Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Cerah berawan, 21 ° C

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir Susah Payah Melaju ke Babak Kedua Indonesia Open

Wina Setyawatie

JAKARTA, (PR).- Sempat dibuat was-was, ganda campuran andalan Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir akhirnya mampu melewati tantangan pertama BCA Indonesia Open Super Series Premier 2017. Bermain tiga game dengan poin ketat, mereka berhasil memenangkan permainan melawan pasangan Korea, Kim Dukyoung/Kim Ha Na. 

Bertanding di  JCC Plenary Hall, Jakarta, Selasa, 13 Juni 2017, Tontowi/Liliyana menang rubber game 19-21, 21-19, 21-18. Pertandingan tersebut sempat menegangkan. Pasalnya setelah tertinggal di game pertama, di dua game berikutnya Tontowi/Liliyana juga sempat tertinggal lebih dulu.

Bahkan saat game penentuan, pasangan peringkat 10 dunia tersebut sempat tertinggal 10-15 sebelum akhirnya berbalik memimpin. Keputusan hakim garis memberikan angka untuk Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir ketika tertinggal 17-18 menyelamatkan Indonesia. 

Pukulan Tontowi ke sudut kanan lapangan lawan dinyatakan masuk oleh hakim garis. Keputusan itu diprotes oleh pihak Korea, karena mereka menilai jika bola keluar. Pelatih Korea bahkan sampai menghampiri meja referee untuk memprotes. Namun, keputusan tidak berubah angka tetap untuk Indonesia 18-18. 

Hal itu sepertinya membuat fokus permainan Kim/Kim hilang. Pengembalian bola tanggung yang di smes Kim Ha Na menyangkut di net. Keunggulan bagi Indonesia 20-18. Penempatan bola dari Liliyana di sudut kanan belakang tanpa bisa diantisipasi oleh Kim Dukyoung akhirnya mengakhiri permainan untuk kemenangan Tontowi/Liliyana. 

"Di game pertama saya bermain terlalu hati-hati, hingga justru membuat banyak error. Pola permainan pun tidak jalan. Tetapi di game kedua untungnya kami bisa menemukan permainan dan mengambil poin, sementara di game ketiga sempat tertinggal 10-15, tapi berkat usaha dan fokus kami bisa menang," kata Tontowi. 

Penampilan Liliyana kemarin memang belum maksimal. Dia terlihat belum bisa melakukan banyak pergerakan hingga membuat Tontowi lebih banyak mengcover bola. Hal itu pun diakui Liliyana. 

"Saya memang baru kembali berlatih dua pekan jelang Indonesia Open. Sebelumnya latihan penguatan kaki, terutama paha kanan yang kena cedera agar lebih kuat. Tapi tadi berusaha melupakan meskipun kaget. Fokusnya dipertandingan saja, tidak di kaki. Saya tidak mau memikirkan terlalu dalam rasa sakit di lutut," ujarnya. 

Tunggal putri



Dua dari empat tunggal putri yang bermain di babak utama, melaju ke babak kedua. Gregoria Mariska dan Fitriani melaju ke babak kedua usai mengalahkan Chen Yufei dari Tiongkok dengan 17-21, 21-19, 21-19 dan Cheung Ngan Yi asal Hongkong yang berakhir dengan 21-16, 16-21, 21-15. 

Sementara dua pemain lainnya, Dinar Dyah Ayustine langsung tersingkir setelah dikandaskan unggulan kelima Sung Ji Hyun 18-21, 10-21. Hanna Ramadini tumbang di tangan Zhang Beiwen dari Amerika Serikat dengan 15-21, 15-21. 

Kemenangan Gregoria sendiri merupakan kejutan. Pasalnya secara peringkat pun, Yufei yang masuk di 9 dunia jauh di atas Gregoria yang berada di posisi 71. Kemenangan itu sendiri sekaligus membayarkan laga sebelumnya di Badminton Asia Junior dimana Gregoria ketika itu kalah straight game. 

Di babak kedua nanti, Gregoria akan menantang unggulan pertama yang juga juara bertahan, Tai Tzu Ying asal Taiwan. Laga nanti akan jadi pertemuan pertama bagi kedua pemain. 

Sementara untuk Fitriani, di babak selanjutnya akan bertemu dengan Sung Ji Hyun. Sejauh ini Sung unggul dalam rekor pertemuan 1-0. Pertemuan pertama mereka terjadi di All England 2017 kemarin.***

Bagikan: