Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Umumnya cerah, 29.6 ° C

Stadion Pakansari Jadi Venue Tunggal Test Event Sepakbola Asian Games 2018

Wina Setyawatie

JAKARTA. (PR),- PSSI akhirnya memutuskan Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor sebagai venue tunggal Kejuaraan Anniversary Cup 2018. Turnamen yang digelar dalam rangka memperingati HUT PSSI Ke-88, 27 April-3 Mei 2018 itu sekaligus menjadi ajang test event Asian Games 2018 cabang sepakbola. 

Karena akan diberdayakan sebagai test event Asian Games, maka laga pembuka Anniversary Cup 2018 itu pun batal digelar di Stadiun Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Hal itu sejalan dengan tidak dijadikannya SUGBK sebagai salah satu venue cabor sepakbola pada Asian Games 2018 nanti.

Terlebih, pada dasarnya test event itu untuk menguji kesiapan penyelenggaraan hingga penggunaan venue bersangkutan yang juga akan digunakan pada Asian Games nanti. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Plt. Ketua Umum PSSI Joko Driyono dalam acara diskusi "Freekick" yang digelar PSSI Pers, di Jakarta, Kamis 12 April 2018. "SUGBK tidak akan digunakan sebagai venue sepakbola Asian Games. Dari empat stadion yang akan digunakan dalam Asian Games nanti, Pakansari, Patrio Bekasi, Wibawa Mukti Cikarang, dan Si Jalak Harupat Kab. Bandung, Pakansari lah yang memang siap," ujarnya.

Selain itu, Joko menilai migrasi tim dari pertandingan pertama yang awalnya SUGBK, ke pertandingan kedua di Pakansari pun dinilai kurang efisien.  Mengingat tunamen ini konteksnya adalah test event nantinya, maka tim lawan Timnas U-23 proyeksi Asian Games 2018 pun dicari yang berkualitas.

Dari konfirmasi awal, menurut Joko, yang tim yang hampir pasti ambil bagian dalam Anniversari Cup 2018 adalah Malaysia, Bahrain, dan Korea Utara. Namun, kemudian dalam perjalanannya, satu pekan lalu, PSSI harus mencari pengganti Malaysia. 

"Malaysia mengirimkan surat kepada kami satu pekan lalu, yang meminta turnamen ini ditunda atau bahkan diganti tanggalnya. Mereka ada kendala secara internal. Kami pun lalu harus mencari pengganti, karena tidak bisa menunggu. Saat ini ada dua opsi yang disiapkan, yakni Senegal yang tim seniornya yang lolos Piala Dunia 2018. Mereka saat ini menempati rangking 28 dunia. Serta satu lagi Uzbekistan yang merupakan juara Asia U-23 2018," kata Joko. 

Keputusan pengganti Malaysia sebagai calon lawan Timnas di Anniversary Cup nanti, ujarnya akan diputuskan Jumat 13 April 2018.  Tapi kecenderungan yang dianalisis oleh PSSI, ujarnya, lebih condong nantinya Uzbekistan yang akan dipilih sebagai pengganti. 

"Sebab tipikal yang kita siapkan untuk test event ini beragam, ada karakter Asia Tenggara, Timur Tengah, dan karakter Asia Timur. Saat Malaysia dipilih mempertimbangkan hal tersebut. Malaysia mundur sebenarnya ada opsi Thailand dan Vietnam, tapi keduanya sudah memiliki program terencana. Hingga ada opsi dari negara-negara pecahan Rusia dan negara-negara Afrika yang punya rangking bagus. Agar event ini berkualitas dan persaingan tidak mengerucut di dua negara lain," tutur Joko.  

Terkait format, Joko menegaskan bahwa Anniversary Cup akan berjalan dengan sistem 1/2 kompetisi di tiga hari pertandingan. Dengan format ini, semua tim (empat tim) akan bertemu semua untuk memperebutkan poin di mana tim dengan poin terbanyak di akhir kompetisi, akan menjadi juara. 

Tahun ini Timnas U-23 memang jadi fokus PSSI, mengingat mereka akan tampil dalam Asian Games Agustus mendatang. Bahkan Bima Sakti yang sempat ditugasi untuk menangani Timnas U-19, dua hari lalu dikembalikan tugasnya hanya sebagai Asisten Pelatih Timnas U-23 agar lebih fokus membantu Luis Milla mempersiapkan tim. 

Timnas U-19



Sementara itu, dalam satu pekan kedepan, PSSI dipastikan akan memutuskan untuk menujuk pelatih definitif untuk Timnas U-19. Meskipun ada penunjukan pelatih baru, namun secara program latihan menurutnya tidak akan ada perubahan banyak.

Hal itu mengingat konsep program latihan timnas dibuat secara berantai dari program timnas senior.  "Jadi tidak akan bermasalah, karena konsepnya tidak berubah, karena sengaja dibuat berantai dengan program Timnas secara keseluruhan yang dibuat oleh Luis Milla sebagai Pelatih Timnas U-23," ucap Joko.

Untuk Timnas U-19 target yang dibebankan adalah pada Piala AFC 2018. Dimana Egy Maulana Fikry dkk. diharapkan bisa menembus empat besar agar bisa mendapatkan tiket menuju Piala Dunia U-23 2020. ***

Bagikan: