Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 22.8 ° C

Usai Liga 1 U-19, Ribuan Kursi Stadion Wibawamukti Hancur

Tommi Andryandy
BANGKU penonton di tribun utara Stadion Wibawamukti Kabupaten Bekasi hancur, Rabu (8/11/2017). Kondisi tersebut terjadi hancur usai aksi 'hujan kursi' pada Final Liga 1 U-19 antara Persib Bandung menghadapi Persipura, Selasa 7 November 2017 malam.*
BANGKU penonton di tribun utara Stadion Wibawamukti Kabupaten Bekasi hancur, Rabu (8/11/2017). Kondisi tersebut terjadi hancur usai aksi 'hujan kursi' pada Final Liga 1 U-19 antara Persib Bandung menghadapi Persipura, Selasa 7 November 2017 malam.*

CIKARANG, (PR).- Usai menggelar pertandingan semi final dan final Liga 1 U-19, Stadion Wibawamukti hancur. Kerusakan terjadi pada tribun penonton terutama di sektor utara dan selatan. Sedikitnya 2.000 kursi penonton rusak parah. Pemerintah Kabupaten Bekasi mengaku rugi dengan kerusakan yang terjadi di salah satu stadion terbaik di Indonesia itu.

“Banyak yang patah betul, banyak juga yang pecah dan lepas. Terutama di tribun utara dan selatan. Jumlahnya kami masih menghitung, namun pastinya (kursi yang rusak) lebih banyak dari yang semifinal kemarin. Bisa tiga kali lipat,” kata Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Bekasi, Deni Rusnandi, Rabu 8 November 2017.

Seperti diketahui, empat pertandingan Liga 1 U-19 digelar di Stadion Wibawamukti Desa Kertajaya Kecamatan Cikarang Timur, yakni dua pertandingan semifinal, perebutan peringkat ketiga dan final. Babak empat besar ini mempertemukan Persib Bandung, Persipura Jayapura, Bali United dan Pusamania Borneo FC.

Kerusakan bangku penonton pertama kali di partai semi final yang mempertemukan Persib menghadapi Pusamania. Tercatat sebanyak 732 kursi hancur usai laga tersebut. Kerusakan kembali terjadi pada laga final antara Persipura menghadapi Persib.

Berdasarkan pantauan Pikiran Rakyat di stadion, kerusakan kursi penonton terjadi di hampir semua tribun, terkecuali tribun barat atau VIP. Sedangkan kerusakkan terparah terjadi di tribun utara. Sulit menemukan kursi yang masih utuh di tribun tersebut, mayoritas rusak.

Pada saf paling bawah, yang tersisa hanya barisan besi penyangga. Bagian tempat duduk dan sandaran telah terlepas dari posisi seharusnya. Pada partai puncak yang berhasil dimenangkan Persipura itu, sempat terjadi ‘hujan bangku’ dari arah penonton ke lapangan.

Kemarin, bangku-bangku yang sempat berterbangan itu terlihat masih berserakan di lintasan lari di dekat lapangan. Beberapa petugas tampak sibuk membereskan tempat duduk dan sandaran yang berserakan itu.

“Kerusakan ini kami (Pemkab) yang merugi tapi tentunya panpel yang bertanggungjawab. Jumlah kerugiannya kami masih menanyakan pada pihak yang membangun stadion, berapa hahrag perbangku itu,” kata dia.

Terparah sejak Stadion Wibawamukti berdiri



Dikatakan Deni, kerusakan itu menjadi yang terparah sejak Stadion Wibawamukti menggelar sejumlah pertandingan di level klub, maupun tim nasional. “Kalau diliihat data, dulu stadion pernah rusak waktu pertandingan Persib (senior), kemudian semi final Liga 1 U-19 rusak juga, terus sekarang paling parah. Padahal waktu Timnas kemarin tidak ada yang rusak. Ini berdasarkan data,” kata dia.

Diungkapkan Deni, kerusakan fasilitas stadion itu telah dikomunikasikan kepada PT Liga Indonesia Baru. “Sudah disampaikan pada panitia pelaksana, bahkan kemarin setelah pertandingan langsung dikumpulkan, dibicarakan soal kerusakan yang ada,” kata dia.

Menurut dia, kerusakan itu menjadi tanggung jawab panitia pelaksana sebagai pengguna. Perbaikan pun perlu dilakukan, soalnya Stadion Wibawamukti kembali akan digunakan untuk Babak 8 Besar Liga 2 2017. “Kami melihat petunjuknya seperti apa, masih koordinasi dan ada syarat tertentu penggantinannya. Tapi kami sudah menyampaikan kondisinya dan sudah kami tegur,” kata dia.

Konfirmasi bobotoh Persib



Sementara itu, Panglima Viking Bekasi, Andre Jati dengan insiden perusakan dan pelemparan bangku penonton di Stadion Wibawamukti. Menurut dia, aksi itu terjadi karena adanya kekecewaan atas pertandingan yang berlangsung.

“Saya akui, saya pribadi memang sangat kecewa dengan adanya kejadian semalam dan saya juga tidak mengira akan terjadi kejadian seperti itu. Kalau boleh dikata, mungkin ini pertama kali di Indonesia ada kursi penonton berterbangan. Di stadion manapun saya rasa enggak ada,” kata Andre.

Meski begitu, di luar kekecewaan para penonton, aksi pelemparan disebabkan juga karena banyak kursi yang memang telah rusak. Baik tempat duduk maupun sandaran telah banyak yang terlepas dan berserakan sebelum pertandingan digelar. Sehingga tidak sepenuhnya terjadi pengrusakkan.

“Sejak semifinal memang ada banyak bangku stadion yang sudah berada dalam kondisi rusak, bergeletakan sehingga itu saya kira jadi pemicu saat para supporter meluapkan kekecewaannya atas hasil pertandingan,” ucapnya.

Seharusnya, kata dia, pihak pengelola stadion Wibawa Mukti sudah bisa mengantisipasi hal itu. Salah satunya adalah dengan menghindari pemicu terjadinya insiden tersebut, yakni merapihkan atau membersihkan bangku penonton yang rusak.

“Dan harusnya kan sebelum ada pertandingan, tribun itu memang harus disterilkan dari hal-hal yang mengundang anarkis,” tandasnya.***

Bagikan: