Pikiran Rakyat
USD Jual 14.365,00 Beli 14.065,00 | Berawan, 21.2 ° C

Timnas Prancis, Favorit di Fase Grup Piala Dunia 2018

Wina Setyawatie

BERMODALKAN para pemain ­bintang dan talenta muda yang berbakat, Prancis jadi salah satu ­unggulan di Piala Dunia 2018 di ­Rusia. Prancis berpotensi untuk bisa menjadi juara di tahun ini setelah ­Piala Eropa dua tahun lalu mereka dikandaskan Portugal. 

Pada periode sulit saat Piala Dunia 2014 lalu di Brasil, target Les Blues untuk mencapai babak perempat final hingga empat besar pada tahun ini pun dinilai Presiden Federasi Sepak Bola Prancis Noel Le Graet adalah sesuatu yang memungkinkan. Apalagi, di kualifikasi Prancis berada di Grup C bersama Australia, Peru, dan Denmark, sudah tentu mereka menjadi favorit untuk menjadi juara grup. 

Bila melihat pertemuan, dengan Australia keduanya sudah pernah bertemu tiga kali dengan catatan 1 menang, 1 kalah, dan 1 imbang. Akan tetapi, di pertemuan terakhir pada 2013 lalu, Prancis menang besar 6-0. 

Lalu, dengan Peru keduanya belum pernah bertemu. Akan tetapi, secara peringkat Prancis jelas di atas Peru yang menempati 11 dunia sedangkan Prancis sendiri saat ini di posisi keenam dunia.

Dengan Denmark sudah 13 kali bertemu,  tetapi sampai saat ini rekor kemenangan mereka lebih banyak, yaitu 8 kali atau dua kali lipat dibandingkan dengan kekalahan mereka atas ”The Dynamite” dan satu pertemuan berakhir imbang. Catatan tersebut sudah bisa memberikan jaminan jika saat ini Prancis masih unggul secara statistik dibandingkan dengan para pesaingnya di Grup C. 

Dalam sejarah Piala Dunia, dari 14 penampilan mereka, Prancis memang baru satu kali menjadi juara pada 1998 lalu ketika mereka menjadi tuan rumah. Terakhir, di 2014 lalu, kiprah mereka hanya berakhir di babak perempat final. 

Sayangnya, dari informasi terakhir, Timnas Prancis harus kehilangan salah satu pemain belakang andalannya, Laurent Kos­cielny yang mengalami cedera otot. Cedera tersebut diperoleh saat dirinya membela Arsenal melawan Atletico Madrid pada laga kedua semifinal Liga Europa awal bulan ini. Koscielny pun harus menepi selama enam bulan. 

Sang pelatih, Didier Deschamps mengakui, kehilangan Kos­cielny merupakan pukulan bagi dirinya dan skuad Le Blues mengingat saat ini dirinya sedang berusaha untuk memperkokoh soliditas timnya. Apalagi, Koscielny merupakan andalan di lini pertahanan.

”Tentu ini berat karena dia merupakan kunci kekuatan kami di lini belakang. Akan tetapi, kami punya banyak bek yang siap menggantikan posisinya,” ucapnya. 

Antoine Griezmann sang mesin gol



MENYUMBANGKAN enam gol dan empat assists untuk Timnas Prancis pada saat kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Eropa lalu, Antoine Griezmann sepertinya siap meneruskan tren positifnya pada gelaran Piala Dunia 2018 mulai 18 Juni mendatang. 

Striker Atletico Madrid ini merupakan salah satu pemain produktif yang dimiliki Prancis. Di klubnya, dia telah mencatatkan 19 gol dan 8 assists. Selama 43 kali penampilannya bersama timnas senior sejak 2014 lalu, dia telah membukukan 16 gol. 

Sebelum tampil di tim senior, sejak 2010 Griezmann merupakan pemain langganan timnas muda Prancis. Dia memulai kariernya di timnas bersama Timnas U-19 dan sukses membawa Prancis menjuarai Piala Eropa U-19. Performa bagusnya di U-19 lalu membawanya lanjut ke Timnas U-21 pada 2011 hingga 2012. 

Sempat gundah karena keinginannya pindah ke Manchester United, dia malah memperpanjang kontraknya dengan Atletico hingga 2022 karena ingin tenang berkonsentrasi ke Piala Dunia 2018 ini. Dirinya mengaku tidak ingin kepikiran masalah ke mana akan berlabuh pada saat mempersiapkan diri menuju Piala Dunia ini. 

Griezmann merupakan bintang Prancis pada saat Piala Eropa 2016 lalu. Dia menyumbangkan dua gol ke gawang Jerman untuk memastikan timnya ke final. Permainannya yang tenang pada saat mengeksekusi tendangan penalti pada saat pertandi­ngan tersebut memberikan pembuktian bahwa dia mampu meng­atasi tekanan besar karena sebelumnya dia sempat gagal mengeksekusi penalti dalam laga final Liga Champion. 

Performa Griezmann pada saat kualifikasi lalu sebenarnya sempat dinilai legenda sepak bola Prancis, Christophe Dugarry, kurang apik. Griezmann dianggap sudah kehilangan sentuhan dan kecepatan yang merupakan ciri khasnya. 

Namun, dia membuktikan diri sebagai pemain andalan Les Bleus. Bersama Olivier Giroud, mereka sama-sama menjadi pemain tersubur. Masing-masing menghasilkan empat gol dan menjadi pahlawan untuk Prancis menuju putaran ­final ­Piala Dunia 2018.***

Bagikan: