Pikiran Rakyat
USD Jual 14.558,00 Beli 14.460,00 | Umumnya berawan, 19.9 ° C

Luis Milla Pamit Kembali ke Spanyol Usai Timnas U-23 Tersingkir dari Asian Games 2018

Wina Setyawatie

CIKARANG, (PR).- Ambisi untuk bisa mendapatkan medali dari cabang sepakbola di Asian Games 2018 harus tertunda. Kekalahan atas UEA di babak “16 Besar” yang berlangsung di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jumat, 24 Agustus 2018 lah yang jadi penyebabnya.

Indonesia harus tunduk 3-4 dalam adu pinalti, setelah mampu menyamakan kedudukan 2-2 dalam waktu 120 menit. Hasil ini mengulang pencapaian Timnas empat tahun lalu, di Incheon Korea dimana Indonesia juga tersingkir di babak 16 besar. Saat itu Korea Utara lah yang menjadi mimpi buruk Timnas. 

Usai laga tersebut, Pelatih Timnas U-23 Luis Milla akan melakukan perpisahan. Dia mengatakan akan kembali ke Spanyol.

Milla mengaku belum tahu apakah akan lanjut menangani Timnas atau tidak di pertandingan selanjutnya di Piala AFF akhir tahun ini.

 

“Sampai saat ini belum ada yang menghampiri bertanya kepada saya. Saat ini yang ingin saya lakukan adalah menyampaikan perpisahan kepada para pemain untuk kembali ke Spanyol. Saya masih marah, karena anak-anak tidak berhak diperlakukan seperti ini. Berhenti karena orang yang tidak kompeten, saya masih sangat sensitif,” tuturnya.

Namun para pemain berharap bila Luis Milla mau tetap melatih Timnas Indonesia. Karena menurut Andritany, setelah kedatangan Milla ada progres bagus dalam Timnas

“Sebagai pemain senior, saya minta Milla dipertahankan. Karena sepakbola kita dari sebelumnya jelas berbeda” ujarnya.

Kemenangan yang dirampok



Kekalahan dari UEA dinilai Pelatih Timnas Indonesia Luis Milla bukan karena kalah kualitas, tapi karena dirampok oleh wasit. Hal tersebut membuatnya emosional, kecewa berat. Karena dia menilai bahwa pemainnya sudah kerja keras dan bermain luar biasa, hingga tidak berhak tereliminasi dengan cara seperti itu. 

“Kami tuan rumah, tapi kok begini. Buat saya wasit tidak ada level memimpin sekelas Asian Games. Mungkin dia bisa memimpin pertandingan, tapi dia tidak punya hati. Dia tidak lihat perjuangan pemain. Saya kira dia tidak bisa lanjut jadi wasit Asian Games," tuturnya.

Hal itu diungkapkan Milla karena kepimpinan wasit Evans yang dinilai berat sebelah. Sebelumnya kedua tim bermain imbang 2-2 dalam waktu normal 90 menit ditambah 2 kali perpanjangan waktu 15 menit. Dalam waktu tersebut, dua gol UEA dihasilkan dari dua penalti yang dihadiahi Evans kepada UEA.

Kedua gol dieksekusi oleh Zayed Alameri di menit ke-20 dan 65. Penalti kedua yang diberikan oleh Evans dinilai seharusnya tidak terjadi, mengingat hal itu tidak jelas. Penalti terjadi setelah Hamsamu dianggap melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti kepada pemain UEA. Hal itu yang dinilai oleh Milla maupun Andritany Ardhiyasa telah merampok kemenangan Indonesia. Karena mereka dicurangi. 

“Malam ini kami benar-benar dirampok wasit. Kami bermain luar biasa, tapi pinalti kedua UEA itu harusnya tidak terjadi, karena itu masih 50:50,” kata Andritany.

Wasit kontroversial



Wasit Australia yang memimpin pertandingan semalam adalah Shaun Robert Evans. Ia memang banyak mengeluarkan keputusan kontroversi. Pertama tidak memberikan kartu Kuning bagi kiper UEA Mohamed Alahamsi yang menunda-nunda pertandingan. Lalu, pelanggaran keras yang dilakukan pemain UEA terhadap Ilham Udin pun hanya berbuah kartu Kuning, padahal seharusnya Merah. 

Puncaknya adalah ketika Evans memberikan Kartu Merah kepada Asisten Pelatih Timnas U-22 Bima Sakti yang melempar botol air ke tanah, setelah gol kedua Stefano Lilipaly mampu menyamakan kedudukan. Bima dianggap melakukan aksi berlebihan oleh Evans. 

Nama Shaun Evans telah akrab di telinga pecinta sepak bola tanah air. Pasalnya dia pernah memimpin pertandingan Liga 1 musim lalu. Laga panas antara Persija melawan Persib di Solo.

Pada laga tersebut dia juga mengeluarkan keputusan kontroversi. Dimana dia mengabulkan gol Persib dan menyebabkan tim asal Kota Bandung itu kalah. Dia juga memberikan pinalti kepada Persija tanpa alasan jelas di laga tersebut, serta memberikan kartu Merah untuk Vladimir Vujovic yang kemudian membuat Persib memilih walk-out pada pertandingan itu. 

Meskipun kalah, tapi Luis Milla memberikan kredit untuk para pemainnya, terutama Saddil Ramdani yang dinilainya mampu membuat permainan lebih hidup ketika Indonesia tertinggal. Saddil sendiri masuk di menit le-69 menggantikan Irfan Jaya.

 

“Dengan masuknya Saddil, kita jadi ada kedalaman di tingkat. Dia punya kemampuan melebar dan membuat permainan kita ada progres ketika tertinggal. Laga lebih terbuka,” ujarnya. ***

Bagikan: