Pikiran Rakyat
USD Jual 14.325,00 Beli 14.025,00 | Umumnya berawan, 28 ° C

Banyak Istigfar, Trik Hansamu Yama Hadapi UEA di Babak 16 Besar Asian Games 2018

Wina Setyawatie
PESEPAK bola Indonesia Hansamu Yama (kiri) berhasil menahan serangan dari pesepak bola Hong Kong Lau ORR Matthew ELLiot Wing Kai (tengah) pada penyisihan Grup A cabang Sepak Bola Asian Games 2018 yang berlangsung di Stadion Patriot Bekasi Senin 20 Agustus 2018.*
PESEPAK bola Indonesia Hansamu Yama (kiri) berhasil menahan serangan dari pesepak bola Hong Kong Lau ORR Matthew ELLiot Wing Kai (tengah) pada penyisihan Grup A cabang Sepak Bola Asian Games 2018 yang berlangsung di Stadion Patriot Bekasi Senin 20 Agustus 2018.*

JAKARTA, (PR).- Timnas U-23 Indonesia bertemu Uni Emirat Arab dalam babak 16 besar sepak bola Asian Games 2018, Jumat 24 Agustus mendatang. Laga Indonesia vs UEA berlangsung di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang.

Besar kemungkinan Timnas U-23 tidak akan mengubah strateginya menghadapi UEA. Sama seperti saat melawan Hong Kong. Terlebih karena mengingat UEA memiliki pemain yang relatif tinggi posturnya.

"Untuk lawan UEA, saya pikir hampir sama dengan saat melawan Hong Kong. Karena mereka juga memiliki pemain yang relatif posturnya tinggi-tinggi. Coach Luis (Pelatih Timnas, Luis Milla -Red.) juga menyampaikan, bila dia pernah melatih di daerah arab. Jadi dia minta agar pemain tetap menjaga kontrol emosi, jaga spirit, dan yang pasti lebih berhati-hari saat melawan mereka," ujar Asisten Pelatih Timnas U-23 Bima Sakti. Ia ditemui usai latihan di Lapangan A, Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Rabu 22 Agustus 2018.

Pada saat bermain melawan Hong Kong, Indonesia memainkan pressing ketat langsung dari depan, yakni pada saat bola masih di daerah lawan. Dengan umpan-umpan pendek dan permainan cepat.

"Seperti yang Milla katakan, bahwa dia sudah mengenal karakter mereka. Makanya dia bilang agar pemain pada saat pertandingan harus tetap fokus pada pertandingan. Jangan sampai terpancing bisa ada provokasi dan tetap bermain maksimal dengan pola yang nanti akan diterapkan," kata Bima Sakti.

Terpantau, Milla tidak menerapkan latihan berat. Pelatih hanya memfokuskan untuk pemulihan kondisi pemain.

"Kita recovery trainning hari ini. Latihan di bagi dua, pemain yang kemarin main lebih dari 80 menit dan 90 menit agak terpisah. Mereka latihan rondo, dan ada jogging sedikit. Sementara yang tidak berkesempatan main kemarin, ada latihan taktik sedikit dengan Milla. Bagaimana crossing penyelesaian dan small side game juga," ujar Bima.

Jaga kondisi dan banyak istigfar



Terkait dengan rotasi pemain pada laga knock out nanti, mantan pemain Primavera tersebut mengatakan jika dirinya belum tahu. Milla menurutnya masih akan melihat kondisi latihan terakhir hari ini, Kamis 23 Agustus 2018, untuk persiapan pertandingan Jumat nanti.

Bima mengatakan bila Milla sangat mengingatkan Alberto Goncalves dan Stafeno Lilipaly, sebagai dua pemain terdepannya, untuk menjaga kondisi mereka. "Tadi Milla hanya menyampaikan, dengan canda kecil, kepada Beto dan Lilipaly kalau kita sudah lama TC. Jumat besok, berarti sudah satu bulan. Jadi mereka berdua diingatkan untuk tetap jaga istirahatnya guna jaga kebugaran. Makan juga diingatkan untuk dijaga," ucapnya.

Sang Kapten Tim, Hansamu Yama Pranata menambahkan bila jelang babak "16 besar" ini, di sesama pemain hanya melakukan penguatan mental saja. Mereka menurutnya saling menguatkan keteguhan hati masing-masing. Sementara untuk taktik, dirinya dan rekan-rekannya menegaskan mempercayakannya kepada pelatih.

Terkait siapa yang diwaspadai di Tim UEA, Hansamu Yama mengatakan jika semua pemain lawan berbahaya. Hingga dirinya mengaku harus lebih waspada, apalagi rekor mereka dengan tim-tim Timur Tengah sejauh ini tidak terlalu bagus.

"Tentu semua diwaspadai. Seperti kata coach, dari postur tubuh terutama, pemain Timur Tengah jauh lebih tinggi dari kita. Saya sendiri mempersiapkan diri untuk tidak terprovakasi lagi dengan permainan lawan. Tadi sudah diingatkan coach, disuruh untuk tahan emosi sedikit. Jadi saya banyak istigfar saja," tuturnya.

Jika melihat rekor Indonesia dengan tim-tim Timur Tengah, memang sejauh ini hasilnya kurang memuaskan. Semenjak dipegang Milla, Februari 2017 lalu, dua kali uji coba dengan Tim Timur Tengah selalu berbuah kekalahan. Laga uji coba pertama adalah lawan Suriah pada November 2017 lalu, ketika itu Timnas kalah tipis 0-1. Begitu juga dengan laga uji coba kedua dengan Bahrain pada 17 April 2018, Timnas juga kalah tipis 0-1.

Laga terakhir dengan tim Timur Tengah adalah saat melawan Palestina di penyisihan Grup A Asian Games 2018 ini. Di laga ini, lagi-lagi Indonesia kalah tipis 1-2.

Optimistis



Melihat rekor, pasti laga nanti akan berat bagi Timnas. Tapi Hansamu Yama tetap optimistis bisa untuk memetik kemenangan untuk maju ke babak berikutnya.

"Meski kita belum punya rekor bagus, tapi saya sendiri tetap optimis menang. Seperti lawan Palestina kemarin, koreksi dari pelatih tidak ada. Hanya penguatan saja untuk laga nanti. Karena kita belum pernah menang lawan tim Timur Tengah, maka ini adalah saatnya kita untuk menang," ucap dia.***



 

Bagikan: