Pikiran Rakyat
USD Jual 14.325,00 Beli 14.025,00 | Umumnya berawan, 28 ° C

Equestrian Belum Mampu Sumbangkan Medali di Asian Games 2018

Irfan Subhan
ATLET ketangkasan berkuda Indonesia Dara Ninggar Prameswari menunggang kuda pada pertandingan final kelas Equestrian Dressage Individual Intermediate Asian Games 2018, di Jakarta International Equestrian Park, Pulomas, Jakarta, Kamis, 23 Agustus 2018.*
ATLET ketangkasan berkuda Indonesia Dara Ninggar Prameswari menunggang kuda pada pertandingan final kelas Equestrian Dressage Individual Intermediate Asian Games 2018, di Jakarta International Equestrian Park, Pulomas, Jakarta, Kamis, 23 Agustus 2018.*

JAKARTA, (PR).- Tim nasional equestrian Indonesia belum mampu menyumbangkan medali bagi kontingen merah putih di Asian Games 2018. Ini setelah Indonesia kembali gagal pada nomor berkuda tunggang serasi individu (dressage individual intremediate), pada kejuaraan yang berlangsung di Jakarta International Equestrian Park, Pulo Mas, Kamis, 23 Agustus 2018.

Indonesia yang diwakili oleh Dara Ninggar Prameswari dan Larasati Gading, hanya mampu menempati peringkat ke-10 dan 11. Dara bersama kuda tunggannya yang bernama Commodore hanya mampu meraih nilai 67.925 persen.

Sementara itu Larasati Gading dengan kuda tunggangannya Calaiz, hanya mampu meraih peringkat ke-11 setelah juri memberikan nilai 66.715 persen. Medali emas sendiri diraih oleh atlet berkuda asal Hongkong, Jacqueline Wing Ying Siu dengan kuda tunggannya Fuerst on Tour setelah mencatat niali tertinggi 77.045 persen.

Medali perak diraih atlet asal Malaysia, Mohd Qabil Ambak Mahamad Fathil dengan kudanya bernama Rosenstolz yang meraih nilai 76.620 persen. Medali perunggu direbut atlat Korea Selatan, Kim Hyeok dengan kudanya Degas K, yang meraih nilai 75.705 persen.

Larasati dan Dara lolos ke final, setelah melalui babak kualifikasi yang diadakan Selasa, 21 Agustus 2018. Mereka berdua termasuk dalam 15 finalis dressage individual intermediate bersama lawan-lawannya dari berbagai negara seperti Tiongkok, Korea Selatan, Hongkong, China Taipei, Thailand, Iran, dan Jepang.

Usai tampil, Larasati mengaku sudah tampil maksimal dan berupaya mempersembahkan hasil terbaik untuk Indonesia. Dirinya mengaku banyak melakukan kesalaha selama bertanding hingga gagal meyumbangkan medali pada Asian Games 2018.

“Terlalu banyak kesalahan yang dibuat. Persiapan kami juga serba dadakan dan saya baru mencoba kudanya untuk bertanding di sini dan memang belum pernah dicoba gaya bebasnya," tuturnya.

Peraih medali emas di SEA Games 2015 ini menambahkan, dirinya belum menemukan chemistry yang pas dengan kudanya, mengingat adaptasi dengan kuda yang tergolong baru ini baru dilakukan sekitar dua bulan.

Larasati mengatakan, dia baru menerima Calaiza T, yang merupakan kuda asal Denmark, pada Juni sehingga kurang waktu untuk persiapan tanding.

"Waktu diterima, kuda tidak dalam kondisi siap tanding. Jadi kami persiapan kondisi fisik, dan ada perawatan di dokter hewan. Kalau saya diberikan waktu agak sedikit banyak saya mungkin bisa jauh lebih baik," ungkapnya.***

Bagikan: