Pikiran Rakyat
USD Jual 14.644,00 Beli 14.546,00 | Cerah berawan, 29.5 ° C

Luis Milla Akui Palestina Bermain Lebih Baik

Wina Setyawatie
PESEPAK bola Indonesia Rezaldi Hehanussa (belakang) dan Febri Hariyadi (kanan) menjaga ketat pemain Palestina Oday Dabbagh pada babak penyisihan sepak bola Grup A Asian Games 2018 di Stadion Patriot Bekasi, Rabu, 15 Agustus 2018.*
PESEPAK bola Indonesia Rezaldi Hehanussa (belakang) dan Febri Hariyadi (kanan) menjaga ketat pemain Palestina Oday Dabbagh pada babak penyisihan sepak bola Grup A Asian Games 2018 di Stadion Patriot Bekasi, Rabu, 15 Agustus 2018.*

BEKASI, (PR).- Indonesia gagal memetik tiga poin kedua, setelah kalah di pertandingan keduanya pada lanjutan penyisihan Grup A Asian Games 2018. Melawan Palestina di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu, 15 Agustus 2018, Timnas U-23 menyerah dengan skor tipis 1-2.

Di level Timnas U-23, ini menjadi kekalahan kedua Indonesia atas negara Timur Tengah tersebut sepanjang sejarah. Kekalahan pertama atas lawannya ini diperoleh saat babak penyisihan Islamic Solidarity Games (ISG) 2013 lalu di Palembang. Ketika itu, Tim Garuda juga menelan kekalahan dengan skor yang sama.

Kemarin, dua gol kemenangan Palestina disumbangkan oleh Oday Dabbagh di menit ke-16 dan Mohamed Darwish pada menit ke-51. Sementara satu-satunya gol balasan Merah Putih dilesakkan oleh Irfan Jaya di menit ke-23. 

Kekalahan ini membuat Indonesia merosot ke posisi ketiga dari klasemen sementara Grup A. Poin Indonesia tidak bertambah. Sebaliknya bagi Palestina, kemenangan ini semakin menasbihkan posisi mereka di puncak klasemen dengan raihan 7 poin, hasil dua kemenangan dan sekali seri.

Posisi runner-up grup sementara direbut oleh Hong Kong yang menang telak 4-0 atas Taiwan. Kemenangan itu membuat poin mereka bertambah menjadi 6 poin. Sebelumnya di laga pertama mereka juga menang 3-1 atas Laos.

Pelatih Timnas Indonesia Luis Milla mengakui jika Palestina merupakan lawan terberat Indonesia sejauh ini. Tapi dia memberikan kredit bagi para suporter yang dinilai tidak pernah lelah mendukung, meskipun Timnas dalam posisi sulit dan dalam tekanan lawan.

"Mereka terus dukung kami sampai akhir. Tapi sayang, memang kami belum bisa memanfaatkan peluang dengan baik. Kali ini Palestina bermain lebih baik dari kami. Tapi saya sendiri juga beri kredit untuk pemain, karena mereka bereaksi lebih baik," ujarnya. 

Dalam pertandingan ini, dirinya menilai jika pemainnya tampil lebih baik dan dewasa. Karena, menurut dia, sudah seharusnya pemain dituntut untuk memberikan kemampuan lebih di lapangan. 

"Hingga mengingat ini turnamen yang panjang, maka kami akan melakukan rotasi," tuturnya.

Andritany menambahkan jika kekalahan tersebut merupakan kabar buruk bagi pendukung Indonesia. Tapi dia menegaskan, jika dirinya dan rekan-rekannya belum selesai. Mereka tidak akan berhenti berusaha.

"Kami belum berhenti. Masih ada dua pertandingan lagi, kalau kita bisa menang, maka kita bisa lolos. Jadi peluang kami belum tertutup," ucapnya.***

Bagikan: