Pikiran Rakyat
USD Jual 14.068,00 Beli 13.768,00 | Langit umumnya cerah, 15.5 ° C

Ciptakan Sejarah, Thailand ke Final Piala Uber 2018

Wina Setyawatie

BANGKOK, (PR).- Penantian panjang tim Thailand selama 49 tahun akhirnya terbayarkan. Tahun ini, mereka untuk pertama kalinya lolos ke babak final Piala Uber 2018. 

Mereka maju ke partai final setelah menghempaskan juara bertahan tiga tahun berturut-turut, Tiongkok dengan kemenangan tipis 3-2 di babak semifinal yang berlangsung di Impact Stadium, Bangkok, Thailand, Jumat 25 Mei 2018.

 

Selama ini, sejak ikut serta dalam Piala Uber pada 1962, pencapaian terbaik Thailand adalah masuk ke jajaran 4 besar pada 2012 lalu di Wuhan. Ketika itu Tiongkok yang menjadi penghadang mereka di babak semifinal, dengan telak 0-3. Hasil ini pun merupakan pembalasan manis bagi Thailand. 

Hasil ini memperbaiki prestasi mereka dari penyelenggaraan sebelumnya di Kunshan, Tiongkok. Dimana ketika itu mereka hanya mencapai babak perempat final usai tumbang 1-3 atas India. 

Sementara bagi Tiongkok sendiri, ini juga merupakan sejarah. Tapi, sejarah kelam. Pasalnya, untuk kali pertama semenjak keikutsertaan mereka pada 1984, Tiongkok gagal melangkah ke final. Dari 17 kali penampilan mereka di Piala Uber sebelumnya, 14 kali mereka keluar sebagai juara, dan hanya tiga kali menjadi runner-up pada 1994, 1996, dan 2010.

Manajer Tim Thomas Uber Thailand Rexy Mainaky mengatakan jika sebagai tuan rumah tentu publik sangat berharap besar dengan Tim Uber Thailand, bahwa mereka harus mencapai final. Hasil pertandingan Ini menjadi jawaban para pemainnya atas ekspektasi besar tersebut.

"Pertama kali masuk ke final, tentu ini merupakan perubahan besar untuk bulutangkis Thailand tentunya. Karena kalau kita ingin merubah sesuatu menjadi besar, maka kita sendiri harus berubah dulu dari sebelumnya. Apa yang dulu tidak pernah dilakukan oleh Thailand, seperti latihan bersama, lalu training camp, itu terbukti mampu menumbuhkan dan memberikan efek banyak untuk tim. Terima kasih BAT (Federasi Bulutangkis Thailand) yang sudah memberikan kepercayaan, mendorong, dan memberikan suport postif untuk saya, pelatih, dan para pemain," ucap Rexy.

Sektor tunggal



Tiga poin kemenangan Thailand semuanya dipersembahkan oleh sektor tunggal. Ratchanok Intanon yang bermain pertama sukses menundukkan Chen Yufei 15-21, 21-9, 21-14. 

Lalu, Tiongkok mampu menyamai kedudukan setelah ganda mereka Jongkolphan Kititharakul-Rawinda Prajongjai kandas di tangan pasangan nomor satu dunia, Chen Qingchen-Jia Yifan 17-21, 20-22. 

Thailand kembali unggul satu angka lagi, setelah tunggal kedua mereka Nitchaon Jindapol sukses mengalahkan Gao Fangjie dalam rubber game 19-21, 21-19, 21-12. 

Tapi, keunggulan itu tidak lama, Tiongkok kembali menyamakan kedudukan 2-2 setelah Huang Yaqiong-Tang Jinhua menang rubber game ketat 24-26, 21-17, 21-18 atas Puttita Supajirakul-Sapsiree Taerattanachai. 

Poin kemenangan Thailand akhirnya dipersembahkan oleh Busanan Ongbamrungphan yang menang mudah straigh game atas tunggal negeri tirai bambu Li Xuerui, dengan skor akhir 21-11, 21-9. 

"Kunci kemenangan tadi ada di partai pertama, di Ratchanok. Karena di beberapa laga terakhir dia sering kalahan dari lawan, tapi dia tadi membuktikan bahwa dia bisa. Lalu, di partai ketiga, dimana Nichaon memberikan "turning" yang bagus. Tidak berkembang di game pertama, tapi dia kemudian bisa mengontrol di game kedua dan ketiga," kata Rexy. 

Dengan tipikal permainan yang hampir sama dengan Tiongkok, Rexy menilai jika "winning team" yang diturunkan pada saat mengalahkan Indonesia pasti akan cocok dimainkan pada babak semifinal kemarin. Ternyata benar dan dia sukses.***

Bagikan: