Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Cerah berawan, 30.6 ° C

Istora Senayan Dinilai Memungkinkan untuk FIBA World Cup

Wina Setyawatie
KETUA Komisi Evaluasi FIBA Ingo Weiss didampingi Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yang juga Presiden SEABA Erick Thohir memberikan keterangan kepada media tentang hasil peninjauannya ke Istora Senayan, Jakarta, Rabu, 18 Oktober 2017 sebagai salah satu calon venue FIBA World Cup 2023. Indonesia sendiri mencalonkan menjadi tuan rumah bersama FIBA World Cup 2023 bersama Jepang dan Filipina.*
KETUA Komisi Evaluasi FIBA Ingo Weiss didampingi Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yang juga Presiden SEABA Erick Thohir memberikan keterangan kepada media tentang hasil peninjauannya ke Istora Senayan, Jakarta, Rabu, 18 Oktober 2017 sebagai salah satu calon venue FIBA World Cup 2023. Indonesia sendiri mencalonkan menjadi tuan rumah bersama FIBA World Cup 2023 bersama Jepang dan Filipina.*

JAKARTA, (PR).- Progres perkembangan renovasi Istora Senayan yang dicalonkan sebagai venue FIBA World Cup 2023 menyenangkan hati delegasi Federasi Bola Basket Internasional (FIBA). Mereka melakukan peninjauan langsung pada Rabu, 18 Oktober 2017.

Meski senang dengan progres cepat yang dihasilkan, namun tetap ada beberapa hal yang dinilai tetap harus diperbaharui. Hal ini agar Indonesia bisa menang dalam bidding tuan rumah World Cup akhir tahun ini.

Kunjungan tersebut merupakan kali kedua bagi para delegasi FIBA. Selain itu juga merupakan bagian dari penilaian mereka untuk menentuan tuan rumah. Kunjungan pertama mereka di lakukan pada Juni lalu.

Indonesia diketahui mengajukan diri sebagai tuan rumah bersama dengan Jepang, dan Filipina.

Sebelum melakukan peninjauan, paginya di Hotel Mulia, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), PP Perbasi, dan perwakilan South East Asian Basketball Assosation (SEABA) melakukan presentasi untuk mendengar kesiapan Indonesia. Setelah mendengar paparan yang diberikan, delegasi FIBA yang berjumlah tiga orang dan dua orang perwakilan Federasi Basket Filipina pun langsung melakukan peninjauan.

Selain melihat dalam istora, kali ini mereka juga berkeliling untuk melihat perubahan dan ruangan lain yang dalam kunjungan pertama mereka ke Jakarta lalu belum selesai pengerjaannya. Beberapa kali mereka bertanya, seperti tentang sirkulasi udara di dalam stadion, lalu soal dimana letak loker room (ruang ganti pemain).

Komisi Evaluasi FIBA, Ingo Weiss kepada wartawan usai tinjauan di Istora Senayan mengatakan jika pihaknya senang pembangunan yang telah berlangsung tersebut. Tidak ada catatan buruk yang diberikannya, hanya beberapa tambahan saja.

"Senang melihat semua berjalan dengan baik (renovasi). Ini menjadi bukti bahwa Indonesia siap dan memungkinkan untuk kami bisa menggelar Kejuaraan Dunia disini. Ada banyak ruang dan atensi yang diberikan, mulai dari hospitality, sambutan media, hingga working room. Tapi kami akan melihat lagi apa yang bisa dilakukan Indonesia untuk mengupgrade kebutuhan penyelenggaraan World Cup. Apakah nanti penambahan itu bisa dibikin sementara atau dipatenkan, itu belum kami putuskan," katanya.

Selain berkomentar soal stadion, Ingo juga mengomentari prestasi timnas basket Indonesia. Dimana jika mereka meloloskan Indonesia, yang menjadi pertanyaan apakah Indonesia bisa bersaing dengan para tim level dunia  nanti. Hal itu juga yang menurutnya akan jadi pertimbangan untuk pemilihan tuan rumah.

"Jika Indonesia jadi tuan rumah, tentu tim tuan rumah juga harus bisa berpartisipasi dan bersaing. Bagaimana Indonesia akan mempersiapkan itu?," ujarnya.

Ketua Umum KOI yang juga Presiden SEABA, Erick Thohir mengatakan jika evalasi yang diberikan oleh FIBA sangat positif. Secara kapasitas Istora, kata Erick, FIBA menilai sudah cukup dengan standar mereka, yakni bisa menampung 8.000 penonton.

Tapi, justru isu terbesar yang menurutnya disampaikan oleh FIBA adalah masalah tempat ganti pemain. Mengingat para pemain dunia rata-rata memiliki tinggi lebih dari 2 meter, hingga pihak FIBA, menurutnya meminta perlu ada tambahan bangunan di belakang. 

"Apakah sementara atau permanen akan diputuskan nanti. Karena sementara kita belum bisa merencanakannya karena renovasi Istora saat ini adalah untuk Asian Games 2018 dahulu. Asian Games nanti tapi akan jadi pembuktian bahwa basket bisa digelar di Istora Senayan. Karena awalnya mereka tidak percaya. Tapi jika kita lolos sebagai tuan rumah sudah pasti akan ada renovasi tambahan," ucapnya. 

Bagikan: