Pikiran Rakyat
USD Jual 14.619,00 Beli 14.521,00 | Badai petir, 21.1 ° C

Lifter Indonesia Sri Wahyuni Raih Medali Perak di Asian Games 2018

Irfan Subhan
LIFTER Indonesia Sri Wahyuni menunjukan kemampuannya pada 48kg putri Asian Games 2018 di, Ji-Expo Kemayoran, Jakarta, Minggu 20 Agustus 2018. Sri hanya sanggup menyumbangkan perak setelah dikalahkan oleh lifter asal Korea Utara.*

JAKARTA, (PR). -  Lifter Indonesia, Sri Wahyuni Agustiani hanya mampu meraih medali perak di cabang olah raga angkat besi kelas 48 kg putri Asian Games 2018. Pada pertandingan yang berlangsung di Hall A Jiexpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin 20 Agustus 2018, Korea Utara bawa pulang emas. 

Sri Wahyuni merupakan atlet andalan asal Jawa Barat mencetak total angkatan 195 kilogram. Sementara medali emas diraih oleh lifter asal Korea Utara, Song Gum RI yang tergabung di unifikasi Korea dengan total angkatan 199 kg. Medali perak diraih Thailand melalui atletnya Thunya Sukhcaroen dengan total angkatan 189 kg. 

Di angkatan snatch, Sri mampu tampil gemilang dengan mencatat angkatan 88 kilogram. Dia mampu mematahkan angkatan pesaingnya dari Korea, Song Gom RI yang hanya mampu mencetak angkatan 87 kilogram. Angkatan tersebut sama dengan yang diraih atlet Thailand Thunya Sukhcaroen. 

Namun, pada angkatan clean and jerk, Sri hanya mampu mengangkat beban pada angkatan 107 kilogram. Saat mencoba angkatan kedua dan ketiga di beban 112 kilogram, lifter asal Kabupaten Bandung tersebut gagal. 

Sementara itu Song Gum Ri Langsung mencoba beban seberat 112 kilogram di angkatan pertamanya dan berhasil melakukannya dengan baik. Sementara pada uji coba angkatan kedua dan ketiga dia mencoba mematahkan rekor Asian Games dengan angkatan seberat 117 kilogram, tetapi gagal. 

Hal yang sama juga dialami oleh atlet Thailand, Thunya Sukhcaroen yang hanya mampu mengangkat beban seberat 102 kilogram di clean and jerk. 

Usai pertandingan, Sri mengaku justru tampil tanpa ada beban. Dirinya mencoba untuk menimbang lawannya di angkatan 112 kilogram, tetapi gagal dilakukan. "Sebenarnya waktu di latihan bisa mengangkat sampai 116 kilogram, tetapi bodyweight saat itu bukan di 48 kilogram. Saya sudah berusaha maksimal, mungkin tuhan belum ngasih jalannya untuk bisa dapat emas," katanya. 

Sri Wahyuni minta maaf



Peraih medali perak di Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil ini pun tidak lupa menyampaikan permohonan maafnya, karena belum bisa menyumbangkan medali emas bagi Indonesia. "Menurut Yuni bukan nervous, bahkan tidak ada nervous saat bermain, tidak ada beban mental juga. Mungkin belum kena saja, dan Yuni sudah berusaha maksimal," ujarnya. 

Pelatih angkat besi putri Indonesia, Supeni mengatakan, di clean and jerk memang Sri mengawali angkatan seberat 107 kilogram sebagai bagian dari strategi. Namun, ternyata Korea Utara justru langsung melakukan angkatan 112 kilogram dan itu diluar dugaan sebelumnya. 

"Kalau evaluasi sebelum bertanding harusnya ga ada evaluasi lagi, harusnya fix, karena saat di simulasi Yuni bisa mengangkat beban di 110 kilogram pada angkatan pertamanya. Saya akui Korea Utara tampil lebih baik, mungkin selanjutnya akan kita persiapkan lebih matang lagi,"ucapnya. 

Dia menambahkan, saat latihan terakhir Sri bahkan mampu mengangkat angkatan 112 kilogram. Namun, saat pertandingan hal tersebut justru gagal dilakukan." Saya mohon maaf belum bisa memberikan hasil yang terbaik untuk bangsa ini, terima kasih saya ucapkan untuk dukungan ya kepada Sri Wahyuni. ***

Bagikan: