Pikiran Rakyat
USD Jual 14.558,00 Beli 14.460,00 | Badai petir, 22.1 ° C

Peserta Membeludak, Panitia EISCC Tutup Pendaftaran

Anwar Effendi
Seorang peserta berupaya menaklukan jalur pemanjatan di event Eiger Independence Sport Climbing Competition (EISCC) 2018,*
Seorang peserta berupaya menaklukan jalur pemanjatan di event Eiger Independence Sport Climbing Competition (EISCC) 2018,*

BANDUNG, (PR).- Panitia terpaksa menutup pendaftaran Eiger Independence Sport Climbing Competition (EISCC) 2018, karena jumlah peserta membeludak.Terutama di kelas U-13 panitia membatasi jumlah peserta sampai 50 orang. Sementara di kelas umum tercatat ada 150 peserta yang terdiri artas 102 putra dan 48 putri.

GM Eigerindo MPI, Harimula Muharam didampingi Ketua pelaksana EISCC 2018, Heri Herdiana mengatakan, penyelenggaraan EISCC 2018 yang memasuki tahun ke-12 mendapat respons luar biasa dari peserta. Peserta mewakili 17 provinsi, 54 kota/kabupaten, bahkan ada yang datang dari Singapura. Yang mengejutkan di kelas anak-anak (U-13), panitia hanya menargetkan 50 peserta, namun yang berminat lebih dari itu, jadi pendaftaran terpaksa ditutup.

Menurut Heri Herdiana, banyaknya jumlah peserta, karena para pemanjat nasional sudah hapal tiap Bulan Agustus, Eiger menggelar event nasional dengan total hadiah yang menggiurkan. Panitia menyediakan total hadiah Rp 75 juta dengan rincian Rp 60 juta dalam bentuk uang tunai dan 15 juta dalam bentuk merchandise Eiger. KOmpetisi ini juga bergengsi, karena diikuti hampir seluruh klub ternama, di samping jalur panjat yang cukup sulit.

"Peserta selalu merasa tertantang di event EISCC. Mereka berupaya menjadi yang terbaik di tingkat nasional dengan menaklukan jalur pemanjatan yang cukup sulit. Untuk tahun ini, panitia meningkatkan grade pemanjatan menjadi 5.13. Sebagai barometer kegiatan nasional, sudah selayaknya kami mendorong prestasi atlet lebih baik lagi. Untuk itu, tantangan yang diberikan kepada peserta makin dipersulit," ujar Heri, Kamis 9 Agustus 2018.

Harimula menambahkan, kegiatan EISCC sebagai bentuk kepedulian Eiger dalam mendukung dan membantu pembinaan atlet panjat dinding daerah. Perhatian ini tidak sekadar memfasilitasi kompetisi tapi juga memberikan pendidikan (edukasi). Eiger merangkul pemanjat-pemanjat senior untuk memberikan pelatihan. Seiring dengan itu, menjelaskan penggunaan alat-alat panjang secara aman dan benar.

Tidak hanya di tingkat lokal, lanjut Harimula, dalam event Asian Games pun Eiger ambil bagian dengan menyerahkan bantuan. Perhatian ini tidak lain, agar prestasi atlet panjat nasional bisa berbicara di level internasional. Bahkan Eiger mendorong agar atlet nasional bisa berkiprah lebih baik lagi di Olimpiader 2020.

"Bentuk bantuan yang diberikan Eiger, yakni menyiapkan kostum tanding dan jaket atlet nasional yang berlaga di Asian Games. Kami juga membantu pengadaan T-shirt panitia pelaksna cabang panjang dinding Asian Games. Pembuatan kostum atlet panjang dinding ini, sudah melalui konsultasi sehingga saat dipakai nanti dapat memperlancar pergerakan atlet," tuturnya.

Sementara itu perwakilan FPTI Pusat, Sapto Harjono menyatakan, dukungan dari Eiger sangat berarti sekali dalam pembinaan panjat dinding. Diharapkan perhatian ini terus bisa berkesinambungan, disamping bisa menjadi contoh bagi perusahaan lainnya dalam membantu prestasi atlet. Tim Indonesia di Asian Games nanti menarget dua medali emas dengan mengandalkan 10 atlet putra dan 10 atlet putri.

"Ada beberapa negara yang menjadi lawan berat bagi tim nasional Indonesia. Utamanya datang dari Cina, Iran, dan Korea Selatan. Namun, atlet Indonesia sebenarnya tidak kalah hebat dari mereka. Indonesia pun sering melahirkan juara dunia. Semoga momentum Asian Games pun bisa menghasilkan juara lagi," pungkasnya.***

 

Bagikan: