Pikiran Rakyat
USD Jual 14.503,00 Beli 14.405,00 | Umumnya berawan, 23.9 ° C

Kontingen Indonesia Asian Games 2018 Mulai Masuk Wisma Atlet

Wina Setyawatie
Kawasan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin, 26 Februari 2018. Menurut Presiden Joko Widodo pembangunan Wisma Atlet untuk atlet yang berlaga pada Asian Games 2018 telah mencapai 99,9 persen.*
Kawasan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin, 26 Februari 2018. Menurut Presiden Joko Widodo pembangunan Wisma Atlet untuk atlet yang berlaga pada Asian Games 2018 telah mencapai 99,9 persen.*

JAKARTA, (PR).- Kontingen Indonesia Asian Games 2018 mulai masuk Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Rabu, 15 Agustus 2018. Kedatangan mereka disambut dengan upacara penyambutan "Welcoming Ceremony" yang ditandai dengan dinaikannya bendera Merah Putih.

Ada sekitar 60 atlet dari lima cabor yang mulai menghuni Wisma Atlet yang disesuaikan dengan jadwal pertandingan mereka. Tapi sayangnya, tidak semua atlet yang ambil bagian dalam upacara penyambutan tersebut. Hanya sekitar 10 atlet dari cabang pencak silat dan jetski yang ikut dalam upacara.

"Sampai kemarin sudah masuk sekitar 60 atlet dari lima cabang olahraga. Mereka datang mengikuti jadwal pertandingan, H-2 biasanya. Tapi ada juga yang masuk lebih awal untuk aklimatisasi venue pertandingan," kata Plt Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Helen Sarita de Lima kepada wartawan. 

Para atlet Indonesia ini, menurut Walikota Wisma Atlet yang baru dilantik, Yuni Kartika nantinya akan ditempatkan di Tower 6. Rombongan besar kontingen Indonesia akan masuk ke wisma atlet diperkirakan sekitar 16 atau 17 Agustus mendatang, mengingat di tanggal 19 Agustus cabang bulutangkis dan voli sudah akan bertanding.

"Sekitar tanggal itu, dan puncaknya meningkat setelah pembukaan. Karena biasanya atlet masuk H-2 jelang pertandingan," tuturnya.

Yuni berharap para atlet akan betah tinggal di Wisma Atlet dengan segala prasarana yang sudah dilengkapi untuk kebutuhan atlet. Sejauh ini total sudah ada sekitar 1.483 atlet dari 37 negara, termasuk Indonesia yang sudah masuk menempati 668 unit kamar.

Beberapa negara tersebut dibagi di beberapa tower seperti, Filipina, Malaysia, Thailand, Syria, Kirgistan, Uzbekistan,  Lebanon, dan Turkmenistan di Tower 2.

Lalu, Singapura, Iran, India di Tower 3; Palestina, Tiongkok, Qatar, Korea Utara, Brunei di Tower 4; Irak, Korea Selatan, Jepang, Oman, Myanmar di Tower 5; serta Bhutan, Taiwan, Saudi Arabia di Tower 6; Timor Leste, Mongolia, Pakistan, Srilanka, Tajikistan, serta Vietnam di Tower 7.

Meskipun sudah tersedia hunian bagi atlet di Wisma Atlet, tapi kontingen Indonesia tidak sepenuhnya akan tinggal disitu. Beberapa cabor, seperti bola basket memilih untuk tinggal di apartemen sendiri di kawasan Kuningan.

Begitu juga dengan angkat besi. Pengurus cabang ini tidak mewajibkan para lifternya untuk tinggal di Wisma Atlet. Mereka mempersilakan atletnya untuk memilih tempat tinggal selama Asian Games untuk kenyamanan atlet.

"Pengurus sih memperbolehkan kami tidak masuk wisma atlet nantinya, dan boleh untuk tetap tinggal di Mess Kwini, milik TNI AD di kawasan Senen. Demi kenyamanan kami saja," tutur Eko Yuli Irawan, lifter putra Indonesia di kelas 62 kg.

Adapun Wisma Atlet Kemayoran total memiliki 10 tower di dua lokasi. Tujuh tower berkapasitas 5.494 unit dengan daya tampung 16.482 orang di Blok D10 kawasan Kemayoran samping RS Mitra Kemayoran, serta tiga tower lainnya di Blok C2 yang berkapasitas 1.932 unit dengan daya tampung 5.796 orang di samping lokasi PRJ Jakarta atau sebelum pintu tol Ancol.***

Bagikan: