Pikiran Rakyat
USD Jual 14.007,00 Beli 14.105,00 | Umumnya cerah, 25.8 ° C

Duel 4 Pertarungkan Silat Bebas

Irfan Subhan

BANDUNG, (PR).- Even Duel 4 yang diadakan oleh Bandung Fighting Club (BFC), di Gor Tri Lomba Juang, Jalan Pajajaran, Minggu, 3 Desember 2017, tidak hanya mempertandingkan nomor tarung bebas (mixed martial art) dan kickboxing saja, tetapi juga akan dipertandingkan nomor silat bebas.

Ketua Umum Bandung Fighting Club, Edwin Senjaya mengatakan, ini meruapakan pertamakalinya silat bebas dipertandingkan pada even ini, selain sebagai upaya untuk melestarikan kebudayaan, ini juga dilakukan untuk mengenalkan silat lebih luas lagi karena Duel 4 juga diikuti petarung dari Uzbekistan, Amerika Serikat, Filipina, Thailand, dan Malaysia.

"Kita gelar silat bebas ‎karena ingin menjadikan pencak silat sebagai warisan budaya tak benda asal Indonesia seperti yang sedang kita perjuangkan sekarang ke Unesco. Kita ingin di silat pun punya ciri khas seperti olah raga bela diri asal negara lain seperti Muaythai, Jiujitsi dan lainnya. Alhamdulilah berkat dukungan FBPro dan pihak lain, semua bisa terselenggara," tutur Edwin saat konfrensi pers jelang kejuaraan Duel 4, di D’Rain Hotel, Jalan Lengkong Kecil, Sabtu, 2 Desember 2017.

Ini merupakan even keempat kalinya yang diadakan oleh Bandung Fighting Club. Duel 4 ini  mempertandingkan 9 kelas profesional dan 75 kelas amatir, dengan total petarung sekitar 180 orang.

Selain diikuti oleh petarung dari BFC dan luar negeri, Duel 4 kali ini juga diikuti oleh petarung dari berbagai klub dan singgasana di Indonesia. Selain sebagai pembinaan, even ini juga untuk mengasah teknik dan menambah jam terbang para petarung amatir baik itu untuk tarung bebas maupun kickboxing.

“Selain tarung bebas profesional, juga digelar tarung untuk yang amatir dan diikuti oleh fighter hampir dari seluruh Indonesia. Total ada 75 partai yang akan mempertemukan sebanyak 150 fighter. Salah satu partai utama yakni di kelas 65 kg antara petarung Indonesia Yudi Cahyadi yang merupakan atlet wushu nasional akan menghadapi fighter asal Uzbekistan yang merupakan juara gulat," katanya.  

Pada tahun keempat kali ini, animo dari para petarung dalam dan luar negeri sangat antusias. Namun, pihaknya tidak bisa memfasilitasi semua petarung karena terkendala waktu, sehingga akhirnya peserta harus dibatasi.

"Kita sengaja mengundang para fighter luar negeri untuk memberikan kesempatan bagi petarung Indonesia sehingga bisa meningkatkan kemampuan mereka. Even di tanah air kan sangat jarang dan kalau pun ke luar negeri sering terkendala dana, jadi kita fasilitasi disini," ujarnya.***

Bagikan: