Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Sedikit awan, 21.8 ° C

Berapi-api, Ceu Popong Nasihati KOI yang Minta Tambah Anggaran

Sjafri Ali
CEU Popong saat rapat terbuka DPR RI dengan KOI terkait penambahan anggaran organisasi tersebut.
CEU Popong saat rapat terbuka DPR RI dengan KOI terkait penambahan anggaran organisasi tersebut.

JAKARTA, (PR).- Anggota Komisi X DPR RI, Popong Otje Djunjunan setuju usul Komite Nasional Olimpiade Indonesia (KOI) yang meminta tambahan anggaran sebesar Rp 50 milyar kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga. Namun, menurut wanita yang akrab disapa Ceu Popong ini, hal tersebut harus disesuaikan dengan keuangan negara.

 

"Walaupun sudah jelas apa yang diinginkan oleh kita, saya katakan kita (anggota DPR RI) ingin ini naik. Tapi kita semua tahu bahwa kondisi keuangan kita itu sekarang sudah parah," kata dia saat rapat dengar pendapat umum Komisi X DPR RI. Rapat digelar bersama dengan KOI, INASGOC, Satlak Prima, dan KONI dengan agenda pendalaman usulan anggaran dalam RAPBN-P Tahun Anggaran 2017 di Gedung DPR RI, Kamis 13 Juli 2017.

 

Bukan menakut-nakutkan, ujarnya.  "Kalau dianalogikan dengan sebuah keluarga sama dengan kita untuk makan saja kita ngutang. Untuk nyicil motor mah rada lumayan, ini untuk makan kita ngutang," tambah Ceu Popong berapi-api.

Perhatian pada olahraga



Dikatakan Otje Popong Djundjunan,  perhatian pemerintah kepada olahraga memang sudah baik dibandingkan kepada pemuda. Hal itu jika dilihat dari anggaran yang jauh lebih besar untuk olahraga. Apalagi untuk olahraga yang menuai prestasi, bonus yang diberikan juga besar.

"Tapi bukan berarti kita semangat untuk menang itu jadi memble, kudu sebaliknya malahan. Duitnya kurang, semangatnya yang harus tambah untuk menuai prestasi," tegas Ceu Popong.

Sebelumnya, dalam kesempatan yang sama, Ketua KOI Erick Thohir mengatakan, dalam anggaran 2017 KOI memfokuskan untuk dua event besar. Kedua event tersebut adalah Asian Games dan Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang.

Ia menginformasikan, awalnya KOI mengusulkan anggaran kepada Kemenpora sebesar Rp 50 Milyar. Namun setelah ada koordinasi, ternyata Kemenpora hanya bisa membantu anggaran sebesar Rp 20 Milyar. 

“Di tahun 2016 memang belum ada pendanaan untuk mensupport dua hal di atas, yaitu Asean Games dan Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang. KOI juga terus mengkoordinasikan dengan Satlak Prima dan KONI,” papar Erick Thohir.***

Bagikan: