Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Hujan petir singkat, 21.4 ° C

Penjelasan Panitia Asian Games 2018 Terkait Tiket Habis tetapi Kursi Kosong

Siska Nirmala (error)
Membeli tiket Asian Games 2018 melalui situs belanja dalam jaringan (online).8
Membeli tiket Asian Games 2018 melalui situs belanja dalam jaringan (online).8

JAKARTA, (PR).- Ketua Deputi II Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (INASGOC) Francis Wanandi di Jakarta, Jumat, 24 Agustus 2018 malam, memberikan penjelasan tetang keluhan masyarakat tentang habisnya tiket pertandingan tetapi kursi di arena masih banyak yang kosong.

Salah satunya adalah karena vendor yang lama, yaitu kiostix ternyata bermasalah. Sehingga, pihak INASGOC melakukan perpindahan vendor untuk penjualan tiket dari kiostix.com ke blibli.com, tiket.com dan loket.com.

"Saat ini dalam masa transisi, di satu lain kami menutup yang lama dan membuka penjualan tiket yang baru, kita harap setelah ini tidak akan ada lagi keluhan," kata Fancis, seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Dia mengatakan, saat ini penonton Asian Games 2018 yang membeli secara daring tidak perlu lagi menukarkan tiket elektroniknya menjadi tiket fisik.

Penonton cukup menunjukan tiket elektronik untuk langsung masuk ke arena. Penjualan secara daring ini juga dimaksudkan untuk mengurangi potensi calo yang mengintai.

Dia mengatakan salah satu faktor yang membuat bangku terlihat kosong adalah banyak masyarakat khususnya masyarakat Indonesia yang hanya ingin menonton tim Indonesia saja, padahal tiket yang dibelinya adalah tiket untuk keseluruhan pertandingan.

"Itu terlihat kosong karena penonton Indonesia hanya ingin melihat tim Indonesia saja, contoh pertandingan basket, padahal tiket yang mereka beli untuk empat pertandingan, tetapi tim Indonesia bermain pada pertandingan terakhir, akhirnya tiga pertandingan awal tidak terisi penonton, padahal tiketnya sudah dibeli," kata dia.

Untuk memberi pelayanan penuh kepada penonton, INASGOC juga mengurangi kapsitas kursi untuk penonton yang terakreditasi agar masyarakat memiliki kesempatan untuk menoton pertandingan secara langsung.

"Selama ini ada 30 sampai 40 persen dari total kursi yang ada di venue untuk penonton yang terakrediatsi yaitu media, broadcaster, atlet, federasi juga tamu VVIP. Nah jumlah ini akan kita kurangi. Sesuai kesepakatan dengan OCA jumlah itu sekarang hanya menjadi 10 persen dari kapasitas," kata dia.***

Bagikan: