Pikiran Rakyat
USD Jual 14.433,00 Beli 14.335,00 | Umumnya berawan, 27.8 ° C

7 Kejadian Dramatis Selama Asian Games 2018

Yusuf Wijanarko
PARA pemain Timnas U-23 Indonesia kecewa saat menerima kekalahan atas Uni Emirat Arab di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten  Bekasi, Jumat 24 Agustus 2018). Indonesia tidak bisa melanjutkan ke babak selanjutnya karena kalah lewat adu penalti.*
PARA pemain Timnas U-23 Indonesia kecewa saat menerima kekalahan atas Uni Emirat Arab di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jumat 24 Agustus 2018). Indonesia tidak bisa melanjutkan ke babak selanjutnya karena kalah lewat adu penalti.*

ASIAN Games 2018 di Jakarta dan Palembang memunculkan beberapa kisah terkait perjuangan atlet untuk meraih podium tertinggi.

Sejak dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo pada 18 Agustus 2018 hingga hari ke-8, Sabtu 25 Agustus 2018, terdapat sejumlah kejadian dramatis di arena pertandingan. Berikut ini tujuh di antaraya seperti dilaporkan Antara

1. Paralayang



Atlet paralayang asal Afganistan Lida Hozoori jatuh dari ketinggian 15 meter saat bertanding di Puncak Mas, Bogor, Rabu 23 Agustus 2018).

Lida gagal mendarat dengan mulus karena parasutnya kolaps yang diduga karena adanya tiupan angin mendadak.

Akibatnya, Lida mengalami patah tulang kaki dan tulang rusuk sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.

2. Angkat besi



Atlet angkat besi andalan Indonesia Triyatno gagal meraih medali gara-gara terjadi miskomunikasi antara atlet, pelatih, dan asisten pelatih saat bertanding di kelas 69 kg putra.

Triyatno yang tampil di final Grup A akhirnya hanya menempati posisi keempat dengan total angkatan 329 kg (snatch 147 kg, clean and jerk 182 kg).

Kesalahan komunikasi terjadi di momen angkatan clean and jerk. Seharusnya Triyatno mengawali angkatan clean and jerk dengan bobot 180 Kg, tapi angkatan pertamanya justru menempatkan angka 175 Kg karena pelatih belum menambahkan bebannya.

Hal itu menjadi dramatis karena selisih total angkatan peraih medali perak asal Uzbekistan dan peraih medali perunggu asal Kirgizstan hanya 1 Kg.

Akhirnya, Triyatno hanya bisa menempatkan 182 Kg pada angkatan kedua dan 186 kg pada angkatan ketiga.

Menurut Triyatno, 186 kg seharusnya ditempatkan pada angkatan kedua.

3. Bulu tangkis



kegagalan tim beregu putra bulu tangkis Indonesia di final saat berhadapan dengan Tiongkok sangat dramatis. Anthony Ginting sebagai pemain tunggal mengalami cedera saat berhadapan dengan Shi Yuqi.

Pertandingan berlangsung penuh drama karena Anthony Ginting harus berjuang mati-matian hingga kakinya harus diseret. Pada akhirnya ia harus berhenti di saat skor 20-21 pada game ketiga.

4. Renang



Kejadian berikutnya datang dari arena renang. Dua tim yang berlaga di nomor estafet 4x100 meter gaya ganti putri cabang olah raga renang didiskualifikasi . Awalnya, Jepang meraih medali emas di nomor estafet 4x100, dibayangi Tingkok dan Korea Selatan yang meraih medali perak dan perunggu. Namun, hasil itu dibatalkan juri.

Juri membatalkan perolehan medali perak dan perunggu bagi Tiongkok dan Korea Setalan karena mereka meloncat terlalu cepat saat pergantian perenang.

Dengan keputusan akhir itu, tim estafet Hong Kong naik ke posisi kedua dan berhak atas medali perak dan tim Singapura meraih perunggu.

5. Sepak bola



Kegagalan timnas U-23 Indonesia di babak 16 Besar saat kalah oleh Uni Emirat Arab dalam adu penalti 4-3 menyisakan cerita penuh haru. Kedua tim bermain imbang 2-2 hingga babak tambahan waktu. Padahal Indonesia menjadi juara Grup A yang juga dihuni Palestina, Hong Kong, Laos, dan Taiwan.

6. Sepak bola putri



Timnas sepak bola putri bagal melaju ke babak 8 Besar lantaran kalah selisih satu gol dari Hong Kong.

Jika hanya kebobolan 11 gol saat melawan Korea Selatan, Indonesia akan melangkah ke fase beriktunya. Namun, pada pertandingan itu Indonesia dipukul 0-12 dan lebih menyediakannya lagi,  gol ke-12 lawan tercipta pada menit-menit akhir.

7. Jetski



Dua atlet kakak beradik Aero Sutan Aswar dan Aqsa Sutan Aswar tak bisa meraih medali emas karena terjadinya kerusakan mesin. Aqsa yang sudah memimpin di tiga balapan harus mengubur impiannya meraih medali emas setelah jetski yang dipakainya tiba-tiba mati di tengah pertandingan nomor rounabout limited di Ancol, Jakarta.

Aqsa harus puas hanya meraih medali perunggu sementara kakaknya Aero meraih medali perak.***

Bagikan: