Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Berawan, 19.9 ° C

Porda 2018 Mendekat, Ketua KONI Cianjur Mengundurkan Diri

Shofira Hanan

CIANJUR, (PR).- Durosid, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Cianjur periode 2017-2021 mengundurkan diri. Keputusan Durosid yang baru menjabat sebagai Ketua KONI Cianjur selama sembilan bulan itu, mengejutkan banyak pihak. Apalagi, waktu pengunduran dirinya berdekatan dengan perhelatan Porda Jabar 2018.

Ketika dimintai keterangan pada pertemuan antara KONI Cianjur dan Jawa Barat, Durosid mengaku, keputusan itu sudah dipertimbangkan dengan matang. Pasalnya, saat ini kegiatan pribadinya sangat padat dan bertabrakan dengan kesibukannya di KONI.

"Saya sudah berusaha membagi waktu. Tapi, daripada pekerjaan utama di perusahaan terabaikan, akhirnya saya memilih untuk mengurangi aktivitas di KONI. Ini juga bukan keputusan mendadak," kata Durosid, Minggu 3 Desember 2017.

Ia berprinsip, tak ingin merasa "tidak berguna" di tengah masyarakat karena kesibukan yang terbagi. Oleh karena itu, ia pun memutuskan untuk mengajukan pengunduran diri pada 17 November 2017 dan lebih berkonsentrasi kepada hal lain di luar KONI.

Karena anggaran minim?



Disinggung mengenai kemungkinan lain yang mendasari pengunduran dirinya, di antaranya terkait masukan anggaran yang berimbas pada kondisi atlet Cianjur, Durosid menolak untuk memberikan pendapat.

Ia menolak membenarkan adanya isu-isu mengenai hal-hal tersebut dan terus menegaskan, jika pengunduran dirinya didasari pertimbangan yang terkait dengan kegiatan di dua lembaga berbeda.

"Saya hanya mengharapkan, pengganti ketua nantinya bisa terus amanah dan melanjutkan yang sudah dilakukan sejauh ini. Jaga terus kondusivitas dengan siapapun, termasuk dengan KONI Jawa Barat," ujarnya.

Mundurnya Durosid akan dilanjutkan dengan pelaksanaan rapat pleno untuk menentukan pelaksana tugas (Plt) Ketua KONI.

Tidak tuntas



Ketua Umum Persatuan Angkat Besi Binaraga dan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABBSI) Kabupaten Cianjur, Sahli Saidi, menilai pengunduran diri Durosid sebagai tindakan yang tidak gentleman.

"Karena seharusnya Ketua KONI bisa menyelesaikan dulu tugas-tugasnya, apalagi saat ini atlet-atlet sedang menjalani kualifikasi Porda Jabar 2018. Harusnya dibereskan dulu pekerjaannya, setelah Porda selesai baru mengundurkan diri," ujarnya tegas.

Hal itu dinilai lebih bijaksana untuk dilakukan dibandingkan dengan keputusan Durosid yang mengundurkan diri di tengah jalan. Apalagi, saat ini atlet Cianjur dianggap sedang membutuhkan sosok pemimpin dalam KONI.

Padahal, sebelumnya ia pernah menegaskan, sejak awal pelantikan sebaiknya Ketua KONI segera mengundurkan diri jika tidak mampu memimpin. Namun, pengunduran diri yang saat ini dilakukan Durosid, dinilai tidak menunjukkan tindakan yang seharusnya.

"Kalau sudah begini, siapa yang akan bertanggungjawab sekarang? Ketua KONI atau Bupati Cianjur terkait atlet-atlet Cianjur?" katanya.

Menunjuk pelaksana tugas



Ketua KONI Jawa Barat, Ahmad Saepudin, mengatakan bahwa KONI Cianjur harus segera mempersiapkan Musyawarah Kabupaten Luar Biasa (Muskablub) setelah adanya pengunduran diri Ketua KONI.

"Organisasi mengamanahkan, dari tiga wakil ketua yang ada di KONI harus ditunjuk salah satunya untuk menjadi pelaksana tugas. Batas waktunya 14 hari. Tapi saya ingin sebelum 7 hari sudah ada plt terpilih," ujar Ahmad.

Terkait pemilihan ketua baru, batas waktu yang diberikan paling lambat hingga enam bulan ke depan. Hanya saja, Ahmad mengharapkan pemilihan dapat lebih cepat dilaksanakan karena kebutuhan bersifat situasional untuk menghadapi Porda Jabar 2018.

Ahmad pun mengimbau, agar insan olah raga di Cianjur diharapkan tidak berubah siapapun yang memimpin dan dalam kondisi apapun olah raga harus tetap bergerak. Terlebih menjelang berlangsungnya Porda yang sudah di depan mata.***

Bagikan: