Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 22 ° C

Langkah Timnas U-23 Terhenti Lewat Drama Adu Penalti di Asian Games 2018

Yusuf Wijanarko
PEMAIN Timnas U-23 Indonesia Alberto Goncalves berupaya melewati pemain Uni Emirat Arab pada laga babak 16 Besar Asian Games 2018 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jumat 24 Agustus 2018.*
PEMAIN Timnas U-23 Indonesia Alberto Goncalves berupaya melewati pemain Uni Emirat Arab pada laga babak 16 Besar Asian Games 2018 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jumat 24 Agustus 2018.*

CIKARANG, (PR).- Timnas U-23 Indonesia harus mengakui keunggulan Uni Emirat Arab atau UEA setelah berjuang mati-matian hingga ke babak adu penalti.

Dalam laga di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jumat 24 Agustus 2018, kedua tim bermain imbang 2-2 pada waktu normal. Pada babak adu penalti, Indonesia kalah 3-4.

Dua gol UEA pada waktu normal dicetak Zayed Alameri sedangkan dua gol Indonesia diciptakan Alberto Goncalves dan Stefano Lilipaly.

Pada 10 menit pertama, tuan rumah langsung berinisiatif menekan dengan serangan yang dimotori Irfan Jaya dan Febri Hariyadi di kedua sektor sayap. Barisan belakang UEA sempat dibuat kalang kabut. Namun, belum ada ancaman berarti ke gawang Mohammed Alshamsi.

Menit ke-20, Zayed Alameri dijatuhkan oleh Andy Setyo Nugroho saat membawa bola di dalam kotak penalti Indonesia. Wasit langsung menunjuk titik putih. Zayed Alameri maju sebagai algojo tendangan penalti dan sepakan mendatarnya melesak ke gawang Andritany Ardhiyasa.

Serangkaian serangan UEA membuat lini belakang Indonesia kehilangan fokus sehingga Andritany Ardhiyasa beberapa kali harus berteriak mengingatkan rekan-rekannya.

Menjelang turun minum, Indonesia balik mengurung tetapi strategi penjagaan man marking UEA dapat mematahkan sejumlah peluang penting. Tak jarang, Stefano Lilipaly harus berjuang melepaskan diri dari kepungan tiga pemain lawan. Hingga jeda, UEA unggul satu gol.

Drama babak kedua



Memasuki paruh kedua, Stadion Wibawa Mukti bergemuruh kala Alberto Goncalves mencetak gol penyama kedudukan menit ke-52.

Gol bermula dari umpan silang pemain pengganti, Septian David Maulana, yang menyasar tepat ke muka gawang UEA. Meski mendapat kawalan, Alberto Goncalves berdiri di tempat dan waktu yang tepat untuk membelokkan bola dengan sontekannya.

Akan tetapi, UEA kembali mendapat hadiah penalti menit ke-65. Wasit menilai Hansamu Yama menjadtuhkan Shaheen Aldarmki di dalam kotak terlarang. Zayed Alameri kembali menjadi eksekutor dan menetak gol kedua untuk timnya.

Pada 10 menit terakhir, UEA memperlambat tempo pertandingan dan memancing para pemain Indonesia untuk masuk ke area permainannya.

Gol penyeimbang yang dinantikan akhirnya tercipta pada masa injury time. Umpan silang Saddil Ramdani disambut sontekan Stefano Lilipaly dan memaksakan laga berlanjut ke babak tambahan waktu dua kali 15 menit.

Belum usai



Indonesia memperagakan posession football pada 15 menit pertama babak tambahan waktu dan tidak terburu-buru membangun serangan.

Stamina para pemain kedua tim yang terkuras selama dua kali 90 menit membuat skema serangan lebih taktis dengan umpan-umpan silang yang kian tajam. Tak ada gol yang lahir dan pemenang harus ditentukan dengan cara adu penalti.

Pada babak adu penalti, penendang Indonesia Stfano Lilipaly, Alberto Goncalves, Muhammad Hargianto mencetak gol sedangkan Septian David Maulana dan Saddil Ramdani gagal mengeksekusi tendangan dengan sempurna.

Sementara itu, dari 5 penendang UEA, hanya Abdalla Ghanim Alalawi yang gagal mencetak gol.

Bagikan: