Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 21.6 ° C

Taklukkan Vietnam, Kunci untuk Menuju Semifinal SEA Games 2017

Wina Setyawatie

KUALA LUMPUR, (PR).- Pertandingan melawan Vietnam pada lanjutan penyisihan Grup B SEA Games 2017, Selasa 22 Agustus 2017, di Stadion Majlis Perbandaran Selangor, Kuala Lumpur, Malaysia jadi laga penting bagi Tim Nasional (Timnas) U-22 untuk memuluskan langkah ke semifinal. Mengingat Thailand masih menempel ketat Indonesia di klasemen sementara grup. 

Saat ini di klasemen sementara Grup B, Thailand masih menempati posisi ketiga di bawah Indonesia dengan raihan poin dan jumlah gol yang sama. Jika bisa memenangi pertandingan nanti atau pun menahan imbang, Indonesia bisa dikatakan sudah satu kaki menuju "Babak 4 Besar".  Skuat Garuda Muda tinggal memanfaatkan laga terakhir penyisihan melawan Kamboja yang notabene merupakan lawan yang lebih mudah. 

Tapi jika kalah, maka hal itu akan menggerogoti peluang Indonesia dan membuka kesempatan bagi Thailand. Mengingat di dua pertandingan selanjutnya, mereka akan berhadapan dengan Filipina yang merupakan lawan yang lebih lemah jika dibandingkan Kamboja, serta Vietnam di laga terakhir. 

Menghadapi tim yang kuat, Timnas diminta untuk tidak kehilangan fokus. Meskipun Pelatih Timnas U-22, Luis Milla tetap ingin pemainnya enjoy dan menikmati pertandingan nanti. Hal itu diungkapkan Asisten Pelatih Timnas U-22 Bima Sakti melalui pesan elektronik, Senin 21 Agustus 2017.

Hal itu pun terlihat sejak latihan terakhir kemarin jelang pertandingan. Dimana terlihat latihan jauh lebih rileks, agar bisa mengurangi beban pikiran para pemainnya. 

"Memang tadi pelatih menyampaikan latihan tidak seperti biasa karena kemarin sudah bertanding berat dan besok adalah pertanidngan besar dan penting. Pelatih menyampaikan sebelum latihan mereka harus enjoy, boleh bercanda yang penting fokus," ungkapnya. 

Bagaimana kita akan bermain nanti, yang pasti menurutnya, Evan Dimas, Harianto, dan Hansamu Yama sudah membantu membocorkan siapa pemain yang harus diwaspadai. Mengingat Timnas Vietnam ini merupakan jebolan Timnas U-19 yang pernah jadi lawan mereka saat di AFF 2013 lalu. Tinggal, ujar Bima, bagaimana pemainnya bisa memikul tanggung jawab penuh bersama-sama di lapangan nanti. 

"Sudah banyak masukan dari Evan, Hargi, dan Hansamu soal kekuatan lawan secara individu. Kami tinggal mengingatkan para pemain untuk terus kompak bersama-sama agar lebih mudah 

merebut bola dari lawan. Begitu juga saat bertahan. Semua jadi tanggung jawab bersama. Yang penting konsentrasi bagaimana bertahan, kenapa tim ini performa bagus sekarang? Karena pelatih menilai tim ini punya kerja sama terutama dalam bertahan," ucapnya. 

Timnas sendiri jelas akan memaksimalkan permainan sayap. Mengingat Indonesia memiliki banyak pemain kuat di bagian tersebut. "Kita punya pemain kuat di sayap. Ada Febri (Haryadi), Yabes (Roni), dan Saddil (Ramdani), jadi tinggal kita manfaatkan dan maksimalkan," imbuh Bima. 

Sementara itu, menghadapi satu-satunya tim di Grup B yang selalu meraih kemenangan, Evan yang tidak bisa memperkuat Timnas karena terkena Kartu Kuning mengingatkan agar rekan-rekan setimnya bisa bermain sama baiknya ketika menghadapi Thailand. Jangan sampai, menurutnya, Vietnam bisa berpikir bahwa mereka lebih baik dari Indonesia. 

"Kita harus punya optimisme tinggi. Jangan sampai mereka (Vietnam) berpikir bisa mengalahkan kita. Itu akan jadi kekalahan sebelum bertandingan. Yang penting kita saling membutuhkan satu sama lain dan saling mendukung, pasti akan baik hasilnya. Meskipun saya tidak bisa main, tapi saya percaya pemain lain juga bagus dan saya percaya dengan pelatih, serta yakin pertandingan ini akan jadi milik kita ," tutur Evan. 

Sebagai salah satu pemain yang sangat mengenai permainan Vietnam, Evan berpesan untuk tidak hanya fokus pada satu individu saja. Pasalnya, Vietnam dinilainya merupakan tim bagus secara keseluruhan, bukan hanya karena ada Luong Xuan Truong dan Nguyen Tuan Anh yang merupakan andalan calon lawan. 

"Vietnam tim bagus, jadi jangan fokus hanya 1-2 pemain saja. Harus mewaspadai kecepatan mereka. Karena saya lihat mereka begitu dapat bola langsung bergerak menyerang," tukasnya. 

Pengganti Evan Dimas



Tidak bermainnya Evan Dimas membuat Milla harus memutar otak mencari pengganti yang memiliki kualitas sama baiknya. Mengingat Evan Dimas memiliki peran penting di lini tengah. 

Bima mengatakan jika saat ini ada dua pemain, yakni Hanif Sjahbani atau Asnawi Mangkualam yang memiliki kesempatan besar untuk mengisi kekosongan Evan. Salah satu dari mereka, menurutnya akan menemani Hargianto yang dipastikan turun di laga nanti. 

"Pelatih akan mencoba semua, ada Hanif dan ada Asnawi, yang pasti semua di sini pemain penting. Jadi siapa yang dipercaya itu yang terbaik," katanya. 

Hargianto menurutnya kemungkinan besar  siap untuk diturunkan. Kemarin, dia pun, ujar Bima sudah melakukan terapi dan dinilai sudah bisa bermain. Hargianto bersama Hanif/Asnawi disiapkan untuk menopang Septian David yang tetap akan berada di depan. 

"Ya akan ada perubahan formasi karena ada empat atau lima posisi yang berubah. Tadi dalam latihan pun ada beberapa spesifikasi yang kami berikan untuk pemain belakang dan depan. Untuk latihan spesifik pemain belakang, adalah bagaimana saat bertahan dan saat antisipasi crossing harus apa. Lalu, Andi Setyo, Ryuji (Utomo), Yabes (Roni) dan Ezra (Walian) latihan spefisik khusus untuk serangan," ungkap Bima menjelaskan. 

Kubu Vietnam 



Sementara itu dari kubu calon lawan, Vietnam menilai jika pertandingan melawan Indonesia ini akan ketat. Pelatih mereka Nguyen Huu Thang, kendati yakin bisa memetik kemenangan, tapi diakuinya tidak akan mudah dan tidak akan sebanyak gol yang dihasilkan mereka di tiga pertandingan sebelumnya, yakni di atas tiga gol. 

"Saya yakin bisa menang lawan Indoensia, tapi sepertinya kami tidak akan cetak banyak gol. Karena pertandingan nanti akan sangat kuat dan saya percaya pasti akan sulit untuk mencetak gol. Saya berharap pemain terus menunjukkan permainan bagus mereka," katanya. 

Vietnam menjalani tiga pertandingan Grup dengan mulus. Mereka memenangan sempurna dengan angka besar, yakni 4-0 atas Timor Leste, 4-1 atas Kamboja, dan 4-0 atas Filipina. Sebaliknya perjalanan Indonesia tidak begitu mulus. Di awal sempat bermain imbang lawan Thailand, tapi kemudian mulai menanjak setelah meraih dua kemenangan atas Filipina dan Timor Leste, yang sayangnya tidak banyak berbuah gol. 

Dalam sejarah pertemuan kedua tim, dari 21 kali pertemuan sejak 1991 lalu, Timnas masih unggul atas Vietnam. Skuat Garuda tercatat delapan kali menang, delapan kali imbang, dan lima kali kalah. 

Meskipun di atas kertas kita masih unggul, tapi Vietnam bisa jadi ancaman serius. Bukan hanya karena rekor kemenangannya yang sempurna di kualifikasi grup kali ini, tapi juga karena motivasi lebihnya, yakni membalaskan dendam pada saat disingkirkan Indonesia di semifinal Piala AFF 2016 lalu. ***

Bagikan: