Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Cerah berawan, 20.2 ° C

PT LIB Tak Mau Komentari Tudingan Arema Soal Wasit Biang Ricuh

Wina Setyawatie

JAKARTA, (PR).- Semua pihak diminta untuk menahan diri menyikapi kericuhan pada laga Arema FC melawan Persib Bandung, Minggu 15 April 2018 di Stadion Kanjuruhan. PT Liga Indonesia Baru (LIB) juga tidak mau mengomentari apapun soal keputusan wasit. Meskipun dari kubu Arema menuding bahwa kinerja wasit yang buruk di pertandingan itu lah penyebab kericuhan. 

"Kami tidak mau mengomentari apapun soal keputusan wasit. Semua orang boleh mengutarakan pendapatnya dalam posisi semalam. Karena mereka yang lebih tahu lapangan. Tapi mungkin juga jangan terburu-buru menyatakan kerusuhan ini penyebabnya apa. Kita harus cooling down dulu, dengan posisi semua orang emosi, maka semua praduga bisa saja keluar. Hingga muncul pemberitaan yang menyalahkan wasit," kata COO PT LIB Tigor Shalomboboy kepada wartawan disela-sela Manajer Meeting Liga2 di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Senin 16 April 2018. 

Sebelumnya, Arema lewat Media Oficer-nya, Sudarmaji menyebut reaksi kekecewaan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan kemarin adalah terpicu rasa kecewa atas kinerja wasit di lapangan. Wasit dinilai telah mengeluarkan keputusan yang kontroversi hingga merugikan timnya. 

LIB sendiri meminta agar semua pihak kembali melihat hal tersebut sebagai pelajaran bagi semua. Menurutnya semua pihak bertanggung jawab untuk membuat kompetisi ini berjalan lebih baik. Apapun kelemahan yang terlihat di lapangan, baik dari sisi wasit, penonton, ataupun tim, diminta Tigor untuk diperbaiki bersama-sama kedepannya. 

Meski begitu, tapi pihaknya memastikan bahwa laporan akan kinerja wasit kemarin tetap akan masuk ke referee assesor (pengawas wasit). Karena pasti, dipastikannya secara teknis akan ada penilaian akan wasit. 

"Tapi yang penting, kita cooling down dulu. Sembari kita coba analisa dan evaluasi semua pihak. Kami harap ini jadi pembelajaran yang baik, sebab ini baru peak-peak awal, kami berharap di sisa Liga 1 berjalan kejadian ini bisa diminimalisir," tuturnya. 

Penyelenggara sudah baik



Dari sisi keselamatan dan keamanan (safety dan security) sebenarnya menurut Tigor dari segi penyelenggaraan pertandingan sudah bagus. Tapi meski begitu, pihaknya tetap akan mencari tahu mengapa pada saat kerusuhan berlangsung tidak ada kepolisian di dalam lapangan. 

Sementara dari sisi insfrakstruktur stadion, pihaknya setuju jika perlu ada yang diperbaiki terutama terkait dengan jalan keluar jika terjadi kerusuhan seperti kemarin. Tapi, pihaknya tentu tidak bisa menutup mata, jika soal insfrastruktur ini diberlakukan secara ketat, maka Liga ini dinilai mungkin tidak akan berjalan. Mengingat klub dinilainya memiliki kesulitan secara finansial untuk memperbaiki stadion. 

"Begitu juga dari sisi keamanan dan panpel pasti ada evaluasi, kita terbuka melakukan diskusi kira-kira apa yang jadi pemicu. Saya lihat setelah 2008, ada proses suporter menjadi lebih dewasa. Sampai itu terjadi (kejadian kemarin), jujur buat saya itu mengejutkan. Karena kita tahu Arema dengan basis masa besar, "attitude" suporter tidak terlalu beringas. Nanti kita cari bersama-sama penyebabnya," kata Tigor menambahkan.***

Bagikan: