi Indonesia di nomor campuran setelah cukup lama absen meraih medali emas. Terakhir nomor ini menyumbangkan emas pada Asian Games 1990 lalu dari  Yayuk Basuki dan Hary Suharyadi.

Secara keseluruhan, Christoper Rungkat-Aldilla Sutjiadi juga menjadi medali emas ke-15 bagi Indonesia sepanjang keikutsertaan tim Merah Putih di ajang ini sejak 1958 di Tokyo.

Emas ini juga jadi penghapus dahaga cabang tenis setelah puasa medali sejak 2002 lalu. Medali terakhir cabang ini dihasilkan 16 tahun lalu lewat tim beregu putra yang memperoleh perunggu.

Medali emas dari cabang ini menjadi kejutan. Pasalnya, tenis tidak masuk dalam 14 cabang olah raga yang diproyeksikan merebut medali emas. Terlebih, yang dikandaskan oleh Christoper Rungkat-Aldilla Sutjiadi adalah unggulan kelima sedangkan mereka hanya unggulan ke-11.

Usai pertandingan, Christoper Rungkat-Aldilla Sutjiadi mengatakan bahwa dia senang akhirnya bisa mengakhiri masa paceklik medali di Asian Games 2018 karena cukup lama tidak menyumbangkan emas, bahkan Christoper Rungkat lupa bahwa mereka sedang bertanding untuk medali emas.

"Senang bisa mengakhiri masa paceklik medali di Asian Games. Setelah beberapa tahun, saya juga lupa dengan adanya medali emas. Saya dan Aldilla bangga sekali," ujar Christoper Rungkat. Keduanya senang, karena bisa membuktikan bahwa tenis juga harusnya layak diperhitungkan untuk medali.

Menurutnya, kunci kemenangan mereka adalah karena bisa bermain lepas. Strategi yang diterapkannya, bermain di depan dan Aldilla di base line berjalan mulus hingga babak final.

"Kami bermain lepas hari ini. Strategi kami sampai di final ini semua berjalan lancar. Sempat kecolongan di set kedua, karena lawan lebih solid, tapi kami kembali bisa menguasai permainan pada saat super tie break. Kami bermain lebih cepat di set penentuan," ujarnya.

Aldilla Sutjiadi menuturkan, bermain dengan pasangan Thailand tersebut susah-susah gampang. Pemain putrinya, Sonchat, merupakan pemain berpengalaman.

"Kesulitannya, pemain Thailand yang perempuan bagus. Dia punya peringkat di top 100 dan juga biasa bermain ragkap dan berpengalaman. Servisnya juga bagus, meski bola tidak naik tapi mematikan. Tapi untungnya, kami bisa tampil bagus hari ini dan memenangkan pertandingan," ujarnya.

Seperti peraih emas lainnya, Christoper Rungkat-Aldilla Sutjiadi pun akan mendapatkan bonus uang dari pemerintah. Hal itu dipastikan langsung oleh Menpora Imam Nahrawi yang juga turun menyaksikan langsung laga final tersebut.

Bagi Christoper Rungkat, bonus tersebut akan digunakannya untuk modal masuk Top 20. Sebelum Asian Games 2018, Christoper Rungkat sedang menjalani beberapa tur ATF untuk mencari peringkat dunia.

"Uangnya untuk tur masuk top 20. Sementara medali emas ini saya persembahkan untuk para insan tenis tanah air, pendukung Indonesia, keluarga saya, pelatih, serta semua orang yang telah memberikan impact dalam karier saya. Ini untuk Pelti juga," ujarnya.

Menpora Imam Nahrawi mengapresiasi hasil positif di cabang tenis yang sebenarnya tidak diproyeksikan meraih medali emas. Atas prestasi yang telah ditorehkan Christoper Rungkat dan Aldilla Sutjiadi, keduanya akan mendapatkan bonus tambahan. Bila satu emas akan mendapat Rp 1,5 miliar, maka bagi kedua petenis masing-masing akan mendapatkan bonus Rp 1 miliar.

"Pasalnya ini adalah sejarah. Kalau atlet tunggal kami berikan bonus Rp 1,5 miliar. Tapi kami lihat lagi, kalau dia ganda bonusnya Rp 1 miliar. Beda lagi kalau regu banyak, belum dihitung," ujar Imam Nahrawi.

Dengan pencapaian apik tenis itu, dia mengharapkan dari sumbangsih emas dari cabang lainnya yang mungkin juga tidak diperhitungkan. Dia menilai bahwa Palembang memiliki tuah luar biasa.

"Mudah-mudahan ke depan, peluang medali emas kita semakin bertambah. Yang belum dapat jangan putus asa, usaha terus karena masih ada hari esok," katanya.***

Bagikan: