Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Berawan, 21.4 ° C

Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardiato Ke Final Malaysia Masters Super 500 2018

Wina Setyawatie

KUALA LUMPUR, (PR).- Indonesia akhirnya meloloskan satu wakil ke final Malaysia Masters Super 500 2018. Lewat perjuangan keras tiga gim, 15-21, 21-16, 21-17,  pasangan Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardiato lolos dari hadangan duo Mads asal Denmark pada partai semifinal di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Sabtu 20 Januari 2018. 

Dibandingkan sang lawan, Mads Conrad Petersen-Mads Pieler Kolding sebenarnya Fajar-Rian tidak diunggulkan. Terlebih dipertemuan terakhir mereka di Indonesia Open Super Series Premier 2016 lalu, Fajar-Rian juga kalah dari ganda nomor dunia tersebut.

Kemenangan di laga itu menjadi suatu kejutan sekaligus pembalasan yang manis.  Di sisi lain, sukses itu berbuah final level super series pertama bagi Fajar-Rian.

Seusai laga, Rian mengatakan, di game pertama ia dan Fajar memainkan pola yang kurang sesuai. Pasalnya, mereka banyak mengangkat bola, hingga lawan mudah melakukan serangan.

Baru di game kedua dan ketiga mereka kembali mengusai permainan.  "Jadi di game pertama, karena terlalu banyak mengangkat bola, jadi lawan mudah menyerang. Baru di game kedua dan ketiga kami bermain dengan no lob dan lebih banyak inisiatif menyerang," tutur Rian. 

Sementara itu Fajar menambahkan bahwa lawannya memang memiliki smes yang tajam, hingga di game pertama mereka pun ikut terbawa pola lawan di game pertama.  "Kami belajar dari pengalaman sebelumnya. Bahwa kami harus main lebih tenang dan tidak terburu-buru," ucapnya.

Pada babak final, Fajar-Rian akan bertemu dengan mantan peringkat satu dunia, asal Malaysia, Goh V Shem-Tan Wee Kiong. Goh-Tan tahun lalu sempat dipisahkan karena progres permainannya tidak meningkat dan untuk penyegaran. Tapi di awal tahun ini, mereka kembali disatukan. 

Goh-Tan sendiri melaju ke partai puncak setelah memenangi permainan melawan unggulan kedelapan asal Taiwan, Chen Hung Ling-Wang Chi-Lin straight games 21-16, 21-17. Melihat rekor pertemuan, antara Goh-Tan dan Fajar-Rian belum pernah bertemu sebelumnya. 

Melihat kesempatan tersebut, Rian pun mengaku mereka akan berusaha untuk bisa meraih gelar pertama di level super series ini. Mereka menilai tanggung karena sudah di partai puncak. 

"Tinggal bagaimana menjaga konsentrasi di final. Karena sudah tanggung sampai final, jadi harus dimaksimalkan. Peluang pasti ada, pokoknya berani tampil habis-habisan saja," ucapnya.

Sementara Fajar menegaskan, jika mereka bisa merebut gelar pertama di tahun ini untuk Indonesia, maka setidaknya kesempatan mereka untuk bisa dipercaya bermain di Asian Games 2018 nanti semakin besar. Ini merupakan motivasi tersendiri baginya. 

"Kalau saya pribadi, ada motivasi ingin dipercaya main di Asian Games 2018. Ini lebih ke penyemangat ke diri saya sendiri sih, kami masih harus bersaing dengan beberapa kandidat lain," kata Fajar.

 

Ganda Campuran Kalah

Sayangnya langkah, Fajar-Rian gagal diikuti oleh pasangan ganda campuran Hafiz Faisal-Gloria Emanuelle Widjaja. Langkah mereka harus terhenti di babak seminal setelah dikandaskan pasangan unggulan. 

Hafiz-Gloria ditundukan oleh pasangan Tiongkok,  Zheng Siwei-Huang Yaqiong dua gim langsung 13-21, 16-21 kurang dari setengah jam. Jika melihat rekor pertemuan, hasil ini merupakan kekalahan kali kedua bagi Hafiz-Gloria atas lawannya.

Pada pertemuan pertama di Hong Kong Open 2017 lalu, Hafiz-Gloria juga kalah. Tapi saat itu pasangan peringkat 81 dunia ini memberikan perlawanan hingga rubber game, tidak memberikan kemenangan mudah seperti di babak "4 Besar" ini. ***

Bagikan: