Pikiran Rakyat
USD Jual 14.558,00 Beli 14.460,00 | Badai petir, 22.1 ° C

Persembahkan Emas, Defia Rosmaniar Sering Menangis Jelang Pertandingan

Wina Setyawatie
Atlet Taekwondo putri Indonesia Rosmaniar Defia berlari membawa bendera merah putih usai menang melawan Taekwondoin putri Iran Marjan Salahshouri pada partai final poomsae individu pada Asian Games 2018 di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu, 19 Agustus 2018. Defia menang dan memperoleh medali emas untuk Indonesia.*
Atlet Taekwondo putri Indonesia Rosmaniar Defia berlari membawa bendera merah putih usai menang melawan Taekwondoin putri Iran Marjan Salahshouri pada partai final poomsae individu pada Asian Games 2018 di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu, 19 Agustus 2018. Defia menang dan memperoleh medali emas untuk Indonesia.*

JAKARTA, (PR).- Defia Rosmaniar tidak menyangka dengan capaiannya mempersembahkan emas perdana di Asian Games 2018 dari cabang taekwondo. Baginya, meraih medali emas tersebut bagai mimpi.

Dia mengaku tak memiliki firasat sama sekali, mengingat ini poomsae perdana yang dipertandingkan di Asian Games. 

"Tidak ada firasat. Hanya saja, saat mau tanding sering nangis. Entah kenapa, mungkin emosi. Tapi ada temen-temen dan pelatih yang selalu menenangkan saya. Tapi saya berdoa khusus agar di Asian Games pertama ini bisa mendapat hasil yang bagus dan manis," ucapnya, Minggu, 19 Agustus 2018.

Dengan bercucuran air mata, Defia usai pertandingan mengatakan jika dirinya sangat bangga dan senang bisa merebut emas di debut pertamanya di Asian Games 2018. Sambil terisak, dia pun berterima kasih kepada seluruh orang yang sudah mendukungnya. Baik mulai dari persiapan maupun saat pertandingan ini. 

"Tentu perasaannya bangga, senang. Terima kasih buat semuanya, Allah SWT, dan seluruh pendukung. Medali ini saya persembahkan untuk ayah saya terutama, keluarga, pelatih, serta teman-teman saya yang telah mensupport selama ini," tuturnya. 

Defia, yang merupakan atlet asal Bogor, Jawa Barat ini mendapatkan emas setelah di final mengalahkan taekwondoin asal Iran Marjan Salahshouri di nomor poomsae tunggal putri.

Di hadapan Presiden RI Joko Widodo yang menyaksikan langsung di arena, Defia menang setelah mengumpulkan poin total 121,7. 

Dari sepanjang pertandingan yang dilaluinya, Defia mengaku bila lawannya dari Korea lah yang sempat membuatnya gugup. Pasalnya, Yun yang dinilai merupakan pesaing terberatnya. Kemenangan atas atlet Korea tersebut yang membuat dirinya tampil percaya diri di babak final. 

"Yang terberat tadi saat lawan Korea. Alasannya ya, karena taekwondo dari Korea. Tapi tadi mikirnya ya sudah, bisa, bisa, bisa mengalahkan mereka. Terpenting aku main bagus dan pelatih senang," katanya. 

Setelah bisa menang melawan Korea, Defia mengaku justru tidak tegang kendati ditonton langsung oleh Presiden. Malah rasanya senang sekali karena banyak yang mendukung dan hal itu yang membuatnya kepercayaan dirinya lebih naik lagi. 

 

Dia pun berharap dengan emas pertama ini, atlet lain yang ikut dalam Asian Games juga turut bersemangat berbondong-bondong mempersembahkan medali. Berjuang hingga titik akhir penghabisan. 

Catatan prestasi Defia memang ciamik. Pasalnya, sebelum medali emas Asian Games 2018 ini, dia pernah meraih emas untuk nomor individu poomsae putri di Kejuaraan Asia Taekwondo 2018 di Ho Chin Minh, Vietnam. Dia juga peraih emas nomor yang sama di Pekan Olah Raga Nasional (PON) Jawa Barat.***

Bagikan: