Pikiran Rakyat
USD Jual 14.235,00 Beli 13.935,00 | Berawan, 24.4 ° C

Isu Keamanan Jadi Konsentrasi Penting Saat Asian Games 2018

Wina Setyawatie

JAKARTA, (PR).- Faktor keamanan menjadi konsentrasi penting Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (Inasgoc) pada saat Asian Games 2018 berlangsung. Mereka meminimalisir sekecil mungkin kemungkinan terjadinya situasi yang bisa mengancam keamanan pada saat acara berlangsung. 

Salah satunya, menurut Ketua Inasgoc, Erick Thohir, kepada wartawan di Kantor Inasgoc, Wisma Serba Guna (WSG) Senayan, Jumat 10 Agustus 2018, adalah dengan tidak boleh adanya antrian panjang saat penjualan tiket offline. Semua ticket box pun diletakkan pada satu titik yang sama di kawasan luar Gelora Bung Karno (GBK). 

"Mengapa kita melakukan penjualan tiket dalam dua kategori online dan offline salah satunya adalah guna keamanan. Untuk penjualan tiket offline memang hanya ada di satu titik tertentu, tepatnya terpusat di pintu gelora 1. Penentuan titik ini adalah pilihan memang, tapi yang kami utamakan sejarang adalah security isuue. Sebab kami tidak mengharapkan sampai terjadi antrian yang cukup panjang, yang bisa menarik bahaya," ujar Erick. 

Lalu, kedua, selama perhelatan berlangsung mulai dari pembukaan hingga penutupan, para penonton juga dilarang untuk membawa ransel. Tidak ada kendaraan selain kendaraan ofisial dan Inasgoc yang boleh masuk kawasan GBK, semua penonton, maupun termasuk tamu VIP yang tidak menggunakan kendaraan ofisial, wajib untuk berjalan kaki di dalam kawasan GBK. 

"Ini bukan sesuatu yang jadi perdebatan. Saya minta komponen masyarakat untuk bisa berpikir besar. Apalagi saat pembukaan, pengamanannya akan jauh lebih ketat. Di mana ada penutupan area sepanjang Jalan Asia Afrika Senayan, semua kendaraan tidak akan bisa lewat, termasuk bus panitia. Bukan hanya penonton, tapi semua, termasuk tamu VIP dan atlet. Itu pilihan terbaik dan saya minta dukungannya. Agar kalau ada apa-apa kita tidak disalahkan karena sudah menerapkan prosedur keamanan yang sesuai standar operasionalnya," tuturnya. 

Mengingat fokus konsentrasi panpel adalah keamanan, maka kebijakan tiket pertandingan Asian Games adalah dijual semua, tidak boleh ada yang gratis. Karena menurut dia, siapa yang memegang tiket tersebut semuanya harus terdata, tidak terkecuali untuk pertandingan di luar Jakarta. 

"Memang untuk cabang-cabang yang non-populer tidak bisa dihindari tiket tidak mungkin pembelian akan lebih tinggi dibandingkan olahraga populer. Untuk itulah kami berkerjasama dengan Dinas Pendidikan setempat termasuk di Jawa Barat dan Palembang untuk memberikan list-nya kepada kami, siapa saja sekolah yang akan digelarkan sebagai suporter dalam pertandingan cabor-cabor non-populer. Begitu juga dengan instansi TNI/Polri dan Kementerian-kementerian, siapa yang mau nonton harus ada datanya di kami guna keamanan. Nanti setelah list diterima, kami yang beri tikernya, mereka (dinas setempat) yang menggerakan," ujarnya 

Sangking  ketatnya keamanan Asian Games ini, bahkan Erick berani memastikan bahwa tidak akan beredar tiket palsu. Penjualan tiket ke suporter luar negeri pun bahkan menurut dia hanya dilakukan oleh NOC (komite olimpiade) negara masing-masing peserta.  "Yang pasti tidak akan ada tiket palsu. Karena security nomor satu. Policy pembelian tiket dari luar negeri, juga dibeli dari NOC-nya masing-masing dengan harga yang pasti lebih mahal tentunya," tukasnya. 

Juga diminati



Meski memasuki sepekan jelang pembukaan Asian Games 2018, tiket pertandingan baru terjual 20 persen. Namun, ternyata dari jumlah tersebut, banyak cabang-cabang yang kurang populer yang ternyata juga diminati masyarakat untuk ditonton. 

"Dari 20 persen sudah tentu yang terbesar penjualannya adalah cabang-cabang populer Indonesia seperti sepakbola, voli, basket, renang, dan bulutangkis. Bahkan di sepakbola untuk pertandingan pertama melawan Taipei, akhir pekan nanti 12 Agustus 2018, 15.000 tiket sudah terjual dari kapasitas stadion 28.000 jadi hampir 60 persen penuh. Tapi disamping cabor-cabor populer yang diminati, ternyata ada juga yang memberi tiket pertandingan roller sport, equistrian, dan senam. Ini tentu cukup mengejutkan, menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi," ucap CEO PT Pison TicketTech (KiosTix), Ade Sulistioputra.***

Bagikan: