Pikiran Rakyat
USD Jual 14.370,00 Beli 14.070,00 | Umumnya cerah, 21.9 ° C

Mongolia Mundur dari Asian Games 2018, Basket Putra Indonesia Diuntungkan

Wina Setyawatie

JAKARTA, (PR).- Mongolia mundur dalam keikutsertaannya di semua nomor cabang beregu di Asian Games 2018. Kepastian itu sudah diterima oleh Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc) kemarin, Kamis 5 Juli 2018), lewat surat resmi yang dikirimkan oleh NOC (National Organizing Committee) mereka.

Hal tersebut disampaikan oleh Deputi I Inasgoc Harry Warganegara sesaat sebelum pelaksanaan undian nomor beregu tujuh cabang olahraga di Hotel JS Luwansa, Jakarta. Meskipun menarik diri dalam keikutsertaan di nomor beregu, namun Harry memastikan jika di nomor individu mereka tetap akan turun. 

"Mongolia mengirimkan surat per hari ini (kemarin -Red.) yang menyatakan bahwa mereka mundur dari semua keikutsertaan nomor tim sport. Tapi berhubung, surat tersebut diterima sesaat sebelum pengundian maka nama mereka masih masuk dalam pengundian. Meski begitu mereka nantinya tetap tidak akan bermain," ujarnya kepada wartawan. 

Mongolia mundur ketikaseharusnya menjalani undian untuk nomor beregu cabang bola basket putra dan putri, serta bola voli putra. 

Sementara itu, dari 45 negara peserta Asian Games 2018, masih ada tiga negara yang belum mengirimkan daftar atletnya. Ketiga yakni, Indonesia, Myanmar, dan Kazkhastan. Menurut Harry, ketika terkendala sistem administrasi. 

"Kami akan menunggu hingga besok (hari ini -Red.) guna melengkapi 45 negara peserta. Saat ini sudah ada 42 negara yang melakukan entry by name, dengan jumlah total sementara sekitar 10.500 atlet yang terdaftar," ujar Harry. 

Plt Sekretaris Jendral Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Hellen Sarita de Lima yang bertanggung jawab atas pendaftaran kontingen ke Inasgoc mengatakan, jika memang masih ada perbaikan untuk "entry by name" beberapa cabor seperti di equistrian dan senam artistik. Tapi selebihnya menurutnya datanya sudah masuk ke Inasgoc. 

"Total, kontingen Indonesia ada sekitar 1.277 yang didaftarkan ke Inasgoc. Terdiri dari 1.200 atlet, ofisial, dan headquarter, serta sisanya 77 adalah yang mendaftar mandiri," imbuhnya.

Untungkan basket putra



Kabar Mongolia mundur dalam keikutsertaannya di semua nomor beregu memberikan keuntungan bagi Indonesia, terutama untuk cabang basket putra. Pasalnya, Indonesia yang seharusnya menempati grup dengan empat tim, kini hanya butuh bermain tiga kali saja untuk bisa lolos ke babak kedua pada Asian Games 2018, Agustus mendatang. 

Hasil undian 15 tim peserta, Indonesia menempati Grup A bersama Mongolia, Thailand, dan Korea. Pelatih Timnas Basket Indonesia Fictor Roring saat dihubungi mengatakan tentu mundurnya Mongolia memberikan keuntungan. Hal itu artinya, menurut dia, Timnas hanya perlu bermain tiga kali, bisa menghemat tenaga. 

"Pasti menguntungkan. Karena lawan kita tinggal tiga," katanya. 

Dari tiga tim yang tersisa ini, Korea tentu akan jadi lawan terberat. Mengingat Korea merupakan juara bertahan emas Asian Games Incheon 2014 lalu. Sementara untuk Thailand, menurutnya masih ada peluang. Hal itu berkaca dari hasil kejuaraan SEABA (Kejuaraan Basket se-Asia Tenggara), dimana kita bisa mengungguli Thailand meski hanya satu poin saja. 

"Jadi masih ada peluang (lolos babak kedua)," ucap Fictor.

Meskipun menguntungkan, namun mantan Pelatih Garuda Bandung musim 2016-2017 ini mengaku tidak ingin terlalu gembira. Dirinya ingin para pemainnya jangan senang dulu, dan harus fokus pada pertandingan grup nanti untuk bisa lolos dari fase ini nantinya," kata dia.***

 

Bagikan: