Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 21.4 ° C

Hari Berganti, Indonesia Jaga Konsistensi Raihan Medali Emas Asian Games 2018

Yusuf Wijanarko

JAKARTA, (PR).- Atlet angkat besi Eko Yuli Irawan menjaga konsistensi kontingen Indonesia dalam perburuan medali emas di Asian Games 2018. Eko Yuli Irawan menjadi yang terbaik di cabang olah raga angkat besi kelas 62 kilogram putra.

Pada perebutan medali yang berlangsung di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Selasa 21 Agustus 2018, Eko Yuli Irawan meraih medali emas setelah mencatatkan total angkatan seberat 311 kilogram, hasil dari angkatan snatch 141 kilogram dan clean and jerk 170 kilogram.

Ia mengungguli atlet Vietnam Trinh Van Vinh yang meraih perak dengan total angkatan 299 kilogram dan medali perunggu menjadi milik atlet Uzbekistan Adkhamjon Ergashev yang membukukan total angkatan 298 kilogram.

Keberhasilan atlet berusia 29 tahun kelahiran Lampung itu disaksikan langsung Presiden Joko Widodo yang hadir ke arena perlombaan angkat besi didampingi Menko PMK Puan Maharani dan Menpora Imam Nahrawi.

"Ini kemenangan untuk Indonesia," kata Eko Yuli, yang meraih medali perak pada Olimpide 2018 di Rio De Jainero, Brasil.

Bagi Eko Yuli Irawan, medali emas itu merupakan yang pertama diraihnya di Asian Games yang pernah diikuti sekaligus yang pertama juga untuk cabang angkat besi di Asian Games 2018.

Antara melaporkan, selain satu medali emas, kontingen Indonesia juga menambah tiga medali perunggu masing-masing dari wushu melalui Ahmad Hulaefi, tim bulu tangkis putri, dan sepak takraw.

Sementara dari cabang olah raga lain yang memperebutkan medali emas seperti balap sepeda gunung nomor cross country, anggar, gulat, menembak, dan taekwondo, duta-duta olah raga Indonesia tak bisa masuk zona perebutan medali.

Tiongkok perkasa



Hingga memasuki hari ketiga, juara umum bertahan Tiongkok masih tetap perkasa dan belum tertandingi dalam perebutan medali emas.

Atlet-atlet dari Negeri Tirai Bambu itu begitu mendominasi dengan mengemas 15 medali emas dari total 28 keping yang diperebutkan di 10 cabang olah raga. Secara keseluruhan, Tiongkok telah mengumpulkan 30 medali emas, 18 perak dan 12 perunggu.

Di peringkat kedua ada Jepang dengan 12 emas, 17 perak dan 17 perunggu, kemudian Korea Selatan dengan 8 emas, 12 perak dan 14 perunggu. Sementara Indonesia ada di urutan keempat dengan 5 emas, 2 perak dan 5 perunggu.

Pundi-pundi emas Tiongkok kembali datang dari arena kolam renang yang menyabet empat medali emas, selain juga dari balap sepeda cross country, wushu, menembak, taekwondo, dan polo air. Dari renang, setidaknya ada dua rekor baru yang diciptakan perenang Tiongkok dan Jepang.

Perenang Tiongkok Liu Xiang mencetak rekor dunia baru untuk nomor 50 meter gaya punggung putri dengan torehan waktu 26,98 detik, lebih cepat dari rekor lama 27,06 detik yang tercatat atas nama rekan senegaranya, Zhao Jing, yang diukir pada Kejuaraan Dunia 2009.

Sementara perenang putri Jepang Rikako Ikee mengukir rekor baru di nomor 100 meter gaya kupu-kupu, ketika mencatat waktu tercepat 56,30 detik dan melampaui rekor sebelumnya yakni 56,61 detik yang dibuat perenang Tiongkok Chen Xinyi pada Asian Games 2014 Incheon.

Selama tiga hari perlombaan renang, Rikako Ikee telah mengumpulkan tiga medali emas, sama dengan yang diraih perenang putra Tiongkok Sun Yang.

Cabang olah raga renang seakan menjadi persaingan antara Tiongkok dan Jepang, karena dari 21 keping emas yang sudah diperebutkan, hanya dua negara yang meraihnya. Tiongkok menyabet 11 medali sedangkan Jepang 10 medali.

Masih ada 20 medali emas lagi yang tersedia dari arena kolam renang hingga perlombaan terakhir pada 24 Agustus 2018 dan persaingan Tiongkok dengan Jepang dipastikan masih akan berlanjut.

Bulu tangkis



Semenatra itu, dari cabang olah raga bulu tangkis yang mempertandingkan babak semifinal nomor beregu, tim putra dan putri Indonesia meraih hasil berbeda.

Tim putri gagal melangkah ke final setelah kalah dari Jepang dengan skor 1-3, sementara tim putra membalas kekalahan itu dengan membekuk Jepang 3-1.

Pada perebutan medali emas yang berlangsung Rabu 22 Agustus 2018, Jonatan Christie dan kawan-kawan akan menghadapi tim kuat Tiongkok yang mengalahkan Taiwan 3-1. Sementara final putri mempertemukan Jepang melawan Tiongkok.***

Bagikan: