Pikiran Rakyat
USD Jual 14.449,00 Beli 14.351,00 | Umumnya berawan, 23 ° C

Rumput Stadion Wibawa Mukti Butuh Istirahat, Uji Coba Timnas Pindah Tempat

Wina Setyawatie
PEMAIN Timnas Indonesia Ricky Fajrin bersama pemain Suriah U-23 mengerang kesakitan dalam laga persahabatan di Stadion WIbawa Mukti Kabupaten Bekasi, Sabtu 18 November 2017. Menghadapi lawan yang berstatus tim U-23 tidak membuat Timnas Indonesia tampil dominan. Bahkan mereka kalah 0-1.*
PEMAIN Timnas Indonesia Ricky Fajrin bersama pemain Suriah U-23 mengerang kesakitan dalam laga persahabatan di Stadion WIbawa Mukti Kabupaten Bekasi, Sabtu 18 November 2017. Menghadapi lawan yang berstatus tim U-23 tidak membuat Timnas Indonesia tampil dominan. Bahkan mereka kalah 0-1.*

JAKARTA, (PR).- Kondisi lapangan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang yang tidak lagi memadai untuk menggelar laga uji coba Tim Nasional, membuat PSSI memutuskan untuk memindahkan laga. Uji coba Timnas Senior melawan Guyana dijadwalkan pada 15 November mendatang dengan lokasi di Stadion Candrabaga Patriot, Bekasi. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Ratu Tisha Destria. Rumput di Stadion Wibawa Mukti dinilai membutuhkan 'istirahat', hingga perlu lapangan perlu perawatan lagi. 

"Rumputnya butuh istirahat. Sementara Stadion Patriot tidak lagi digunaan untuk Liga 2, jadi kami akan pindahkan ke sana," ujarnya. Menurut Tisha pihaknya saat ini tengah mengurus perizinan ke pihak kepolisian. 

Sembari menunggu kepastian perizinan, Timnas menurutnya sementara masih akan bertahan di Cikarang untuk berlatih menatap laga ujicoba melawan Guyana tersebut. Mereka baru akan pindah ke Kota Bekasi sekitar tanggal 23 November. 

"Kemungkinan Timnas baru akan ke (Kota) Bekasi pada 23 November nanti, dan berlatih di sana hingga pertandingan. Guyana sendiri dijadwalkan akan tiba di Indonesia pada 22 November. Guyana akan menurunkan tim seniornya juga," ucap Tisha. 

Persiapan Timnas



Sementara itu, persiapan Timnas untuk menghadapi laga uji coba ketiganya dalam bulan ini terus berjalan. Tim Garuda pun membidik kemenangan di laga tersebut, setelah dua kali menelan kekalahan saat melawan Suriah U-23. 

Asisten Pelatih Timnas, Bima Sakti mengatakan setelah laga melawan Suriah kemarin, tujuh pemain senior tidak lagi akan bergabung. Hanya pemain naturalisasi baru Indonesia,  Ilija Spasojevic yang akan kembali dipercaya untuk bergabung bersama Timnas U-23. 

Dipertahankannya Spaso sendiri, kata Bima karena Pelatih Kepala Timnas Indonesia Luis Milla suka dengan permainan mantan striker Persib tersebut. Spaso dinilai cepat melakukan beradaptasi. 

"Lawan Guyana kami akan memainkan pemain U-23, mungkin ada tambahan Spaso. Coach Milla cukup puas dengan permainannya kemarin (saat lawan Suriah) dan masih ingin mencobanya lagi. Kami ingin dia bisa beradaptasi dengan cepat," tukasnya.

Spaso sendiri dipanggil ke Timnas karena dinilai Milla bisa melengkapi kekuatan Timnas di lini depan. Mengingat performanya yang bagus di Liga 1, dengan mengemas 12 gol di putaran kedua, hingga sukses membawa timnya, Bhayangkara FC juara kompetisi musim ini.

Kemarin pada sesi latihan pagi di Wibawa Mukti, Milla tidak memberikan porsi latihan terlalu berat. Latihan lebih banyak difokuskan pada pengembalikan stamina pemain. Sesi mini game pun dilakukan untuk mencairkan suasana agar mood pemain kembali lagi setelah dua kekalahan kemarin. 

Pada latihan tersebut ada pemisahan latihan. Bagi pemain yang bermain penuh, menurut Bima, mereka dilatih terpisah dengan fisioterapis untuk melakukan pemulihan. 

"Para pemain yang bermain dengan waktu penuh membutuhkan pemulihan. Kami berikan sesi khusus dengan fisioterapis guna mempercepat pemulihan mereka," ucapnya menambahkan.***

Bagikan: