Pikiran Rakyat
USD Jual 14.433,00 Beli 14.335,00 | Cerah berawan, 28.8 ° C

Atlet Asian Games 2018 Puji Bendung Rentang Venue Kano Terbaik Indonesia

Tati Purnawati
ATLET kano Indonesia Sumitha Kurnia dan Reski berbincang usai tanding kano slalom Asian Games 2018, di Bendung Rentang, Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Rabu 22 Agustus 2018.*
ATLET kano Indonesia Sumitha Kurnia dan Reski berbincang usai tanding kano slalom Asian Games 2018, di Bendung Rentang, Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Rabu 22 Agustus 2018.*

MAJALENGKA,(PR).- Bendung Rentang di  Kecamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengka, yang saat ini dipergunakan sebagai arena Asian Games 2018 dianggap area kano terbaik di Indonesia. Untuk itu pelatih dan atlet kano berharap Bendung Rentang bisa menjadi tempat permanen sebagai arena kano berbagai even.

Menurut keterangan Pelatih Kano Uyun M Gunawan, Indonesia selama ini belum memiliki arena kano slalom yang baik. Di samping masalah olah raga ini baru dikembangkan dua setengah tahun terakhir, tak heran jika atlet kano sekarang hampir seluruhnya berasal dari kayak.

“Ini arena terbaik yang dimiliki Indonesia. Airnya deras dan mengalir. Secara teknis Bendung Rentang ini sangat memadai, memenuhi standar arena Asia. Tempatnya luas, kejernihan juga cukup, hanya sayangnya ini tidak permanen. Karena ternyata ini adalah Saluran Induk Irigasi yang airnya dipergunakan untuk mengairi sawah,“ ucap Uyun.

Menurutnya jika ingin pembibitan berjalan dan arena yang memadai, seperti halnya di Bendung Rentang.

Selama ini menurutnya latihan kano kurang optimal bagi atlet nasional menjelang Asian Games 2018 dilakukan di Jatiluhur yang airnya tenang. Sehingga ketika bertanding langsung dengan air deras dan menghadapi atlet Asia lainnya cukup berpengaruh pada mental.

Para atlet Indonesia ini baru memulai latihan di air deras 14 hari sebelum bertanding. Itu pun perahunya masih perahu lama yang kondisinya sudah kurang baik malah ada yang bocor. Perahu untuk bertanding baru dikirim seminggu menjelang tanding.

Atlet kano terbatas



Jumlah atlet kano di Indoensia saat ini masih sangat terbatas. Atlet yang saat ini ikut tanding di Asian games hampir seluruhnya berasal dari kayak. Karena kano baru berlatih dua tahun setengahan. Persoalannya antara lain adalah tempat yang belum dimiliki, pembibitan atlet juga belum berkembang  karena kompetisi belum berjalan secara rutin setiap tahun. Padahal untuk melakukan pembibitan jenjang kompetisi harus ada.

Misalnya saja ada kompetisi di tingkat sekolah atau  dari umum yang dilakukan di tiap kabupaten/kota, kemudian ada kompetisi tingkat provinsi dan nasional. Jika demikian maka pembibitan akan berjalan secara baik.

“Atlet yang sekarang ikut di Asian Games ini semuanya hasil seleksi dari PON yang berlangsung di Jawa Barat kemarin, mereka berasal dari kayak. Tidak ada seorangpun yang atlet kano slalom. Setelah seleksi mereka baru dilatih ke kano untuk persiapan Asian Games dengan lapangan air tenang,” ungkap Uyun.

Hal ini dibenarkan dua atlet Sumita Kurnia dan Reski. Mereka berdua mengikuti pelatihan di Jatiluhur dengan kondisi air tenang dan perahu lama yang mereka miliki.

Mereka berharap, bisa memiliki lapangan yang memadai sehingga disaat bertanding bisa lebih mempersiapkan diri dengan kondisi air yang sebenarnya.***

Bagikan: