Pikiran Rakyat
USD Jual 14.619,00 Beli 14.521,00 | Badai petir, 22.1 ° C

Indonesia Vs Palestina, Timnas U-23 Asian Games 2018 Ubah Komposisi?

Wina Setyawatie
SELEBRASI sujud syukur pemain Palestina setelah Qumbor ( kiri) setelah menjebol gawang Laos yang dikawal Paseuth pada pertandingan Sepak Bola Asean Games Grup A di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Minggu 12 Agustus 2018. Dalam laga tersebut Palestina menang 2-1.*

JAKARTA, (PR).- Timnas U-23 besar kemungkinan akan melakukan perubahan komposisi pemain pada laga kedua lanjutan penyisihan Grup A cabang sepak bola Asian Games 2018. Dalam laga Indonesia vs Palestina yang akan berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu 15 Agustus 2018 pukul 19.00 WIB, Garuda dihadapkan pemuncak klasemen grup sementara, Palestina. 

Di laga pertama, melawan Taiwan, Hansamu Yama dkk. menulai hasil positif dengan kemenangan telak 4-1. Bagi Palestina, pertandingan melawan Indonesia nanti adalah laga ketiga mereka secara beruntun. 

Dari dua hasil sebelumnya, Palestina telah mengumpulkan 4 poin. Hasil sekali kemenangan atas Laos dan sekali seri lawan Taiwan.  Indonesia sendiri di jajaran klasemen, berada tepat di belakang Palestina di posisi kedua dengan raihan 3 poin. 

Asisten Pelatih Timnas Indonesia, Bima Sakti usai latihan pagi di Lapangan A Gelora Bung Karno mengatakan sejauh ini kondisi pemainnya sudah siap. Itu termasuk Septian David Maulana yang sebelumnya pada saat menjalani pemusatan latihan di Bali sempat mengalami cedera karena benturan.

"Semua siap main, begitu juga David. Yang pasti besok pemain siap, karena coach akan melakukan banyak rotasi," ujarnya. 

Saat melakukan game internal dengan membagi dua tim, terlihat Pelatih Kepala Timnas Indonesia Luis Milla tidak memasang Alberto Goncalves di tim inti. Dia lebih memilih memasangkan David dengan Stafeno Lilipaly di lini depan. Hingga terlihat bukan hanya mengganti pemain, tapi Milla sepertinya juga mencoba untuk memainkan strategi Indonesia vs Palestina nanti. 

Ada kemungkinan Milla akan menggunakan pemain yang peran sebagai "false nine" (striker palsu yang memiliki pergerakan lebih luas). Nantinya pemain itu bertugas membuka jalan bagi pemain lain untuk membuka peluang. 

"Kita tadi ada latihan skema sedikit, bagaimana antisipasi kekuatan Palestina. Mereka tim yang kuat dan solid, selain itu pemainnya juga memiliki postur tubuh lebih tinggi dari kita, jadi tadi ada sedikit tips yang diberikan untuk pemain guna mengantisipasi. Jadi mungkin kita menunggu di tengah agar bisa menarik pemain Palestina untuk menyerang lebih ke depan," kata Bima. 

Memperkirakan laga nanti akan ketat, maka mantan pemain Timnas era-90-an tersebut mengatakan jika Milla menginginkan agar para pemain mengusahakan "zero mistake" alias minim pelanggaran. Dengan tetap mengusahakan agar jangan sampai lawan bisa melakukan crossing. 

"Jangan sampai pengalaman kemarin saat lawan Korea terulang lagi. Dimana di menit-menit akhir kita justru kebobolan dari set piece," imbuhnya.

Antisipasi serangan kaki kiri Abuwarda



Sebagai salah satu tim yang dinilai kuat dan bisa menjadi rival berbahaya bagi Timnas, Bima mengatakan bahwa pihaknya mewaspadai seluruh pemain Palestina. Semua pemain dinilainya bisa berbahaya di laga Indonesia vs Palestina mendatang. 

"Terutama pemain nomor tujuh, Mahmoud Abuwarda. Dia pemain berpengalaman. Kaki kirinya sangat bagus, dia motor serangan dari Palestina," ungkapnya. 

Alberto atau yang akrab di panggil Beto mengatakan jika untuk bisa menghadapi tim kuat seperti Palestina, kuncinya adalah kerja keras. Bila pemain mau kerja keras, maka menurutnya kemenangan telak seperti pada laga pertama kemarin bukan hal yang tidak mungkin. Apalagi dukungan suporter menurutnya bisa jadi motivasi tambahan bagi pemain. 

"Laga ini pasti akan sulit, tapi kami tetap akan kerja keras seperti di laga pertama. Kami minta dukungan lebih besar lagi dari para suporter Indonesia, agar kami bisa tampil lebih semangat lagi di lapangan," ucapnya. 

Menurutnya satu pesan dari pelatih saat berhadapan dengan Palestina nanti adalah tetap fokus dan jangan lengah. Sekali ada kesalahan, maka itu akan jadi celah bagi lawan. 

Melihat dari rekor keikutsertaan di ajang Asian Games, pencapaian Timnas mungkin lebih bagus. Meskipun absen selama 20 tahun, dan baru kembali lagi aktif, namun performa Indonesia di sepakbola cukup lumayan. Indonesia di edisi Asian Games 1958 lalu di Tokyo pernah meraih medali perunggu. 

Baru kemudian di edisi 1994, sepak bola Indonesia absen di Asian Games hingga 2014 kemarin di Incheon. Empat tahun lalu, di penampilan perdananya setelah absen lama, perjalanan Indonesia terhenti di babak knock out oleh Korea Utara 1-4. 

Sementara itu, Palestina sendiri nasibnya di Asian Games ini tidak lebih baik dari Indonesia. Meskipun secara peringkat dunia Palestina di atas Indonesia, rangking 99 dunia berbanding 164 dunia. Namun ternyata pencapaian terbaik mereka di pesta olah raga se-Asia ini hanya sebatas babak knock out atau 16 besar yang dicatatkannya empat tahun lalu. Sejauh ini kedua tim belum pernah bertemu sama sekali.***

Bagikan: