Pikiran Rakyat
USD Jual 14.449,00 Beli 14.351,00 | Umumnya berawan, 23 ° C

Bulu Tangkis Indonesia Bertekad Sudahi Penantian 20 Tahun di Asian Games

Yusuf Wijanarko

JAKARTA, (PR).- Tim putra Indonesia akan berupaya menaklukkan tim kuat Tingkok pada babak final bulu tangkis Asian Games 2018 di Istora Senayan Jakarta,Rabu 22 Agustus 2018 untuk mengakhiri penantian panjang perolehan medali emas selama 20 tahun.

Terakhir kali Indonesia meraih medali emas nomor beregu putra terjadi saat Asian Games 1998 usai mengalahkan tuan rumah Tiongkok. Empat tahun berselang, Indonesia kembali masuk final tetapi kalah oleh Korea Selatan.

Kini setelah 20 tahun atau lima kali penyelenggaraan Asian Games, pertemuan kedua negara kembali terulang di partai puncak. Penggemar bulu tangkis di Indonesia tentu tidak ingin melewatkan pertandingan kali ini.

Sebagai tuan rumah dan selalu mendapat dukungan meriah dari suporter selama babak penyisihan hingga semifinal, Jonatan Christie dan kawan-kawan tidak ingin melewatkan kesempatan menjadi yang terbaik kendati kekuatan Tiongkok tidak bisa diremehkan.

Indonesia melaju ke partai puncak setelah mengempaskan Jepang dengan skor 3-1, Selasa 21 Agustus 2018. Sementara Tiongkok menyudahi perlawanan tim kuda hitam Taiwan, juga dengan skor 3-1.

"Ini kesempatan besar untuk meraih emas di Asian Games," kata pelatih ganda putra Indonesia Herry Iman Pierngadi usai Indonesia mengalahkan Jepang di semifinal.

Soal materi pemain, Antara melaporkan, Tiongkok lebih difavoritkan meraih medali emas dibanding tuan rumah. Tiongkok memiliki pemain muda Shi Yuqi dan dua pemain senior, Chen Long dan Lin Dan di sektor tunggal.

Di sektor ganda, Negeri Tirai Bambu mengandalkan pasangan Li Junhui-Liu Yuchen dan Zhang Nan-Liu Cheng.

Sementara Indonesia bertumpu pada Anthony Ginting, Jonatan Christie, dan Ihsan Maulana Mustofa di sektor tunggal. Kemudian pasangan Kevin Sanjaya-Marcus Gideon dan Fajar Alfian-Rian Ardianto di sektor ganda.

"Tentunya kami memiliki strategi untuk menghadapi Tiongkok, lawan pun pasti juga sudah menyiapkan strategi khusus menghadapi Indonesia. Yang penting tetap harus waspada," ujar Herry.

bulu tangkis menjadi salah satu harapan kontingen Indonesia untuk menjaga ritme perolehan medali emas yang sudah diraih selama tiga hari terakhir pelaksanaan Asian Games 2018.

Peluang boling



Selain bulu tangkis, kesempatan menambah medali juga ada di boling yang baru memulai pertandingan di Jakabaring Sport City, Palembang dan langsung memperebutkan satu medali emas nomor trio putri.

Perlombaan nomor trio putri diikuti 13 negara meliputi Tiongkok, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Kazakhstan, Korea Selatan, Macau, Malaysia, Mongolia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Taiwan.

Kecuali Tiongkok, Hong Kong dan Kazakhstan yang hanya menurunkan satu tim trio, sepuluh negara lainnya mengirimkan dua tim.

Tuan rumah diperkuat Alisha Nabila Larasati, Puti Insavilla Armein dan Sharon Adelina Liman di tim pertama serta tim kedua yang terdiri atas Aldila Indryati, Tannya Roumimper, dan Nadia Pramanik Nurmalina.

Pelatih tim boling Indonesia Thomas Tan optimistis anak-anak asuhnya bisa meraih hasil maksimal setelah menjalani persiapan panjang.

"Intinya, atlet sudah siap tempur dan yang pasti kami memiliki target terbaik di sini," kata Thomas.

Menurut dia, Korea Selatan, Malaysia, dan Singapura merupakan negara yang memiliki kekuatan cukup mumpuni pada nomor trio karena diperkuat peboling papan atas yang kerap turun di berbagai ajang internasional.

Akan tetapi sebaliknya, Indonesia juga memiliki persiapan panjang turun di sejumlah kejuaraan bertaraf internasional dengan hasil yang cukup maksimal.

Secara keseluruhan, hari keempat perhelatan Asian Games 2018 menyediakan 31 medali emas yang diperebutkan pada 13 cabang olah raga, meliputi renang, gulat, anggar, senam, menembak, dayung, balap sepeda, wushu, taekwondo, bulu tangkis, boling, angkat besi, dan sepak takraw.

Kontingen Tiongkok yang sehari sebelumnya sukses menyabet 15 medali emas tetap menjadi kekuatan utama dalam perburuan medali selain Jepang, Korea Selatan, Iran, dan India.

Hingga menuntaskan serangkaian pertandingan pada Selasa 21 Agustus 2018 malam, juara bertahan Tiongkok masih bertengger di puncak klasemen dengan mengumpulkan 30 emas, 18 perak dan 12 perunggu.

Mereka unggul jauh dari Jepang yang baru mengoleksi 12 emas, 17 perak dan 17 perunggu, serta Korea Selatan di urutan ketiga dengan 8 emas, 12 perak dan 14 perunggu.

Kontingen Indonesia sementara membayangi di posisi keempat dengan raihan 5 emas, 2 perak dan 5 perunggu.***

Bagikan: