Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Berawan, 21.4 ° C

Jelang Asian Games 2018, Komandan Kontingen Indonesia Awasi Psikologi Para Atlet

Wina Setyawatie
SEJUMLAH atlet pelatnas dayung Indonesia berlatih di arena Jakabaring Rowing and Canoes di Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu, 11 Agustus 2018. Pelatnas tersebut merupakan persiapan sebelum turun di cabang olahraga dayung Asian Games 2018.*
SEJUMLAH atlet pelatnas dayung Indonesia berlatih di arena Jakabaring Rowing and Canoes di Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu, 11 Agustus 2018. Pelatnas tersebut merupakan persiapan sebelum turun di cabang olahraga dayung Asian Games 2018.*

PALEMBANG, (PR).- Komandan Kontingen (CdM) Indonesia di Asian Games 2018 Syafriddun, Minggu, 12 Agustus 2018, meninjau kesiapan atlet cabang olahraga yang akan bertanding di Palembang. Dia menekankan agar psikologi para atlet yang akan bertanding di sana harus benar-benar dijaga, jangan sampai kendala muncul hingga mengganggu konsentrasi atlet.

Dari 10 cabor yang akan berlaga di Palembang, enam cabor sejauh ini sudah datang dan berlatih disana. Adapun Syarifuddin meninjau empat cabor yakni menembak, triathlon, bola voli pantai, dan dayung.

Dari kunjungannya, semua cabor menyatakan kesiapaannya bertempur di ajang multieven se-Asia tersebut. Namun terdapat beberapa keluhan soal transportasi, di antaranya terkait macet jalan menuju arena pertandingan.

Selain itu juga keluhan tidak ada fasilitas transportasi yang menjemput atlet saat akan latihan, hingga membuat atlet harus naik taksi online dari hotel ke tempat latihan di Jakabaring. Seperti yang dialami oleh atlet triathlon.

Keluhan tersebut langsung ditanggapi oleh Syafruddin. Dia langsung memanggil Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol. Zukarnain Adinegara yang mendampingi kunjungannya tersebut, untuk menyediakan transportasi dan pengawalan bagi para atlet Asian Games 2018.

"Kendala ada soal transportasi. Jadi saya datang untuk memastikan hal tersebut bisa terselesaikan semua. Masalah transportasi ini akan diselesaikan oleh Kapolda, dimana setiap atlet akan disediakan transportasi dan latihan akan dikawal agar tidak kena macet," katanya. 

Dirinya mengaku tidak ingin kendala yang ada bisa mempengaruhi psikologi atlet. Hal itu dinilainya sangat penting untuk dijaga, agar tidak mengganggu persiapan dan konsentrasi atlet saat bertanding nanti. 

"Psikologi atlet benar-benar harus dijaga. Tidak boleh ada permasalahan sekecil apapun yang dapat bisa mengganggu persiapan mereka. Sekalipun soal transportasi, tidak boleh ada perjalanan dari hotel ke tempat latihan atau pertandingan yang lebih dari 30 menit. Ini akan diselesaikan oleh Kapolda," ucap Syarifuddin.

Selain masalah transportasi, faktor lain yakni kesiapan sarana, prasarana, dan keamanan atlet di Palembang semuanya sudah siap.

Pengamanan ketat



Jelang perhelatan besar Asian Games 2018, seperti juga Jakarta, Palembang menerapkan pengamanan ketat guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Menurut data yang diterima oleh Syafruddin yang juga Wakapolri, pihak kepolisian Sumsel akan menurunkan 7,400 personil untuk mengamankan jalannya pesta olahraga se-Asia tersebut di Palembang selama kurang lebih 10 hari. 

"Jumlah tersebut belum termasuk cadangan yang disediakan dari TNI dan Polri yang akan diambil dari daerah lain. Selain menambah personil keamanan, langkah antisipasi lainya adalah dengan melengkapi 97 titik lokasi dan 11 markas komando dengan 643 CCTV guna memantau situasi 12 venue pertandingan dan kota Palembang secara keseluruhan pada saat "games time", 18 Agustus - 2 September 2018 mendatang. Insya Allah setelah mengecek kesiapan, semua bisa saya pastikan sudah matang," tutur Syarifuddin.***

Bagikan: