Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Sedikit awan, 20.9 ° C

Ketua Umum PSSI Cuti, Menpora tak Mau Persiapan Timnas Kacau

Wina Setyawatie
KETUA PSSI Edy Rahmayadi menghadap Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi di Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin 16 Oktober 2017.*
KETUA PSSI Edy Rahmayadi menghadap Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi di Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin 16 Oktober 2017.*

JAKARTA, (PR).- Ditinggal oleh sang pemimpin, PSSI diharapkan bisa konsolidasi internal. PSSI harus bisa tetap fokus dalam persiapan Asian Games. Menteri Pemuda dan Olah Raga atau Menpora Imam Nahrawi tidak ingin masa cuti Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi membuat persiapan tTimnas tidak terurus atau kacau.

"Masih ada struktur yang lain. Saat ini kita memang sedang berperang menuju sukses Asian Games 2018. Semoga konsolidasi di internallah. Karena pasti fokus Pak Edy di sana (Pilkada)," ungkap Imam saat ditemui di venue voli, di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Minggu, 11 Februari 2018.

Imam Nahrawi meminta, meskipun pimpinan teratas PSSI cuti, tapi PSSI tidak melupakan persiapan timnas. Menpora tetap menuntut PSSI agar tetap bisa memenuhi target sebagaimana yang sudah disampaikan sebelumnya.

"Pesan saya, tinggal bagaimana target yang sebelumnya disampaikan benar-benar harus dikawal. Persiapan timnas harus dimulai sejak sekarang," katanya. Menurut Menpora, pemerintah berhak menuntut prestasi kepada PSSI. Soalnya, pemerintah sudah memberikan bantuan untuk timnas.

Fokus Pilkada



Seperti yang diketahui mulai 12 Februari 2018 hingga 31 Juni 2018, Edy Rahmayadi telah resmi meninggalkan sementara posisinya sebagai Ketua Federasi Sepak Bola Indonesia untuk fokus dalam pencalonan sebagai Gubernur Sumatera Utara. Dia pun telah menyatakan pensiun dari jabatannya sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).

Edy cuti dari ketua PSSI karena dia tidak ingin menyalahgunakan jabatannya, dengan menjadikan olahraga sebagai politik. Dia ingin benar-benar fokus menjalani masa kampanyenya sebagai calon gubernur.

"Walaupun tidak ada dalam aturan PSSI saya harus cuti, tapi saya harus cuti. Karena pekerjaan PSSI begitu banyak, sementara saya juga harus fokus (pilkada). Tidak mungkin saya di sini melakukan kepentingan pribadi, sehingga mengorbankan organisasi mandat rakyat," kata Edy.

Dia menjamin bahwa tugasnya di PSSI tidak akan terbengkalai. Dia mengaku telah melakukan konsolidasi dengan Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono untuk mengambil alih dan menjalankan tugasnya selama cuti. Dalam menjalankan tugasnya, Joko juga akan dibantu Sekretaris Jenderal sebagai pembantu utamanya dan para Exco.

Tetap pantau PSSI



Dia memastikan bahwa seluruh tugas terkait PSSI akan tetap dijalanankan normal seperti biasanya. Meski cuti dan fokus pada kampanye tapi Edy mengaku tetap akan memantau jalannya PSSI. Dia tetap akan menjadi pemegang keputusan bisa terjadi hal-hal krusial.

"Saya tidak sepenuhnya lepas, tetap memantau meski dari jauh. Kalau ada hal-hal krusial di PSSI, tetap akan minta izin ke saya. Tapi tidak bersangkutan dengan publikasi massa atau kegiatan-kegiatan kampanye di Sumatera Utara," katanya.

Namun, Edy Rahmayadi tidak menerangkan lebih lanjut jika dia terpilih sebagai Gubernur Sumut. Dia tak menjawab, apakah dia memikirkan ulang untuk melepaskan jabatannya sebagai Ketua PSSI atau tidak. Hanya saja, dalam wawancara sebelumnya, Edy sudah pernah mengatakan tetap akan mempertahankan jabatannya menjadi Ketua PSSI kendati nantinya dia akan terpilih sebagai Gubernur.

Menurutnya, menjadi Ketua PSSI bagian dari pengabdian dan kepercayaan rakyat. Jadi dia tidak mau mengkhianati amanah rakyat. Sama dengan halnya menjadi gubernur. Jadi, jika dia terpilih, Edy menegaskan akan mengatur kedua tugasnya tersebut sebaik-baiknya.

"Saya jadi Ketua PSSI sampai 2020. Jadi saya lanjutkan program dan menjalankan pembinaan di PSSI. Ini memang tahun sibuk politik, sekaligus banyak agenda sepak bola, tapi kita akan manage semua. Karena siapa berbuat apanya (di PSSI) sudah jelas," imbuhnya.***

Bagikan: