Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Sedikit awan, 15.9 ° C

309 Atlet Ikuti Kejuaraan Jujitsu Piala Kapolda Jabar

Arif Budi Kristanto
ATLET bertarung pada West Java Open Jujitsu Championship I Piala Kapolda Jabar yang digelar di GOR Tri Lomba Juang, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Minggu 18 Februari 2018.*
ATLET bertarung pada West Java Open Jujitsu Championship I Piala Kapolda Jabar yang digelar di GOR Tri Lomba Juang, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Minggu 18 Februari 2018.*

BANDUNG, (PR).- Sedikitnya 309 atlet dari 19 pengurus cabang dan perguruan bertarung dalam West Java Open Jujitsu Championship I Piala Kapolda Jabar yang digelar di GOR Tri Lomba Juang, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Minggu 18 Februari 2018. Kejuaraan jujitsu level provinsi perdana ini menjadi penanda eksistensi Pengurus Besar Jujitsu Indonesia (PBJI) Jawa Barat setelah secara resmi dilantik dan diterima menjadi anggota Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Jawa Barat belum lama ini. 

Ketua Umum PBJI Jabar, H Mulyana mengatakan, kejuaraan yang memperebutkan Piala Bergilir Kapolda Jabar dan Piala Tetap Ketua Umum PBJI Jabar ini, mendapatkan sambutan antusias dari masyarakat. Buktinya, jumlah peserta membeludak dari semula sempat dibatasi 150 peserta.

"Kejuaraan yang digelar ini menjadi hajatan perdana PBJI Jabar setelah dilantik dan diakui sebagai anggota KONI Jabar. Ini menjadi langkah penting untuk pembinaan prestasi olah raga Jujitsu di Jabar sekaligus penanda keberadaan kepengurusan PBJI Jabar. Alhamdulilah, peserta sangat antusias sehingga kejuaraan berlangsung kompetitif," ujar Mulyana di sela-sela kejuaraan.

Peraturan pertandingan kejuaraan ini menggunakan aturan yang ditetapkan Jujitsu Asian Union terbaru dengan menggunakan sistem gugur. Kejuaraan dibagi dalam tiga kategori nomor yakni kelas fighting system (pertarungan) putra putri, kelas ne-zawa (pertarungan di bawah/lantai) putra-putri, dan show system (demonstrasi jurus). Peserta terdiri dari berbagai kalangan dari anak-anak sampai dewasa karena memang masing-masing kelas pada kejuaraan ini terdiri dari kategori kadet usia dini (8-9 tahun), kadet prapemula (10-11 tahun), kadet (12-14 tahun), aspiran (15-17) tahun, junior (18-20 tahun), sampai senior (di atas 21 tahun).

Ajang promosi



Mulyana mengatakan, selain berorientasi prestasi, kejuaraan ini menjadi ajang untuk mempromosikan olah raga bela diri jujitsu kepada masyarakat Jabar. Selain itu, kejuaraan ini pun diharapkan menjadi parameter untuk menilai perkembangan teknik jujitsu di setiap perguruan, ranting, atau dojo di Jabar, mengasah kemampuan atlet, mencari bibit-bibit atlet potensial, sekaligus pembinaan wasit hingga pelatih. 

"Kita berharap dari kejuaraan ini akan muncul atlet potensial yang tidak hanya berprestasi di tingkat Jabar tapi juga nasional dan internasional. Apalagi, jujitsu sudah diakui secara internasional dan dipertandingkan pada ajang multieven besar seperti SEA Games, Asian Games, hingga olimpiade," ujarnya.

Ketua Umum PBJI Laksmana Madya TNI Deasy Albert Mamahit sangat mengapresiasi kejuaraan yang digelar oleh PBJI Jabar. Menurut dia, setelah dilantik sebagai kepengurusan PBJI daerah pertama di Indonesia pada Oktober 2017 lalu, PBJI Jabar sudah langsung bekerja solid dan mampu menggelar kejuaraan yang berorientasi pembinaan prestasi di level Jabar.

"Ini menjadi kebanggaan tersendiri dan prestasi luar biasa bagi PBJI Jabar karena sudah mampu menggelar kejuaraan setingkat provinsi. Dari kejuaraan ini, kita berharap lahir atlet Jujitsu yang kelak mampu mengharumkan Indonesia di berbagai ajang nasional maupun internasional. Dan melalui kejuaraan ini, tidak hanya membentuk atlet Jujitsu yang handal saja tapi juga bisa melahirkan generasi bangsa yang berkualitas sehingga Indonesia lebih dihormati di dunia internasional," ujarnya.***

Bagikan: