Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sebagian berawan, 20.1 ° C

Ini Cara Bonek Bertahan Hidup di Bandung Tanpa Uang Sepeser Pun

BANDUNG, (PR).- Bonek menyerbu Kota Bandung selama sepekan ini, untuk mendukung tim idola mereka Persebaya Surabaya di final Liga 2. Final Liga 2 mempertemukan Persebaya dan PSMS Medan, di Gelora Bandung Lautan Api, Gedebage, Selasa 28 November 2017.

Keberadaan pendukung fanatik Persebaya Surabaya mudah terlihat di berbagai sudut Kota Bandung. Sejak laga semifinal Persebaya pekan lalu, Bonek memilih tinggal di Bandung sampai pertandingan final. Sebagian besar Bonek bermalam di Stadion Sidolig Jalan Jenderal Ahmad Yani. Ada juga yang tidur di sekitar GBLA.

Bonek berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur. Mulai dari Surabaya, Pasuruan, sampai Ponorogo. Ada bonek yang menempuh perjalanan ke Bandung dengan menumpang kereta api dan bus. Namun banyak juga yang tiba di Bandung tanpa ongkos. Seperti berpindah dari truk barang ke truk lain sampai Bandung.

Seperti yang dilakukan para anggota Bonek Serdadu Mojolanggru, yang ditemui di Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung. Mereka berangkat dari Surabaya dari Minggu 26 November 2017 sore, dengan naik turun truk.

Dion (22) salah satu anggota Bonek Mojolanggru mengatakan ia pergi bersama kelompok yang terdiri dari 17 orang. “Kami berangkat dari Surabaya Minggu sore dan baru sampai Cileunyi pada Selasa jam 3.00,” ujarnya.

Serupa dengan yang dilakukan oleh Burhan, bonek yang juga dari Surabaya. Ia dan 15 temanya menuju Bandung dengan menumpang truk, dalam waktu tempuh tiga hari dua malam.

Burhan dan kawannya menuju Bandung tanpa bermodalkan uang Rp 1 pun. Mereka tidak mengeluarkan uang karena pengemudi truk mengizinkan naik dengan cuma-cuma.

Mengamen dan meminta makan kepada warga



Untuk bertahan hidup di Bandung, mereka mengamen dengan atau tanpa alat music. Uangnya bisa digunakan untuk membeli makan. Sebagian bonek meminta makan kepada warga. Burhan dan kawan-kawan bisa tidur di mana saja. Kadang di emperan toko, atau terlelap begitu saja di trotoar.

Ditanya apakah Burhan akan masuk stadion GBLA untuk menyaksikan Persebaya vs PSMS, ia mengaku malah belum memikirkannya. “Buat masuk ke stadion urusan nanti. Kalau ada kesempatan kami akan ikut masuk. Kalau tidak ada ya dukung dari luar stadion aja,” ujar Burhan.

Bonek yang masih berstatus pelajar, Afrizal (15) malah rela membolos demi mendukung Persebaya. “Saya bolos dulu,” kata siswa SMK 45 Surabaya ini. Untuk membeli tiket masuk stadion, Afrizal sudah menabung cukup lama.(Djati Waluyo)***

Bagikan: