Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Berawan, 20.9 ° C

Hitung Mundur Pelaksanaan Asian Games 2018 Dimeriahkan Artis Internasioanal

Wina Setyawatie
KETUA Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc) Erick Thohir didampingi oleh Direktur Departemen Seremonial Wishnutama (kiri), dan Deputy II Inasgoc Sofyan Wanandi, memberikan keterangan soal persiapan jelang hitung mundur yang akan dilakukan pada 18 Agustus 2017 mendatang di Kawasan Silang Monas, Jakarta. Acara hitung mundur ini akan menjadi penanda satu tahun jelang perhelatan besar Asian Games 2018 Jakarta-Palembang dimulai pada 18 Agustus tahun depan.*
KETUA Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc) Erick Thohir didampingi oleh Direktur Departemen Seremonial Wishnutama (kiri), dan Deputy II Inasgoc Sofyan Wanandi, memberikan keterangan soal persiapan jelang hitung mundur yang akan dilakukan pada 18 Agustus 2017 mendatang di Kawasan Silang Monas, Jakarta. Acara hitung mundur ini akan menjadi penanda satu tahun jelang perhelatan besar Asian Games 2018 Jakarta-Palembang dimulai pada 18 Agustus tahun depan.*

JAKARTA, (PR).- Anak panah LED (light emmiting diode) yang akan dilemparkan oleh Presiden RI Joko Widodo ke target akan menjadi simbol dimulainya hitung mundur 360 hari jelang pelaksanaan Asian Games 2018 yang akan digelar pada 18 Agustus 2018 mendatang. Dengan meluncurnya anak panah tersebut, maka secara otomatis dua jam digital yang berada di dua daerah penyelenggaran Asian Games, Jakarta-Palembang akan hidup. 

Penempatan jam digital hitung mundur Asian Games di Jakarta diletakkan di Bundaran Hotel Indonesia. Sedangkan di Palembang, terletak di Stadion Gelora Sriwijaya, Komplek Olah Raga Jakabaring. Sementara untuk pesta hitung mundur di Palembang akan dilangsungkan di Benteng Kuto Besak, di tepi Sungai Musi, Palembang.

Ada dua segmen yang akan berlangsung di acara penghitungan mundur yang berlangsung di Monumen Nasional, Jakarta. Pertama acara ceremonial yang berlangsung selama 30 menit. Selain meresmikan hitung mundur, segmen yang akan disiarkan oleh seluruh televisi nasional di Indonesia ini juga akan menampilkan atraksi 300 drone yang berkolaborasi bersama. Plus tarian kolosal Ruwat Bumi karya koreografer Indonesia, Eko Pece. Tarian kolosal ini juga akan didukung dengan permainan apik lighting laser guna memberikan efek dramatis. 

"Dalam tarian kolosan yang menampilkan 150 penari ini akan bercerita tentang bagaimana sejarah Asian Games waktu pertama kali digelar pada 1962. Dimana ada legacy (warisan) yang hingga kini masih kokoh berdiri yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK)," kata Direktur Departemen Seremonial Panpel Asian Games 2018 (Inasgoc), Wishnutama dalam jumpa pers di Kantor Inasgoc, Gd. Serba Guna Senayan, Jakarta, Selasa, 15 Agustus 2017.

Segmen kedua dalam acara hitung mundur ini adalah acara hiburan yang akan disiarkan secara langsung oleh lima televisi swasta nasional, yakni MNC, Net TV, TVOne, Kompas TV, dan MetroTV. Acara hiburan ini akan diisi dengan penampilan kolaborasi antara artis Asia dan Indonesia. 

Artis Asia yang akan hadir adalah Far East Movement yang merupakan band EDM (electronic dance music) yang beranggotakan artis keturunan Korea dan Jepang, serta dua personil Girls Generation atau dikenal juga dengan SNSD, Taeyeon dan Hyoyeon.

Sedangkan artis lokal akan diisi dari semua kalangan. Mulai dari generasi muda seperti Raisa, Rizky Febrian, Tulus, dan Nidji. Selain itu hadir pula artis dangdut Ike Nurjanah. 

"Dua puluh persen acara hiburan akan dimeriahkan oleh artis Asia dan 80 persen artis lokal. Adanya kolaborasi ini menyambut era globalisasi. Dimana kita harus turut ikut serta arus keterbukaan akan kultul globalisasi. Terlebih Asian Games ini disanksikan oleh lebih dari 5 miliar mata dari seluruh Asia. Hingga kolaborasi dengan artis negara lain harus terjadi. Dengan slogan Energy of Asia, kami ingin menunjukkan jika Asia sudah menjadi pilihan utama untuk masyarakat global di semua lini. Indonesia ingin menunjukkan bahwa kita merupakan central energy of Asia tersebut," ujar Ketua Inasgoc Erick Thohir. 

Efisiensi



Tidak ada uang yang menurut Erick keluar dari kantong Inasgoc untuk membayar biaya hiburan tersebut. Karena seluruh artis merupakan endorsement dari sponsor yang digalang oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Inasgoc hanya mengeluarkan uang untuk penyelenggaraan seremonial hitung mundur Asian Games tersebut. 

"Karena adanya efisiensi, maka semua anggaran dipotong sebesar 30-40 persen. Hingga total sudah ada sekitar Rp 3 triliun efisiensi yang dilakukan. Karena artis dapat dari sponsor, maka budget penyelenggaran acara hitung mundur ini pun kita cut setengahnya. Jika sebelumnya hanya untuk tempat saja di Monas membutuhkan biaya sekitar Rp 15 miliar, maka dengan adanya efisiensi jumlah segitu untuk penyelenggaraan di dua kota, Jakarta-Palembang berkat kerjasama dengan Bekraf," tukasnya.***

Bagikan: