Pikiran Rakyat
USD Jual 14.027,00 Beli 14.125,00 | Cerah berawan, 27.8 ° C

Bermodal Tubuh Mungil, Tim Pelajar Indonesia Raih 6 Emas di Kompetisi Karate Internasional

Dhita Seftiawan
DIREKTUR Pembinaan SMA Ditjen Dikdasmen Kemendikbud Purwadi menyambut tim pelajar Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Rabu 15 November 2017 malam. Tim pelajar SMA meraih 2 emas sedangkan tim SD 4 emas pada turnamen 2nd Edition of International Karate Open of Province de Liege 2017, Herstal, Belgia. (Dhita Seftiawan)***
DIREKTUR Pembinaan SMA Ditjen Dikdasmen Kemendikbud Purwadi menyambut tim pelajar Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Rabu 15 November 2017 malam. Tim pelajar SMA meraih 2 emas sedangkan tim SD 4 emas pada turnamen 2nd Edition of International Karate Open of Province de Liege 2017, Herstal, Belgia. (Dhita Seftiawan)***

JAKARTA, (PR).- Tim pelajar karate Indonesia membawa pulang 6 emas dari turnamen 2nd Edition of International Karate Open of Province de Liege 2017, Herstal, Belgia. Dua medali emas disumbangkan pelajar SMA, yakni M. Zidane dan Nadya Baharuddin, sedangkan empat emas lainnya diraih pelajar SD, yakni Busowa Bina Insani, Buffon Julianto Sinaga, dan Luvena Milano Setiyaka (2 emas).

Capaian ini tidak diperoleh dengan mudah. Pasalnya selain cuaca yang berbeda, postur tubuh lawan juga rata-rata lebih besar.

Direktur Pembinaan SMA Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Purwadi menuturkan, enam pelajar SMA yang dikirim bertanding pada ajang tersebut merupakan para juara Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN). Menurut dia, kejuaraan tersebut diiukuti 1.025 peserta dari 87 tim asal 19 negara.

“Tim SMA meraih 2 emas, 1 perak, 2 perunggu. Mereka kami bina selama dua minggu. Alhamdulillah, capaian ini membanggakan dan menunjukkan kalau anak-anak Indonesia mampu unggul di dunia. Bukan hanya pada bidang sains, tapi juga olah raga. Even ini satu level lebih tinggi ketimbang even tahun lalu yang diselenggarakan di Luxembourg," ucap Purwadi, saat menyambut tim SMA di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Rabu (15/11/2017) malam.

Ia menuturkan, para pelajar tersebut kemudian akan dibina di Federasi Olahraga Karate Indonesia (Forki) agar bakatnya terus berkembang. Menurut dia, Kemendikbud akan terus mengirimkan pelajar terbaik pada ajang tersebut setiap tahun. "Kami menyiapkan reward untuk yang tahun ini meraih medali, ada beasiswa," ucapnya.

Direktur Pembinaan SD Wowon Widaryat menyatakan, para juara tersebut merupakan aset bangsa yang harus terus dibina. Menurut dia, O2SN terbukti cukup efektif dalam upaya mencari dan menjaring pelajar berbakat dalam bidang olah raga. "Kami akan memantau terus ke depannya anak-anak ini nanti bagaimana. Apakah pemerintah daerah bisa terus menjaga dan mengembangkan potensi mereka. Jangan hanya mengutamakan prestasi akademik, tetapi prestasi pada bidang lainnya seperti olah raga juga harus dikembangkan," kata Wowon.

Cuaca dan postur tubuh



Kasubdit Peserta Didik SMA Suharlan menambahkan, cuaca yang berada pada kisaran 4 derajat celcius menjadi tantangan terbesar yang harus dihadapi tim Indonesia selama di Belgia. Menurut dia, hal tersebut dapat diatasi oleh semangat bertanding dan mental juara para atlet sudah terasah. "Di Eropa ini banyak kejuaraan karate berkelas internasional, salah satunya yang sekarang diikuti Indonesia. Ini ajang bergengsi. Hasil dari O2SN ternyata mampu bersaing di dunia, saya turut bangga," ujarnya. 

Peraih medali emas kelas KATA jenjang SMA, Nadya Baharuddin mengatakan, postur tubuh lawan yang sebagian besar lebih tinggi menjadi tantangan tersendiri. Menurut dia, Perancis dan Belanda menjadi saingan terberat Indonesia. "Rata-rata karateka dari Eropa menang power, jadi kami mainnya lebih ke irama dan ketepatan. Saya sudah dari TK sudah belajar karate karena ayah saya pelatih karate juga," ucap pelajar asal Makassar berusia 16 tahun ini.

Ia menuturkan, dengan fokus pada irama gerakan, jurus-jurus karate jadi lebih terlihat indah. Hal ini yang membawa dia meraih medali emas. "Lawan main dengan power, kami haris mempercantik gerakan. Ini kejuaraan dunia pertama bagi saya dan langsung dapat emas. Mudah-mudahan ke depan saya bisa main di kejuaraan dunia lainnya," ucapnya. ***

Bagikan: