Pikiran Rakyat
USD Jual 14.558,00 Beli 14.460,00 | Umumnya berawan, 19.9 ° C

Jelang Pensiun, Debby Susanto Berharap Hasil Bagus di Asian Games 2018

Wina Setyawatie
PEBULU tangkis ganda campuran Indonesia Ricky Karanda Suwardi (kanan) dan Debby Susanto (kiri) mengembalikan kok ke arah pebulu tangkis ganda campuran Nepal RJ Tamang dan N Tamang, pada babak 32 besar ganda campuran Asian Games 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis 23 Agustus 2018.*
PEBULU tangkis ganda campuran Indonesia Ricky Karanda Suwardi (kanan) dan Debby Susanto (kiri) mengembalikan kok ke arah pebulu tangkis ganda campuran Nepal RJ Tamang dan N Tamang, pada babak 32 besar ganda campuran Asian Games 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis 23 Agustus 2018.*

JAKARTA, (PR).- Debby Susanto bersama pasangannya Ricky Karanda Suwandi memulai perjuangannya di nomor ganda campuran perorangan Asian Games 2018 dengan mulus. Mereka mengawali perjalanannya di multievent olahraga se-Asia ini dengan memetik kemenangan di babak pertama atas pasangan Nepal Ratna Jit Tamang-Nangsal Tamang. 

Bertanding di Istora Senayan, Jakarta, Kamis 23 Agustus 2018, mereka menang 21-13, 21-7 dalam waktu relatif singkat 22 menit. Bagi Debby, Asian Games ini akan menjadi yang terakhir. Pasalnya, dia memutuskan untuk pensiun pada tahun depan. 

Hingga dia pun mengharapkan bisa menciptakan akhir manis dalam prestasinya di Asian Games kali ini. Empat tahun lalu, Debby yang berpasangan dengan Praveen Jordan sukses menyumbangkan medali perunggu. Tahun ini dengan pasangan yang baru dia mengharapkan bisa membukukan hasil yang lebih baik lagi dari sebelumnya. 

Terlebih Asian Games kali ini digelar di negeri sendiri. Sebuah kesempatan yang menurut Debby Susanto tidak ingin disia-siakannya. 

"Saya ingin menunjukkan yang  terbaik. Mau kasih yang terbaik, mengingat ini akan jadi Asian Games terakhir. Sedih enggak, tapi lebih kepada terharu. Tapi saya harus bisa mengontrolnya karena kalau terbawa emosi takutnya malah tidak konsentrasi dan over. Target pribadi pasti ingin lebih baik dari sebelumnya. Tapi kita fokus satu per satu dulu. Kami tidak ingin takabur, tapi tetap dengan menjaga motivasi," ujarnya. 

Mengomentari penampilan pertamanya, Debby Susanto mengatakan bila lawannya memang tidak bisa jadi patokan, mengingat Nepal bukan negara bulutangkis. Tapi dia menilai, bahwa penampilan pasangan Nepal ini, terutama pemain putranya cukup bagus. Karena bisa mengimbangi. 

Sementara untuk performa sendiri, ditambahkan Ricky, sejauh ini lapangan tidak ada masalah. Tinggal bagaimana mereka menjaga "chemistry" di dalam dan luar lapangan saja. 

"Jadi kita coba terus menjaga komunikasi, agar solid pada saat di lapangan. Sementara untuk lapangan, tidak ada yang berbeda, karena kami sudah sering main di sini (Istora) sebelumnya," katanya. 

Dua wakil Indonesia di tunggal putri



Sementara itu dari sektor tunggal putri, Indonesia meloloskan dua wakilnya ke babak kedua. Dalam waktu 18 menit, Gregoria Mariska Tunjung berhasil menang telak atas Wei Chi Ng  dari Makau dengan skor akhir 21-4, 21-7. 

Lalu, menyusul Fitriani yang  tanpa kesulitan mengatasi wakil Sri Lanka, Thilini Pramodika Hendahewa dalam dua gim mudah 21-6, 21-4. Keduanya akan mendapatkan tantangan berat di babak kedua. 

Pasalnya, baik Gregoria maupun Fitriani sama-sama akan menghadapi para unggulan. Gregoria akan bertemu dengan unggulan ketiga Pusarla V Sindhu yang maju setelah menundukkan tunggal Vietnam Vu Thi Trang dalam skor ketat tiga gim 21-10, 12-21, 23-21. Sedangkan Fitriani menghadapi Saina Nehwal. Nehwal sendiri maju setelah mengalahkan wakil Iran Soraya Aghaeihajiagha dengan muda 21-7, 21-9. 

Bagi Gregoria, babak pertama ini dimanfaatkannya untuk menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan, sekaligus pemanasan. Mengingat melawan Sindhu bukan hal yang mudah dan dipastikannya akan ketat. 

"Saya sudah beberapa kali ketemu dia, maunya sih beri kejutan. Tapi "step by step" saja. Karena saya tidak mau menjadikan ini beban, tapi justru harus berbalik jadi motivasi. Mengingat target pribadi saya maupun bisa menyumbangkan medali," katanya. 

Bekal catatan tak terkalahkan pada saat bertanding di nomor beregu kemarin menurut Gregoria bisa jadi modal bagus untuknya di nomor perorangan. Dirinya ingin membawa semangat juang yang ditunjukkan di nomor beregu, baik di putra maupun putri ke nomor individu ini. 

"Kalau diberegu, saya merasa ada tim dibelakang yang akan terus merangkul. Tapi kalau di perorangan mungkin kurang beruntung. Itu yang ingin saya ubah. Saya akan bawa semangat nomor beregu, khususnya semangat putra untuk menambahkan motivasi pribadi nanti," ujarnya. 

Sang calon lawan Gregoria, Sindhu mengatakan bila dia tidak ingin meremehkan tunggal peringkat 22 dunia tersebut. Pasalnya, performa Gregoria menurutnya mulai meningkat. 

"Penampilannya cukup baik di beberapa pertandingan. Pastinya saya menantikan pertandingan ini, dia main di publik sendiri, ini tak akan mudah bagi saya. Tapi saya akan berusaha yang terbaik dan main di permainan saya," ujarnya.***

Bagikan: